Ini Diana Nurliana, Desainer Bercadar yang Pamer Karya di Amerika Serikat

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 09 Nov 2019 11:16 WIB
Diana Nurliana, desainer bercadar yang sukses pamer karya di AS. Foto: instagram @diananurliana Diana Nurliana, desainer bercadar yang sukses pamer karya di AS. Foto: instagram @diananurliana

Jakarta - Diana Nurliana, desainer bercadar ini sudah memamerkan karyanya di ajang Indonesia Fashion Week hingga Jakarta Fashion Week. Diana sukses dikenal sebagai desainer hijab dengan labelnya Kara Indonesia dan Taqiya.

Wanita asal Cianjur bisa dibilang sebagai desainer pertama yang selalu memakai niqab dalam kegiatan sehari-harinya. Perjalanan Diana sendiri dalam memakai niqab atau cadar dimulai sepulang dari menunaikan ibadah umrah pada 2014.

"Pada saat itu ketertarikan dalam beragama dan berjilbab dari SMP. Lalu aku berpikir kehidupan kan kita kepengin setiap hari semakin sesuai dengan tujuan hidup. Apa sih tujuan hidup aku? Yaitu untuk kehidupan aku di akhirat kelak. Nah, dengan berdasarkan itu aku belajar untuk menuju ke sana, itu bagaimana sih? Nah menurut aku panutan yang paling bisa aku ikutin adalah para istrinya Rasulullah SAW dan para shahabiyah (Sahabat-sahabat Rasulullah SAW)," kata Diana saat ditemui Wolipop di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Desainer 35 tahun itu mengaku setelah memakai niqab bisa membawanya pada kebaikan. "Bisa menghindari hal-hal yang mungkin dulu sebelum aku berniqab, aku masih melakukan. Tetapi sesudah aku berniqab aku akhirnya tidak, itu untuk hal-hal yang negatif ya," ujarnya.

Diana Nurliana, desainer bercadar yang sukses pamer karya di ASDiana Nurliana, desainer bercadar yang sukses pamer karya di AS Foto: instagram @diananurliana


Diana mencontohkan soal aktivitas bersalaman. "Dengan aku berpenampilan seperti ini misalnya salaman, dulu masih masih bersalaman. Tetapi dengan kondisi aku seperti ini, laki-laki pun udah nggak salaman lagi sama aku. Aku lebih banyak intropeksi diri dan memperbaiki diri," jelas Diana yang selalu terlihat ramah dan hangat itu.

Selain itu, menurut wanita lulusan Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Islam As-Syafiiyah, salah satu kelebihan berniqab adalah tidak mungkin makan pakai tangan kiri. "Karena tangan kiri harus megang cadarnya. Jadi selalu ada kebaikan, memang di dalam sunnah itu pasti ada kejayaan. Kalau aku melihatnya begitu," ucapnya.



Sejak awal memutuskan memakai niqab, Diana mengatakan tidak merasa ada kesulitan berarti. Perjalanannya memakai cadar pun mendatangkan rezeki baru untuknya dengan berjualan cadar. Melalui labelnya Taqiya, dia merilis berbagai jenis cadar atau niqab yang bisa dipakai sesuai dengan aktivitasnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

"Kalau dulu mungkin dari occasion, kalau misalnya mau kondangan bagaimana ya? Karena waktu itu niqab kan warna hitam aja. Akhirnya aku inisiatif bikin warna. Karena untuk membaur dengan masyarakat juga," ucap Diana yang juga membuat desain niqab sesuai dengan acara tertentu.

Ini Diana Nurliana, Desainer Bercadar yang Pamer Karya di Amerika SerikatDiana Nurliana, desainer bercadar yang sukses pamer karya di AS. Foto: instagram @diananurliana


Pada Maret 2018, Diana nekat mengeluarkan niqab atau cadar berwarna yang pada saat itu tidak umum di kalangan niqabis. Kenekatan Diana ternyata berbuah manis. Produknya ini disambut dengan baik oleh para wanita Indonesia bercadar. Di awal peluncuran, 15 warna busana dan niqab berwarna dijual habis dalam waktu tiga jam saja.

Karier Diana sebagai desainer bercadar semakin melambung saat dia mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia untuk memamerkan karya di acara Islamic Society of North America yang digelar di Chicago, Amerika Serikat. Badan Ekonomi Kreatif yang memintanya membawa karyanya ke acara tersebut.



Diana mengaku awalnya sempat khawatir untuk memamerkan berbagai koleksi busana cadarnya di Amerika Serikat. Apalagi pada saat dia diundang, sedang ada pemilihan presiden di negeri Paman Sam. Namun ternyata kekhawatirannya tidak terbukti. Karya-karyanya bisa diterima di sana.

"Menurut aku kalau kitanya sudah merasa awkward dan aneh. Otomatis lingkungan juga akan menganggap kita aneh. Tetapi selama kitanya asik dan enjoy juga dalam koridor syariat Insya Allah semuanya akan baik-baik aja," katanya seraya tersenyum.

Simak Video "Benda Harian Disulap Jadi Gaun Ciamik, Seperti Apa Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)