Menjadi Mualaf Tidaklah Sulit & Ribet, Ini lho Syarat Administratifnya

Novia Aisyah - wolipop Selasa, 04 Mei 2021 14:16 WIB
Ilustrasi membaca al quran Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel/Menjadi Mualaf Tidaklah Sulit & Ribet, Ini lho Syarat Administratifnya
Jakarta -

Menjadi mualaf tentunya bukan proses yang hanya dipikirkan sekali dua kali dan dalam semalam dua malam. Bagi seseorang yang memutuskan untuk menjadi seorang mualaf, keputusan tersebut tentunya melewati proses pribadi yang sangat panjang.

Proses pergulatan batin menjadi seorang mualaf biasanya justru lebih panjang dari proses administratifnya sendiri. Selain itu, calon mualaf juga perlu membicarakan keputusan tersebut dengan keluarga dan orang terdekat sebelum resmi menjadi seorang muslim.

Namun, secara administrasi, seorang calon mualaf tidak perlu menyiapkan sesuatu yang ribet atau apapun karena agama Islam pada dasarnya mempermudah.

Lalu, apa saja persyaratan untuk menjadi seorang mualaf? Berikut ini syarat administratif calon mualaf melansir dari berbagai sumber:

1. Bisa mendatangi KUA

Salah satu tugas KUA di tingkat kecamatan adalah melayani masyarakat yang ingin menjadi seorang mualaf. Untuk itu, calon mualaf cukup mengunjungi kecamatan tempat ia tinggal.

2. Membawa persyaratan administratif

Perlu digarisbawahi, bahwa untuk menjadi seorang mualaf, tidak membutuhkan biaya sepeser pun.

Calon mualaf hanya perlu membawa fotokopi kartu KTP/KK sebanyak 3 lembar dan pas foto berukuran 3X4 sebanyak 3 lembar, pernyataan masuk agama Islam bermaterai, dan tidak boleh ada paksaan.

3. Calon mualaf akan diberikan piagam

Setelah proses menjadi mualaf telah selesai, maka mualaf tersebut akan diberikan piagam pernyataan masuk Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) tempat ia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Ketika membaca kalimat syahadat, tentu calon mualaf tidak akan dibiarkan begitu saja. Petugas KUA akan membantu membimbing disertai dengan dua orang saksi.

Karena proses yang sangat mudah tersebut, maka menjadi mualaf tidak mempunyai persyaratan apapun yang memberatkan.

Selain KUA, masjid atau tempat lain yang pantas juga dapat digunakan, seperti masjid ataupun pesantren dan sebagainya. Salah satu contohnya adalah artis Tanah Air Deddy Corbuzier yang mengucapkan dua kalimat syahadat di Pondok Pesantren Ora Aji, Yogyakarta.

Di balik pemberitaan artis yang akhirnya menjadi mualaf, selalu ada cerita yang inspiratif di baliknya. Salah satu kisah inspiratif artis sebelum menjadi mualaf dapat dibaca di sini.

(nwy/nwy)