Jadi Minoritas, Hijabers Keturunan Afrika Mendobrak Lewat Karya Seni

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 10 Sep 2019 14:40 WIB
Munira Yussuf saat di Top of the Rock NYC. Foto: Instagram @munirayussuf Munira Yussuf saat di Top of the Rock NYC. Foto: Instagram @munirayussuf

Jakarta - Munira Yussuf yang berusia 25 tahun ini adalah seorang seniman dan ilustrator dari Stockholm, Swedia. Ia menggunakan kesenian sebagai representasi Muslim kulit hitam Afrika yang tinggal di tengah masyarakat yang didominasi kulit putih.

"Saya mencinta seni dan mulai menggambar sejak masih kecil. Rasa cinta saya pada desain grafis dan ilustrasi dimulai ketika saya memiliki komputer pertama saya pada usia 12 tahun, mendesain situs web offline saya menggunakan program seperti Microsoft FrontPage dan Adobe DreamWeaver. Saya mulai meneruskan hobi saya pada dunia seni pada 2012 dan semenjak itu saya mulai berkembang," ucapnya saat dikutip dari laman Boredpanda.

Munira mengaku tidak memiliki latar belakang akademis di bidang kesenian. "Percayalah, saya pernah mencoba melamar untuk masuk ke sekolah seni tetapi tidak pernah diterima. Setelah bertahun-tahun mencoba, saya akhirnya memutuskan untuk menuntut ilmu jurusan Kesejahteraan Sosial dan itu mungkin salah satu keputusan terbaik yang saya buat sejauh ini dalam hidup," katanya lagi.

Jadi Minoritas, Hijabers Keturunan Afrika Mendobrak Lewat Karya SeniFoto: Instagram

Hijabers ini menuturkan bahwa ia tidak perlu pergi ke sekolah terbaik untuk menjadi seorang seniman. Cukup baginya berada di rumah, di zona nyamannya, dan hanya dengan leluasa menggambar. Dia mendapatkan ilmu menggambar dari menonton tutorial yang ada di internet.

Ciri khas dari desain gambar Munira adalah pilihan warna cerah dan desain yang unik. Kurangnya seni yang bisa mewakili dirinya sebagai seorang muslim kulit hitam yang menginspirasinya membuat gambar-gambar tersebut.

"Di negara saya Swedia, saya tidak punya orang yang bisa menghargai saya sebagai seorang wanita Muslim keturunan Afrika Timur. Tidak ada banyak yang berbicara tentang seni kepada saya, menceritakan kisah saya atau bahkan menyoroti keberadaan saya," ujarnya.

Jadi Minoritas, Hijabers Keturunan Afrika Mendobrak Lewat Karya Seni
Foto: Instagram munirayussuf


Munira menambahkan bahwa ia ingin menciptakan sebuah dunia untuk orang-orang sepertinya. Dunia tersebut khususnya untuk anak perempuan muslim yang memakai hijab atau gadis kulit hitam yang tidak melihat diri mereka melihat ke dalam seni karena kurangnya representasi orang dengan kulit berwarna di media mainstream.

"Bagi saya itu penting untuk menunjukkan identitas melalui karya seni saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa! Kita bisa! Kita semua yang berkali-kali terbatas, dikurangi dan dimasukkan ke dalam lingkup yang sempit. Saya ingin mematahkan stereotip, dan saya ingin menginspirasi banyak orang yang takut mengejar impian mereka. Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mampu membuat hidup melalui seni. Hari ini saya bangga untuk mengatakan bahwa saya berhasil tanpa latar belakang akademis dan bahwa saya akan terus tumbuh di dunia seni," jelas Munira.

Berkat tekad dan kerja kerasnya, kini Munira sering menjadi pembicara di acara talkshow, menggelar karya seni ciptaannya, menjadi cover majalah, dan berkeliling dunia karena bakat yang ia miliki. Lewat akun Instagramnya @munirayussuf, ia banyak mendapat komentar positif yang mendukung kariernya.

[Gambas:Instagram]



"Yesssss sis! You doing amazing Masya Allah," tulis akun Instagram @maryanfoosmx.

"Munira! Itu adalah pekerjaan yang luar biasa," kata akun Instagram @ranakadry.

"Munira, kamu telah mengalihkan dunia kepadamu!!," tulis akun @ladone.qalinle.


Simak Video "Hijabers, Perhatikan 4 Bahan Pakaian Olahraga Kamu!"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)