7 Kewajiban dan Perintah Menyayangi Anak Yatim
Agama Islam sangat memerhatikan keberadaan anak yatim. Bahkan, ada kewajiban dan perintah kepada anak yatim untuk disayangi serta diperhatikan betul.
Allah SWT dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman mengenai anak yatim
Arab: فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latin: fid-dun-yā wal-ākhirah, wa yas`alụnaka 'anil-yatāmā, qul iṣlāḥul lahum khaīr, wa in tukhāliṭụhum fa ikhwānukum, wallāhu ya'lamul-mufsida minal-muṣliḥ, walau syā`allāhu la`a'natakum, innallāha 'azīzun ḥakīm
Artinya: Tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, "Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!" Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Sedangkan, berbuat baik kepada anak yatim akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Yang dimaksud anak yatim sendiri adalah anak-anak yang ayahnya telah meninggal dunia.
Sebab, dalam hadits riwayat Abu Daud, dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak lagi disebut yatim anak yang sudah bermimpi (baligh)." (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib).
Selain itu, dalam ayat lain dijelaskan anak yatim adalah anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan bukan tidak memiliki ayah saja. Lantas, bagaimana Allah SWT menjelaskan kewajiban dan perintah menyayangi anak yatim?
Baca penjelasan perintah dan kewajiban kepada anak yatim DI SINI ya!
(pay/erd)










































