Ciptakan Tarian, Gadis Ini Melejit ke Final Sunsilk Hijab Hunt 2019

Nabilla Putri - wolipop Kamis, 16 Mei 2019 12:59 WIB
Foto: Detikcom
Jakarta - Syifa Audria Syahbana terpilih maju dalam babak final Sunsilk Hijab Hunt 2019 ke Jakarta. Syifa terpilih berkat menampilkan bakat tari ciptaannya sendiri di depan juri Nycta Gina dan Bella Almira.

Terpilih sebagai pemenang saat audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019 yang digelar di Hartono Mall, Sleman, Yogyakarta, Syifa mengaku sangat bersyukur. Apalagi menurutnya Sunsilk Hijab Hunt 2019 bukan ajang main-main.

Pada audisi tahap dua, wanita 21 tahun tersebut sengaja menciptakan tarian yang menggambarkan wanita pemberani dan punya sikap. Ia pun membawakan tarian gabungan klasik dan kontemporer tersebut hingga memukau para juri.

"Sebenarnya itu juga menceritakan diri saya sendiri. Bahwa kalau wanita berhijab harus berani. Karena kadang ada yang ingin berhijab tapi takut nggak bisa melakukan ini dan itu. Kita harus berani memulai kalau nggak mau sampai kapan," kata Syifa setelah diumumkan jadi juara pertama dari tiga pemenang.


Kepada Wolipop, Syifa mengatakan sudah menekuni tari sejak SD. Ia pun sempat tergabung dalam sanggar dan melakukan pertunjukkan di beberapa daerah. Syifa mengaku jatuh cinta dengan seni tari sampai pernah melepas hijabnya ketika harus tampil. Namun saat kuliah, Syifa memutuskan untuk keluar sanggar dan mantap untuk tidak melepas hijab.

"Waktu itu merasa semakin gelisah ketika harus lepas hijab. Akhirnya setelah kuliah, aku ikhlaskan saja. Tapi Alhamdulillah Allah masih kasih kesempatan (tampil menari) sampai bisa memenangkan ini," ungkapnya.

Untuk audisi kali ini wanita yang pernah dan mengajar modeling itu pun mempersiapkannya dengan sangat maksimal. Walaupun berbakat, selama dua hari belakangan, ia hanya tidur dua sampai tiga jam karena latihan hingga pagi untuk memaksimalkan penampilannya.


Hal tersebut ia lakoni karena berkaca saat penampilannya gagal di audisi Sunsilk Hijab Hunt tahun lalu. Dari pengalaman tersebut, Syifa mendapat banyak pengetahuan yang membuatnya masuk 20 besar bahkan menang tahun ini.

"Dari situ aku evaluasi dan introspeksi. Karena aku sekarang sudah semester akhir aku merasa sayang kalau nggak ikut karena kesempatan bisa saja datang. Saya lihat mereka bukan hanya cari bakat tapi juga attitude. Jadi bagaimana saya berproses ternyata yang menyelamatkan saya," tutur Duta Genre DIY 2018 itu.

Melaju ke babak final di Jakarta, Syifa mengaku hanya ingin menampilkan yang terbaik untuk semua pihak yang telah mendukungnya selama ini dengan persiapan yang maksimal.

"Prinsipnya saya selalu ingin jadi pribadi yang terbaik. Saya ingin bermanfaat dan menginspirasi. Menang nggak menang ini wujud terima kasih saya sama Allah. Nantinya saya coba memberikan yang terbaik dan mempersiapkan baik yang detail atau umum," tambahnya. (mul/mpr)