Bisnis Baju Lebaran

Jual Baju Lebaran di Tengah Corona Laku Nggak Ya? Ini Kata Para Desainer

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 09 Mei 2020 10:43 WIB
Baju Lebaran 2020 Ria Miranda Foto: Dok. RiaMiranda
Jakarta -

Tradisi lebaran dari tahun ke tahun biasanya menjadi ladang atau sarana untuk para desainer dan pebisnis fashion merilis koleksi Lebaran. Apakah kamu juga yang termasuk mempersiapkan baju lebaran untuk dikenakan di hari raya nanti?

Namun karena adanya virus Corona ini bisa jadi baju Lebaran bukan lagi menjadi kebutuhan di saat ini. Lantas bagaimana para desainer fashion dalam merilis model baju Lebaran mereka? Wolipop pun berbincang dengan sejumlah desainer Indonesia mengenai bisnis baju Lebaran 2020 di tengah pandemi Corona.

Desainer yang mempunyai ciri khas motif yang feminim dan warna pastel, Ria Miranda mengaku tetap merilis koleksi Lebaran 2020 meski saat ini virus Corona menghantam perekenomian Indonesia. Ria Miranda meluncurkan model baju Lebaran bertema Nagari dengan sentuhan kampung halamannya Padang untuk mengobati rindunya karena tidak bisa mudik. Dia juga berkolaborasi dengan brand Cottonink, merilis koleksi Lebaran 2020.

"Inspirasi Nagari memang sebuah kerinduanku sama kampung halaman, tahun ini kan nggak boleh mudik. Koleksinya memakai motif tenun Sumbar yang sudah menjadi ciri khas brand RiaMiranda dari 2012 dengan nama kampanye Minang Heritage, jadi ini selalu ditunggu dan bisa punya investment value," ungkap Ria Miranda kepada Wolipop pada (2/5/2020).

Ria meyakini meski saat ini orang Indonesia akan menghabiskan Lebaran di tengah pandemi Corona, kebutuhan baju Lebaran tetap ada. Meski memang diakuinya penjualan baju Lebaran di 2020 tak setinggi 2019.

ria mirandaria miranda Foto: instagram @riamiranda

"Kondisi market karena pandemi ini sebenarnya masih ada, tapi menurun karena harus memilih prioritas. Karena di rumah aja ada alokasi biaya yang tidak keluar dan orang masih ingin tetap ada di social media, mereka juga perlu outfit baru agar tetap relevan. Ini juga bisa sebagai cara menyenangkan diri disaat kondisi pandemi, supaya mental sehat," ujarnya.

Keoptimisan yang sama juga disampaikan brand fashion Zyta Delia yang dikenal sukses berbisnis busana muslim online. Menurut pendiri brand tersebut, Zyta Delia Rahma dan business development advisor di ZytaDelia Official, A. Ziki, brand mereka memiliki konsumen setia yang di tengah pandemi ini pun tetap membeli produk mereka.

Founder & Creative Director of Kami, Nadya Karina, mengungkapkan hal senada, baju Lebaran tetap dicari oleh masyarakat Indonesia meski saat ini sedang ada Corona. Hanya saja memang permintaannya tidak sesignifikan 2019.

"Demand untuk baju Lebaran sendiri masih ada meskipun tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya di kondisi normal," kata Nadya kepada Wolipop.

kamikami Foto: instagram @candarini

Tidak terlalu tingginya penjualan baju Lebaran 2020 ini juga dirasakan desainer Ayu Dyah Andari. Ayu Dyah sendiri baru saja merilis koleksi baju Lebaran berkolaborasi dengan influencer hijab Indah Nada Puspita.

"Bisnis baju Lebaran di tengah pandemi tidak sekencang atau sebanyak Lebaran tahun lalu, tapi alhamdulillah teman-teman customer pada mau belanja dan memang baju yang lebih simpel lebih banyak laku," katanya saat diwawancara Wolipop via telepon.

ayudyahBaju muslimah Ayu Dyah Andari. Foto: Instagram

Sementara itu desainer Ivan Gunawan menerapkan strategi berbeda dalam merilis koleksi busana untuk Hari Raya. Ivan baru saja merilis koleksi premium yang menurutnya setara dengan busana dari brand dunia. Disebut berbeda karena pembawa acara Brownis itu meluncurkan busana yang tidak hanya bisa dipakai untuk Lebaran, tapi juga hari istimewa lainnya.

"Setiap orang membeli baju saya bukan sekedar dipakai untuk Lebaran. Banyak yang menjadikan busana karya saya sebagai koleksi mereka, jadi bisa dipakai kapan saja tanpa terkait Lebaran," ujar Ivan Gunawan saat dihubungi oleh Wolipop baru-baru ini.





Simak Video "Tips Memadu Padankan Batik untuk Hari Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)