Kisah Pria Mualaf yang Sukses Bikin Boneka Hijab 'Salam Sisters'

Silmia Putri - wolipop Rabu, 08 Mei 2019 14:38 WIB
Boneka berhijab Salam Sisters. Foto: ist Boneka berhijab Salam Sisters. Foto: ist

Jakarta - Boneka berhijab 'Salam Sisters' mencuri perhatian keluarga muslim di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salam Sisters terdiri dari lima karakter wanita bernama Maryam, Layla, Karima, Nura, dan Yasmina. Masing-masing boneka dijual sepaket dengan hijab dan busana yang bisa diganti-ganti.

Rupanya, kelima boneka gemas itu dibuat oleh seorang mualaf asal Australia, Peter Gould. Ia terinspirasi dari mainan anak-anaknya. Setelah memeluk agama Islam, ia mengaku kebingungan saat ingin memberikan hadiah untuk anaknya. Saat itulah, ide pembuatan boneka ini muncul.

"Konsep Salam Sisters terinspirasi daru dua putri saya dan pengalaman saya sebagai orang tua muslim. Setelah berbicara dengan orang tua lainnya, kami menyadari kebutuhan untuk mengembangkan beberapa karakter yang berbeda dan menyenangkan, untuk menginspirasi generasi muslim selanjutnya dalam membuat perubahan positif di dunia," ungkap Peter dilansir dari website resmi Salam Sisters.



Kisah Pria Mualaf yang Sukses Bikin Boneka Hijab 'Salam Sisters'Foto: ist


Peter pun membuat The Sisters di bawah perusahaan Zileej. Lima karakter boneka dalam Salam Sisters ini juga mewakili keberagaman. Masing-masing penampilan fisiknya berbeda, ada yang berkulit putih, berkulit hitam, hingga berambut keriting. Pria berusia 37 tahun ini memiliki misi agar generasi muda muslim menghargai perbedaan dan memiliki toleransi tinggi.

Selain Salam Sisters, Peter juga membuat permainan untuk anak bernama 5Pillars yang terinspirasi dari lima rukun Islam. Permainan kartu ini sudah mendapatkan sertifikat Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berarti sudah aman dimainkan dan terbebas dari unsur radikal.

Kisah Pria Mualaf yang Sukses Bikin Boneka Hijab 'Salam Sisters'Foto: ist


Melalui kartu ini, kita bisa bermain sambil belajar tentang Islam. Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari seperti zakat, salat, bahkan tentang haji. Permainan ini mengambil referensi langsung dari Quran dan Hadist.

Konsisten menciptakan inovasi produk Islami, Peter Gould mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya adalah Islamic Economy Award pada Global Islamic Economy Summit di Dubai pada tahun 2015.


(sil/eny)