Deretan Doa Mohon Diberi Keturunan yang Saleh Menurut Al Quran

Niken Widya Yunita - wolipop Rabu, 05 Feb 2020 05:30 WIB
Foto: istock/Deretan Doa Mohon Diberi Keturunan yang Saleh Menurut Al Quran Foto: istock/Deretan Doa Mohon Diberi Keturunan yang Saleh Menurut Al Quran
Jakarta -

Salah satu tujuan berumah tangga adalah mendapatkan keturunan yang saleh dan salihah. Di dalam Al Qur'an ada beberapa ayat yang bisa diamalkan sebagai doa memohon diberi keturunan yang saleh.

Dikutip dari buku 'Kumpulan Do'a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih' karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, berikut deretan doa memohon diberi keturunan yang saleh diambil dari ayat Al Quran:

1. Surat Al Anbiya ayat 89


وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ - ٨٩


"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, 'Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik".


Maksud ayat di atas berdasarkan situs Kementerian Agama yakni Allah mengarahkan perhatian Nabi Muhammad saw dan umatnya kepada kisah Nabi Zakaria. Karena ia tidak mempunyai anak, maka ia merasa kesepian dan tidak mempunyai seorang pun keturunan yang akan menggantikan dan melanjutkan perjuangannya bila ia telah meninggal dunia. Sebab itu ia berdoa kepada Allah agar Dia tidak membiarkannya hidup tanpa keturunan. Pada akhir ayat ini disebutkan ucapan Nabi Zakaria setelah ia mengucapkan doanya itu. Lalu ia berkata, "Dan Engkau adalah ahli waris yang paling baik?" Maksudnya ialah bahwa apabila Allah menghendaki tidak akan menganugerahkan keturunan kepadanya, maka ia pun rela dan tidak berkecil hati, karena ia yakin bahwa Allah akan tetap memelihara agamanya, dan tidak akan menyia-nyiakan agamanya dan Allah tentu akan memilih orang yang paling tepat sebagai pengganti Zakaria setelah wafatnya. Kisah ini telah dibahas lebih luas dalam Surah Ali 'Imran dan Surah Maryam.


2. Surat Ali Imran ayat 38


هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ - ٣٨


Artinya: Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."


Pada ayat ini dipaparkan cerita seputar keluarga Zakaria dan keluarga Imran. Di antara keduanya terjalin hubungan yang sangat erat, dalam rangka mengemukakan keutamaan keluarga Imran.


Tatkala Zakaria melihat kemuliaan dan martabat yang begitu tinggi pada Maryam di hadapan Allah, timbullah keinginannya untuk mempunyai seorang anak serupa dengan Maryam dalam kecerdasan dan kemuliaannya di sisi Allah. Walaupun Zakaria mengetahui bahwa istrinya adalah seorang perempuan yang mandul dan sudah tua, namun dia tetap mengharapkan anugerah dari Allah.


Di dalam mihrab tempat Maryam beribadah, Zakaria memanjatkan doa kepada Allah, semoga Dia berkenan menganugerahkan kepadanya seorang keturunan yang saleh, dan taat mengabdi kepada Allah. Doa yang timbul dari lubuk hati yang tulus dan penuh kepercayaan kepada kasih sayang Allah yang Maha Mendengar dan memperkenankan segala doa, maka segera doanya dikabulkan Allah. Nabi Zakaria lalu dikaruniai seorang anak bernama Nabi Yahya.

Selanjutnya
Halaman
1 2