Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Diwawancara Gigi Hadid, Hijabers Ini Berbagi Kisah Hidup di Pengungsian

Silmia Putri - wolipop
Senin, 08 Okt 2018 11:28 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Instagram/Hamdia_xox
Jakarta - Gigi Hadid kini aktif mengikuti kegiatan kemanusiaan bersama UNICEF. Selain melakukan kunjungan ke tempat pengungsian, Gigi baru-baru ini mewawancarai seorang hijabers yang pernah tinggal di pengungsian dan berhasil tumbuh menjadi wanita berprestasi.

Hijabers itu adalah Hamdia Ahmed. Ia menghabiskan masa kecil sebagai pengungsi di Kenya. hingga berhasil menjadi sosok yang cukup populer saat dewasa. Hamdia Ahmed mulai dikenal setelah menjadi kontestan berhijab pertama di ajang kecantikan Miss Maine.

Hamdia Ahmed juga dikenal sebagai aktivis. Ia pernah mengelola sebuah demonstrasi yang mendukung komunitas muslim dan imigran di Maine, Amerika Serikat. Sekitar 1.500 pendemo berkumpul untuk menegakkan keadilan terhadap Islam di Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Hamdia Ahmed, Wanita Berhijab Pertama di Kontes Kecantikan AS

Diwawancara Gigi Hadid, Hijabers Ini Berbagi Kisah Hidup di PengungsianHamdia Ahmed kini menjadi model berhijab. Foto: Instagram/Hamdia_xox


Kepada Gigi Hadid, Hamdia menceritakan kehidupan masa kecilnya. Ia lahir di tengah perang Somali pada tahun 1997. Ia bersama ibunya tinggal di pengungsian sejak masih bayi.

Masih berusia usia satu minggu, ibu Hamdia memberanikan diri membawa bayi merah itu untuk melakukan perjalanan ke kampung pengungsian. Banyak yang menyarankan sang ibu untuk meninggalkan bayinya, karena telalu berisiko. Tapi sang ibu berhasil menyelamatkan Hamdia kecil ke pengungsian dan tinggal di sana hingga berusia tujuh tahun.

"Saya ingat pergi ke sekolah dan mendapat seragam, tas, buku, dan makanan dari UNICEF. Saya tidak pernah tahu bahwa ada negara lain di dunia ini, termasuk Amerika. Saya hanya tahu Kenya," ungkap Hamdia kepada Gigi dilansir dari CR Fashion Book.

Saat berusia tujuh tahun, ia pindah ke Amerika Serikat. Tinggal di Maine, Hamdia mengaku sering di-bully teman-temannya. Warna kulitnya dijadikan bahan bulan-bulanan mereka.

Di usianya yang menginjak remaja, yaitu 12 tahun Hamdia pernah mem-bleaching seluruh badannya agar terlihat lebih putih. Ia mengaku merasa sangat jelek dan tidak menyukai tubuhnya.

Ia baru merasa mulai percaya diri di usia 14 tahun. Ia pun mulai banyak ditawari menjadi model, terlebih saat ia menjadi kontestan pertama yang memakai hijab di ajang Miss Maine.

Baca juga: Dukung Palestina, Gigi Hadid Ungkap tentang Keserakahan

Gigi Hadid mengaku sangat kagum dengan kisah Hamdia. Mewakili UNICEF, ia berharap anak-anak yang kurang beruntung di pengungsian bisa sukses seperti Hamdia. Terlebih, Hamdia juga merupakan hijabers yang berani tampil di depan publik.

"Kamu cantik, dan kamu tidak hanya mewakili para pengungsi di seluruh dunia, tapi juga mewakili wanita muslim di industri fashion," tutup Gigi.




Tonton juga 'Kembali Berprestasi, Halima Aden Jadi Brand Ambassador UNICEF':


(sil/sil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads