Muhasabah, Pengingat untuk Selalu Memperbaiki Diri

Lusiana Mustinda - wolipop Rabu, 26 Agu 2020 08:35 WIB
Silhoutte of muslim woman praying during fasting holy month of ramadan Muhasabah. Foto: iStock
Jakarta -

Muhasabah artinya perenungan diri untuk menghitung apa yang telah kita lakukan sebelum Allah SWT menghisab amal kita pada Hari Pembalasan. Begitu disebut dalam buku 'Manajemen Muhasabah Diri' oleh Saifuddin Bachrun.

Merenung, mengintrospeksi, mawas diri dan kemudian melakukan perbaikan dan meningkatkan prestasi serta perilaku semaksimal mungkin. Tuntunan Allah SWT menjadi dasar seseorang melakukan muhasabah.

Dalam Al-qur'an Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr (59): 18 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Selain itu, Rasulullah SAW pernah bersabda,

"Bahagialah orang yang sibuk memperhatikan aib diri sendiri ketimbang memperhatikan aib-aib orang lain." (HR Al-Tirmidzi dan Ibn Majah).

Muhasabah merupakan salah satu sifat seorang muslim yang bertaqwa. Dan hasil dari kita bermuhasabah diri adalah taubat. Allah SWT maha menerima taubat. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits riwayat Muslim berikut ini:

Diriwayatkan dalam hadits Imam Muslim nomor 2703 dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya, maka Allah akan menerima taubatnya."

Maka dari itu sebagai seorang muslim tentu sebaiknya kita sering-sering bermuhasabah dan bertaubat. Untuk mendapatkan keridha-an Allah SWT.





Simak Video "Nurul si Pendongeng Cantik - Sunsilk Hijab Hunt 2019 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)