Doa Berpakaian dan Adabnya Sesuai dalam Agama Islam

Lusiana Mustinda - wolipop Kamis, 25 Feb 2021 14:40 WIB
muslim mother help her young daughter to put the scarf on before pray Foto: iStock
Jakarta -

Doa berpakaian perlu dibaca saat kita hendak mengenakannya. Tak hanya doa, umat muslim juga perlu memperhatikan adab-adab yang baik dalam berpakaian.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 31:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan umat muslim untuk menutup aurat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Araf ayat 26:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat."

Dikutip dalam buku 'Minhajul Muslim' oleh Syaikh Abu Bakar Jabar Al-Jazairi disebutkan beberapa adab dalam berpakaian:

1. Tidak mengenakan pakaian sutra sama sekali, bak kain, sorban atau lain-lain. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

"Jangan kenakan pakaian sutra, karena orang yang mengenakannya di dunia tidak akan mengenakannyadi akhirat." (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Libas, 25 dan Muslim, Kitab Al-Libas, 11, 12).

2. Tidak memanjangkan kain, celana panjangnya, burnus ataupun atau selendangnya hingga melewati mata kaki.

3. Lebih mengutamakan pakaian berwarna putih daripada warna lain sambil memandang bahwa pakaian berwarna apa saja dibolehkan, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

"Kenakan pakaian berwarna putih karena itu lebih bersih dan lebih bagus. Kafanilah orang yang mati di antara kalian dengan warna putih." (HR. An-Nasai, Kitab Al-Jana'iz, 38).

4. Muslimah memanjakan pakaiannya hingga menutupi kakinya dan menurunkan kerudungnya dari atas kepalanya hingga menutupi tengkuk, leher dan dadanya.

Allah SW berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 59:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya: "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab: 59)

5. Tidak memakai cincin emas, berdasarkan sabda Rasulullah SAW tentang emas dan sutra, "Sesungguhnya dua barang ini haram bagi umatku yang laki-laki."

6. Tidak mengapa seorang muslim mengenakan cincin perak atau mengukirkan namanya pada cincin itu dan menggunakannya sebagai stempel guna mencap-surat-surat dan tulisan-tulisannya serta menandatangani surat-surat berharga dan sebagainya.

7. Tidak menyelubungi kain pada tubuh tanpa ada celah untuk mengeluarkan tangan, karena Nabi SAW melarang hal itu. Begitu pula tidak berjalan dengan memakai hanya satu alas kaki.

Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan memakai satu sandal saja. Hendaklah dia menanggalkan keduanya atau memakai keduanya." (HR. Al-Bukhari)

8. Muslim tidak boleh mengenakan pakaian muslimah dan muslimah tidak boleh mengenakan pakaian muslim, karena hal itu diharamkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

"Allah melaknat para laki-laki yang menyerupai perempuan dan para perempuan yang menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Libas, 62 dan Abu Dawud, Kitab Al-Adab, 53).

9. Apabila memakai alas kaki maka dimulai dari kaki kanan, apabila melepasnya maka dimulai dari kaki kiri.

10. Dalam mengenakan pakaian, dimulai dari tangan kanan.

Doa Berpakaian dan Artinya

1. Doa berpakaian
Berikut doa memakai pakaian seperti dikutip dari buku Kumpulan Doa dari Al Quran dan As Sunnah yang Shahih karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

"Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan kepadaku pakaian ini dan yang telah memberikan rizki pakaian ini kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku." (HR. Abu Dawud).


2. Doa Melepas Pakaian
Apabila melepas baju kita harus membaca seperti dikutip dari buku berjudul Doa & Adab Sehari-hari oleh Fatimah Azzahra:

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

Bismillaahilladzii laa ilaaha illaa huwa
Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia."

Itulah adab dan doa berpakaian yang bisa kamu ikuti untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW.



Simak Video "Nurul si Pendongeng Cantik - Sunsilk Hijab Hunt 2019 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)