Saat Grand Finalis Sunsilk Hijab Hunt Dihadapkan 4 Tantangan Ini
Robi Setiawan - wolipop
Rabu, 22 Mei 2019 08:35 WIB
Jakarta
-
Sunsilk Hijab Hunt 2019 memasuki tahapan Grand Final dengan 10 orang grand finalis. Sebelum malam puncak, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan selama karantinanya sejak 19-24 Mei 2019.
Salah satunya mengenai personal branding yang disampaikan Ardi Budiman dari Duta Bangsa. Menurut Ardi, peserta harus mulai mengenal potensi yang ada pada dirinya sebelum bisa dikenal banyak orang.
Dalam proses ini ia pun kembali mengingatkan adanya tantangan Volatility/rapuh, Uncertainty/ketidakpastian, Complexity/rumit, dan Ambiguity/rancu (VUCA). Menurutnya VUCA berlaku tidak hanya bagi perusahaan besar, namun juga setiap individu.
Agar lebih mudah dipahami ia mencontohkan tantangan ketidakpastian misalnya layanan Blackberry Messenger (BBM) yang mana pada awalnya dikagumi, hingga pada saatnya semakin tertinggal. Hal yang sama pun menurutnya berlaku untuk YouTube dan Instagram, namun dalam ketidakpastian yang positif.
Walau VUCA menjadi sebuah tantangan rumit, menurutnya setiap orang bisa mengatasi tantangan tersebut dengan beberapa modal. Salah satu modal penting yang bisa dipelajari adalah membangun dan menjaga jaringan atau silaturahmi.
"Perkuatlah silaturahmi, bangunlah jaringan di setiap hubungan sosial Anda. Ini yang paling wajib. Anda punya skill, keahlian, bakat, tapi kalau masyarakat tidak bisa menerima, percuma. Bangunlah dulu silaturahminya," kata Ardi, Selasa (21/5/2019).
Selanjutnya setelah silaturahmi, hal yang juga perlu disiapkan dalam personal branding adalah mengembangkan skill atau kemampuan dengan terus belajar hal baru.
"Tetaplah teman-teman belajar. Teman-teman masih muda. Sebelum teman-teman maju ke grand final baca dulu We Are Social," katanya memotivasi grand finalis.
Ia juga mengingatkan kepada para peserta untuk tetap original, jadi diri sendiri. Walaupun jadi diri sendiri, tetap harus bisa meyakinkan orang lain bahwa kita tetap berbeda dari orang lain dan memiliki sesuatu yang pantas dibanggakan.
Jika kemudian diri sudah yakin, baru lah bisa mulai membuat rencana dengan matang. Rencana tersebut meliputi jangka pendek dan jangka panjang, termasuk cara-cara meraih keberhasilan yang ada di dalamnya.
Tak kalah penting dalam menyusun rencana itu adalah memastikan keuntungan bisa dirasakan khalayak. Selain itu apa yang dikerjakan atau menjadi tujuan pun ditinjau kembali apakah memberikan/menawarkan solusi atau tidak. (mul/mpr)
Salah satunya mengenai personal branding yang disampaikan Ardi Budiman dari Duta Bangsa. Menurut Ardi, peserta harus mulai mengenal potensi yang ada pada dirinya sebelum bisa dikenal banyak orang.
Dalam proses ini ia pun kembali mengingatkan adanya tantangan Volatility/rapuh, Uncertainty/ketidakpastian, Complexity/rumit, dan Ambiguity/rancu (VUCA). Menurutnya VUCA berlaku tidak hanya bagi perusahaan besar, namun juga setiap individu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar lebih mudah dipahami ia mencontohkan tantangan ketidakpastian misalnya layanan Blackberry Messenger (BBM) yang mana pada awalnya dikagumi, hingga pada saatnya semakin tertinggal. Hal yang sama pun menurutnya berlaku untuk YouTube dan Instagram, namun dalam ketidakpastian yang positif.
Walau VUCA menjadi sebuah tantangan rumit, menurutnya setiap orang bisa mengatasi tantangan tersebut dengan beberapa modal. Salah satu modal penting yang bisa dipelajari adalah membangun dan menjaga jaringan atau silaturahmi.
"Perkuatlah silaturahmi, bangunlah jaringan di setiap hubungan sosial Anda. Ini yang paling wajib. Anda punya skill, keahlian, bakat, tapi kalau masyarakat tidak bisa menerima, percuma. Bangunlah dulu silaturahminya," kata Ardi, Selasa (21/5/2019).
Selanjutnya setelah silaturahmi, hal yang juga perlu disiapkan dalam personal branding adalah mengembangkan skill atau kemampuan dengan terus belajar hal baru.
"Tetaplah teman-teman belajar. Teman-teman masih muda. Sebelum teman-teman maju ke grand final baca dulu We Are Social," katanya memotivasi grand finalis.
Ia juga mengingatkan kepada para peserta untuk tetap original, jadi diri sendiri. Walaupun jadi diri sendiri, tetap harus bisa meyakinkan orang lain bahwa kita tetap berbeda dari orang lain dan memiliki sesuatu yang pantas dibanggakan.
Jika kemudian diri sudah yakin, baru lah bisa mulai membuat rencana dengan matang. Rencana tersebut meliputi jangka pendek dan jangka panjang, termasuk cara-cara meraih keberhasilan yang ada di dalamnya.
Tak kalah penting dalam menyusun rencana itu adalah memastikan keuntungan bisa dirasakan khalayak. Selain itu apa yang dikerjakan atau menjadi tujuan pun ditinjau kembali apakah memberikan/menawarkan solusi atau tidak. (mul/mpr)
Pakaian Wanita
Cewek Aktif Wajib Punya! Pilihan Tas Ini Bisa Ikutin Semua Aktivitas Kamu dari Kerja Sampai Main
Kesehatan
Setelah Lebaran, Timbanganmu Bikin Kaget? Saatnya Cek Realita Berat Badan dengan Cara Paling Akurat
Home & Living
Masak Nggak Pernah Gagal Lagi! Rahasia Dapur Anti Kira-Kira yang Jarang Orang Tahu
Home & Living
Set Food Container Praktis 7in1, Solusi Simpan Makanan Lebih Rapi, Higienis, dan Anti Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Brand Hijab Buttonscarves hingga Benang Jarum Gelar Amal Saat Ramadan
Viral Pria Jahit Sendiri 30 Baju Lebaran, Penampilannya Ziarah Jadi Sorotan
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
Most Popular
1
Heboh Eks Menteri Trump, Suaminya Kepergok Jadi Wanita, Pakai Payudara Palsu
2
10 Idol KPop dengan Followers IG Terbanyak, Personel BLACKPINK Masih Unggul
3
Livestream Aktris China Tian Xiwei Diberhentikan karena Baju Terlalu Terbuka
4
Kritikan Stella McCartney untuk 'High Fashion' yang Merusak Alam
5
Visual Mewah IU & Byeon Woo Seok Bak Keluar dari Dongeng di Perfect Crown
MOST COMMENTED











































