Bisnis Baju Lebaran

Tantangan Jual Baju Lebaran Saat Corona

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 10 Mei 2020 17:01 WIB
Koleksi busana Cynthia Mahendra di Jakarta Fashion Week 2017. Senayan City. Jakarta. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Jakarta -

Salah satu sektor usaha yang terkena imbas pandemi Corona adalah industri fashion. Desainer dan pelaku bisnis fashion mau tak mau harus menutup toko atau butik mereka yang berada di mall. Mereka pun harus memutar otak agar bisa tetap bertahan. Apalagi saat ini menjelang Idul Fitri di mana pada tahun sebelumnya pesanan busana melimpah. Namun karena adanya pandemi Corona yang membuat Lebaran ini beda dari tahun-tahun sebelumnya, binis baju Lebaran pun tak seramai dulu. Meski demikian para desainer dan pebisnis fashion tak pantang menyerah, mereka tetap merilis koleksi baju Lebaran 2020 dalam berbagai model.

Lantas apa saja tantangan para desainer dan pebisnis fashion dalam menjual baju Lebaran di tengah Corona? Wolipop mencari tahu jawabannya dengan berbincang bersama sejumlah desainer dan pelaku bisnis fashion tanah air.


Menurut Istafiana Candarini, Director & Founder of Kami tantangan bisnis baju Lebaran kali ini lebih ke teknis untuk bagian produksi. "Tantangannya lebih ke segi teknis untuk produksi, seperti pengiriman bahan dari pabrik karena ada aturan PSBB jd sedikit terhambat. Kemudian aturan di masing-masing daerah berbeda, jadi beberapa cabang Kami ada yang masih bisa dan diperbolehkan untuk buka toko, tapi ada juga daerah yang harus dibatasi dulu kontak fisik jadi hanya bisa melalui online. Ini menjadi tantangan buat Kami dan partner Kami di daerah untuk bisa memaksimalkan platform penjualan online," kata Istafiana Candarini baru-baru ini.

Hal berbeda disampaikan Zyta Delia Rahma dan kakak kandungnya Achmad Ziki R.H selaku pendiri brand Zyta Delia Official. Merilis koleksi baju Lebaran 2020 di tengah Corona, membuat mereka memaksimalkan budget yang ada dan gencar melakukan promosi.

Cynthia MahendraCynthia Mahendra Foto: dok. pribadi Cynthia Mahendra



"Seperti kita tahu di masa pandemi ini mau melakukan promosi seperti apapun pasti ada ketidakpastian mengenai bagaimana menarik customer, jadi akhirnya kami sangat melakukan mitigasi risiko akan setiap langkah yang akan diambil, baik mengenai produksi hingga promosinya kepada customer," jelas Achmad Ziki R.H atau biasa akrab disapa Iki itu.

Sementara itu menurut pemilik brand busana muslim syari, Jawhara Syari, Cynthia Mahendra, meskipun pandemi Corona ini menjadi tantangan tersendiri, dia tetap optimistis busana karyanya akan tetap dicari konsumen untuk Lebaran. "Aku tetap berkarya dan berkreativitas. Jangan patah semangat. Jangan khawatir kehilangan konsumen, Insya Allah pandemi ini akan segera berakhir," kata Cynthia.


Sama seperti Cynthia, perancang busana dan pembawa acara, Ivan Gunawan juga tak mau berputus asa meski bisnis fashion khususnya baju Lebaran terhadang Corona. Ivan pun berbagi tips bagaimana menghadapi tantangan bisnis fashion di tengah Corona.

"Tipsnya ada dua, pertama kita masih diberi usia untuk tidak pernah putus asa jadi harus bersyukur. Kedua kita harus kreatif menjadikan situasi ini bukan sebagai kendala namun menjadi oportunity bagi kita untuk belajar strategi baru dalam berbisnis," ungkap Ivan kepada Wolipop.



Simak Video "Tips Memadu Padankan Batik untuk Hari Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)