Kisah Indadari dan Cadar, Rela Dipanggil 'Batman' Demi Jalankan Sunah Nabi
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Sabtu, 09 Nov 2019 09:01 WIB
Jakarta
-
Cadar adalah sejenis kain yang digunakan untuk menutupi wajah (bagi wanita) yang dalam bahasa Arab artinya Niqab. Niqab banyak dipakai wanita di negara-negara Arab sekitar Teluk Persia seperti Arab Saudi, Yaman, Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, dan Uni Emirat Arab. Jenis pakaian ini juga biasa di Pakistan.
Cadar kini juga mulai banyak dipakai wanita di Indonesia. Bahkan mereka yang bercadar juga memiliki komunitas yang aktif melakukan pertemuan untuk mengaji atau berbagi inspirasi lainnya. Indadari menjadi salah satu wanita yang mendirikan komunitas untuk wanita bercadar itu.
Perjalanan Indadari dengan cadar sendiri dimulai sejak 2014. Dia memutuskan memakai niqab setelah mengetahui lebih banyak soal hukum dari mengenakan pakaian tersebut.
"Begitu tahu bahwa memakai niqab hukum sunnah, lalu saya mengambil arti bahwa yang kalau dilakukan berpahala, kalau ditinggalkan itu rugi dan saya saya berpikir ketika saya pakai cadar setiap detik, ketika beraktivitas kan lumayan bisa menambah pahala saya dan mengurangi dosa-dosa," kata pendiri komunitas Niqab Squad itu saat berbincang dengan Wolipop di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (5/11/2019).
Indadari mengaku saat awal memakai niqab ia mengalami beberapa kesulitan. Mulai belum terbiasa makan dengan memakai cadar hingga sempat diragukan oleh keluarganya.
"Makan aja susah dan masih penyesuaian karena tadinya kan nggak bercadar. Keluarga juga sempat nanyain nanti susah lho kalau ini itu, nanti disangka teroris," katanya.
Pada saat itu, wanita yang akrab disapa Inda tersebut berusaha meyakinkan keluarganya bahwa apa yang dilakukannya ini sesuai dengan syariat dari Nabi Muhammad SAW. Dia memberikan pengertian pada keluarga, tidak mungkin Allah dan Nabi Muhammad SAW membahayakan umatnya melalui syariatnya. "Alhamdulillah semuanya bisa menerima dan lancar," ujar wanita yang pernah menikah dengan komedian Caisar dan dikaruniai seorang anak itu.
Saat baru memakai cadar, Inda melakukan berbagai adaptasi. Awalnya dia belum konsisten bercadar. Setelah setiap hari mencoba, akhirnya dia merasa tidak nyaman jika keluar rumah tidak mengenakan sehelai kain penutup sebagian wajah itu.
"Sampai lama-lama kalau nggak pakai nggak enak dan sudah menjadi kebutuhan. Dan merasa ketika pakai cadar menjadi lebih terlindungi," ucapnya.
Keinginan bulat Indadari untuk memakai cadar tak semulus yang ia harapkan. Dia kerap mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang yang melihat penampilan barunya.
"Saya pernah saat pakai cadar diteriakin 'woy setan', anak kecil yang bilang. Dan kalau boncengan naik motor dibilang 'batman!!!!' karena saya kan hitam-hitamm" kenangnya sambil tertawa.
Indah menambahkan, ketika kasus bom mencuat di tanah air, wanita bercadar seperti dirinya pun menjadi sorotan publik. Pernah saat Inda berbelanja di minimarket, sekelilingnya menatapnya dengan tatapan yang aneh.
"Saya pernah masuk ke minimarket lalu orang-orang ngeliatin saya kayak gitu banget. Dan saya menyapa dan mereka sambil bingung. Saya berusaha lebih ramah. Karena ketika seseorang yang memakai cadar dia harus berusaha dua kali lebih ramah daripada yang berhijab," tuturnya.
(gaf/eny)
Cadar kini juga mulai banyak dipakai wanita di Indonesia. Bahkan mereka yang bercadar juga memiliki komunitas yang aktif melakukan pertemuan untuk mengaji atau berbagi inspirasi lainnya. Indadari menjadi salah satu wanita yang mendirikan komunitas untuk wanita bercadar itu.
Perjalanan Indadari dengan cadar sendiri dimulai sejak 2014. Dia memutuskan memakai niqab setelah mengetahui lebih banyak soal hukum dari mengenakan pakaian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu tahu bahwa memakai niqab hukum sunnah, lalu saya mengambil arti bahwa yang kalau dilakukan berpahala, kalau ditinggalkan itu rugi dan saya saya berpikir ketika saya pakai cadar setiap detik, ketika beraktivitas kan lumayan bisa menambah pahala saya dan mengurangi dosa-dosa," kata pendiri komunitas Niqab Squad itu saat berbincang dengan Wolipop di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (5/11/2019).
Foto: Gresnia Arela/Wolipop |
Indadari mengaku saat awal memakai niqab ia mengalami beberapa kesulitan. Mulai belum terbiasa makan dengan memakai cadar hingga sempat diragukan oleh keluarganya.
"Makan aja susah dan masih penyesuaian karena tadinya kan nggak bercadar. Keluarga juga sempat nanyain nanti susah lho kalau ini itu, nanti disangka teroris," katanya.
Pada saat itu, wanita yang akrab disapa Inda tersebut berusaha meyakinkan keluarganya bahwa apa yang dilakukannya ini sesuai dengan syariat dari Nabi Muhammad SAW. Dia memberikan pengertian pada keluarga, tidak mungkin Allah dan Nabi Muhammad SAW membahayakan umatnya melalui syariatnya. "Alhamdulillah semuanya bisa menerima dan lancar," ujar wanita yang pernah menikah dengan komedian Caisar dan dikaruniai seorang anak itu.
Saat baru memakai cadar, Inda melakukan berbagai adaptasi. Awalnya dia belum konsisten bercadar. Setelah setiap hari mencoba, akhirnya dia merasa tidak nyaman jika keluar rumah tidak mengenakan sehelai kain penutup sebagian wajah itu.
"Sampai lama-lama kalau nggak pakai nggak enak dan sudah menjadi kebutuhan. Dan merasa ketika pakai cadar menjadi lebih terlindungi," ucapnya.
Keinginan bulat Indadari untuk memakai cadar tak semulus yang ia harapkan. Dia kerap mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang yang melihat penampilan barunya.
"Saya pernah saat pakai cadar diteriakin 'woy setan', anak kecil yang bilang. Dan kalau boncengan naik motor dibilang 'batman!!!!' karena saya kan hitam-hitamm" kenangnya sambil tertawa.
Indah menambahkan, ketika kasus bom mencuat di tanah air, wanita bercadar seperti dirinya pun menjadi sorotan publik. Pernah saat Inda berbelanja di minimarket, sekelilingnya menatapnya dengan tatapan yang aneh.
"Saya pernah masuk ke minimarket lalu orang-orang ngeliatin saya kayak gitu banget. Dan saya menyapa dan mereka sambil bingung. Saya berusaha lebih ramah. Karena ketika seseorang yang memakai cadar dia harus berusaha dua kali lebih ramah daripada yang berhijab," tuturnya.
(gaf/eny)
Olahraga
Dunlop ATP Viper Dry Overgrip, Solusi Genggaman Raket Stabil & Anti Slip
Home & Living
LG NanoCell 43 Inch, Smart TV 4K dengan AI untuk Semua Kebutuhan
Health & Beauty
Skintific Instant Glowing Serum Spray, Solusi Kulit Cerah dalam 3 Detik
Olahraga
NIKE Vapor Pro 3, Sepatu Tenis Ringan untuk Pemain Agresif
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Brand Hijab Buttonscarves hingga Benang Jarum Gelar Amal Saat Ramadan
Viral Pria Jahit Sendiri 30 Baju Lebaran, Penampilannya Ziarah Jadi Sorotan
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
Most Popular
1
Potret Pernikahan Keturunan Konfusius ke-46 dengan Sosialita yang Jadi Sorotan
2
Viral Aktris Thailand Ngaku Dilecehkan Petugas Medis Saat Sesak Napas
3
Zendaya Ungkap Momen 'Sweet' Saat Tahu Tom Holand adalah 'The One'
4
Beda Kepribadian Aries Maret dan Aries April, Ternyata Karakternya Tak Sama
5
Sinopsis The Book of Eli, Hadir di Bioskop Trans TV Hari Ini
MOST COMMENTED












































Foto: Gresnia Arela/Wolipop