Bisnis Baju Lebaran

Ini Dampak Corona Pada Bisnis Baju Lebaran di Indonesia

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 10 Mei 2020 03:30 WIB
Koleksi Terbaru Ria Miranda di Fashion Nation 2020 Foto: instagram @riamiranda
Jakarta -

Pandemi COVID-19 mempengaruhi daya beli masyarakat menjadi berkurang khususnya dalam hal baju Lebaran. Jika tahun-tahun sebelumnya baju Lebaran adalah barang wajib dibeli, kini dengan adanya Corona dan aturan Lebaran di rumah saja, busana Idul Fitri pun tak lagi menjadi kebutuhan.

Sejauh mana dampak Corona pada bisnis baju Lebaran para desainer Indonesia? Pemilik brand busana muslim yang produknya kerap diserbu pembeli di Instagram, Zyta Delia, yaitu Zyta Delia Rahma dan kakak kandungnya Achmad Ziki R.H mengatakan jika pandemi COVID-19 ini mempengaruhi penjualan produknya.

"Tidak dapat dipungkiri pandemik ini memang secara langsung mempengaruhi penjualan bagi produk produk terbaru yang berharga normal. Penurunan sekitar 20-25%. Namun terkait ini kami memang sudah mempersiapkan keadaan ini dari awal tahun semenjak isu Corona sudah mulai ada di dunia" tutur Iki kepada Wolipop baru-baru ini.

Zyta Delia Rahma dan Achmad Ziki R.HZyta Delia Rahma dan Achmad Ziki R.H Foto: Instagram @zytadeliarahma

Penurunan penjualan koleksi Lebaran juga diraskan oleh brand Kami. Kami sendiri dikenal sebagai salah satu brand busana muslimah yang model baju Lebarannya selalu dinanti konsumen. Pada tahun-tahun sebelumnya, model baju Lebaran Kami cepat sold out.

"Tentu untuk penjualan dari segi angka mengalami penurunan, namun Kami tetap berusaha untuk bagaimana penjualan di situasi seperti ini tidak hanya berfokus kepada angka, namun juga fokus kepada bagaimana penjualan Kami bisa juga memberikan value, benefit dan kontribusi untuk mereka yang membutuhkan," kata Founder & Creative Director of Kami, Nadya Karina.

Nadya menambahkan Kami merasa beruntung karena mereka memiliki konsumen setia. "Banyak di antara loyal customer Kami yang sudah menantikan kehadiran koleksi Raya Kami. Antusiasme ini menjadi semangat bagi Kami sebagai brand untuk menghadirkan koleksi yang terbaik untuk customer," ujarnya.

Begitu pula menurut perancang busana Indria Miranda atau yang akrab dikenal dengan Ria Miranda. Ria Miranda yang koleksi busana muslimnya sering sold out juga merasakan penurunan penjualan saat pandemi COVID-19. Meski demikian Ria tetap optismistis dengan bisnis baju Lebarannya.

"Trend sales 2 bulan terakhir Maret - April memang menurun secara umum. Tantangannya itu sekarang Lebaran tinggal 24 hari lagi, dimana aku prediksi di sini masih bisa ada pertumbuhan. Tapi biar optimis ya, jika Q1 2020 dibandingkan Q1 2019 justru ada peningkatan 4%," papar Ria yang merilis koleksi baju Lebaran bertajuk Nagari.

ria mirandaria miranda Foto: instagram @riamiranda

Optimistis meski mengalami penurunan penjualan juga dilakukan desainer Ayu Dyah Andari yang dikenal lewat koleksinya By Ayu Dyah Andari. Agar keoptimisannya itu berbuah manis, dia pun melakukan berbagai macam strategi.

"Kita harus tetap optimis ya dan ngelakuin berbagai macam cara, promo, diskon untuk barang-barang lama, menjaga penjualan di hari raya Lebaran. Nah penjualannya pasti mengalami penurunan dibandingin yang dulu, kalau dulu kan aku ada offline store di The Lady, dan juga biasanya ada bazar Ramadhan di Kota Kasablanca dan lain-lain. Ketika pandemi begini kan tidak ada pemasukan offline store, semuanya mengandalkan online memalui Instagram Ayudyahandari dan Instagram aku sendiri," ucap Ayu Dyah yang koleksi busananya kerap dipakai selebriti mulai dari Laudya Cynthia Bella hingga Cut Meyriska.

koleksi Ayu Dyah Andari di MUFFEST 2020koleksi Ayu Dyah Andari di MUFFEST 2020 Foto: Mohammad Abduh/Wolipop


Simak Video "Tips Memadu Padankan Batik untuk Hari Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)