Meraih Sukses Dunia Akhirat dengan Doa, Ikhtiar dan Tawakal

Lusiana Mustinda - wolipop Rabu, 02 Sep 2020 08:01 WIB
Silhoutte of muslim woman praying during fasting holy month of ramadan Sukses Dunia Akhirat. Foto: iStock
Jakarta -

Muhammad Syafie el-Bantanie dalam 'Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah' menyebutkan bahwa doa adalah senjata yang ampuh untuk berjuang meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Selain doa, ikhtiar dan tawakal juga jadi paduan yang berkaitan satu dengan yang lainnya.

Sehingga kolaborasi antara doa, ikhtiar dan tawakal juga harus dilakukan secara bersamaan. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan 'bismillah' (menyebut nama Allah SWT), maka (pekerjaan tersebut) akan terputus (dari keberkahan Allah SWT)." (HR. Abdul Qadir ar-Rahawi).

Selain membaca bismillah, berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi kunci kesuksesan dunia akhirat:

1. Doa

Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa yang dipanjatkan umat manusia. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, surat Al Mukmin ayat 60, Allah SWT berfirman:


وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Al-Mukmin: 60).

Nu'man bin Basyir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah ibadah" (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

Sesorang yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT, secara tidak langsung berarti enggan beribadah (menyembah) kepada Allah. Orang semacam ini akan diancam untuk dimasukkan ke dalam neraka.

2. Ikhtiar


Jika seseorang ingin mengubah nasibnya, maka yang harus dilakukan adalah ikhtiar atau usaha.

Dalam al-qur'an surah ar-Rad ayat 11 disebutkan bahwa:

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ


Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. ar-Rad: 11)

3. Tawakal


Dalam buku 'Tawakal Bukan Pasrah' oleh H. Supriyanto, Lc.,M.S.I menjelaskan tawakal adalah paduan antara upaya kita dan kepasrahan Allah SWT. Imam Al-Ghazali mengajarkan kepada kita bahwa tawakal itu dapat ditempatkan pada tiga hal diantaranya dalam bagian atau nasib kita sebagai manusia, masalah pertolongan dan masalah rezeki dan kebutuhan hidup.

Allah SWT berfirman dalam surah Yusuf: 67:

"Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri."

Pelajaran Nabi Yakub kepada putra-putranya adalah bahwa mereka harus berusaha sepenuh hati dalam mengejar keinginannya. Tetapi juga harus diikuti dengan kesadaran penuh bahwa kendali semuanya ada di tangan Allah SWT.

Selain ayat tersebut, Allah SWT juga menjelaskan hikmah tawakkal dalam firman-Nya yang lain:

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. ath-Thalaaq: 3).





Simak Video "Kisah Sukses Pengrajin Miniatur Kapal Pinisi"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)