8 Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Hijab Organik
Silmia Putri - wolipop
Senin, 16 Jul 2018 11:49 WIB
Jakarta
-
Semakin banyak pelaku bisnis fashion hijab yang berinovasi di Indonesia. Eksplorasi desain hingga jenis kain terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para hijabers. Besarnya pasar hijab di Indonesia menuntut para pelaku bisnis untuk terus memberikan sesuatu yang baru.
Satu inovasi fashion hijab yang sedang digalakkan adalah sustainable fashion. Salah satu turunannya adalah perkembangan hijab organik yang mulai populer di Indonesia. Kain organik sebenarnya bukan hal yang baru, tapi menyuntikkan tren tersebut ke dalam fashion hijab bisa dibilang sesuatu yang segar.
Apa sebenarnya hijab organik itu?
1. Pakai serat kain dari alam tanpa bahan kimia
Kain yang dipakai untuk hijab organik terbuat dari 100% serat alam. Tidak ada kandungan kimia atau kain polyester di dalamnya. Tumbuhan yang dipakai sebagai serat kain tersebut juga seharusnya ditanam secara organik, tanpa pestisida.
2. Jenis kain berbeda-beda
Kain organik memiliki banyak jenisnya, mulai dari katun, linen, hingga wool. Selain dipakai untuk busana, kain organik juga sering dipakai untuk kain sprei seperti kain tencel. Kini, kain tencel pun mulai dipakai sebagai hijab.
3. Biasanya lebih mudah lecek
Salah satu alasan sedikitnya kain organik yang dipakai sebagai hijab adalah teksturnya yang mudah lecek. Contoh kain organik yang bisa dipakai untuk hijab adalah katun, tencel, hingga linen.
Baca juga: Hijab Organik hingga Anti Bakteri, Ini 5 Hijab Lokal yang Inovatif
4. Tak mudah menyerap tinta
Hijab motif atau pattern scarf sedang hits di kalangan hijabers. Namun, untuk membuat pattern scarf menggunakan kain organik cukup menantang. Warna yang tercetak biasanya kurang 'keluar'. Perlu teknologi printing khusus untuk mencetaknya, dan Indonesia belum punya banyak percetakan khusus tersebut.
5. Lebih adem dipakai
Meski mudah lecek, hijab organik sangat nyaman dipakai di kepala. Serat alami membuat kain terasa dingin dan adem. Kain yang nyaman juga tidak membuat telinga terasa 'budek'. Inilah alasan utama hijab organik cocok dijadikan hijab.
6. Lebih ramah lingkungan
Kain yang berasal dari alam tentu saja lebih ramah lingkungan. Sampah organik lebih mudah terurai dibandingkan kandungan kimia. Produksi tanaman secara organik juga berpotensi mengurangi bahan-bahan kimia berbahaya yang berasal dari pupuk kimia.
7. Masih sedikit dijual di Indonesia
Sayangnya, hijab organik masih jarang ditemukan di Indonesia. Selain karena teknologi yang masih terbatas, hijab organik juga belum tentu disukai pasar. Alasannya sudah diungkap di atas, bisa karena mudah lecek atau tidak mudah dibentuk.
8. Anti bakteri dan anti iritasi
Tidak semua kain organik mengandung anti bakteri dan anti iritasi. Kain organik yang memiliki kelebihan ini salah satunya adalah kain dari serat bambu. Di Indonesia, belum banyak yang memakai kain berserta bambu untuk hijab.
Tonton juga video: 'Tetap Stylish dan Up to Date dengan Gaya Hijab Kekinian'
(sil/sil)
Satu inovasi fashion hijab yang sedang digalakkan adalah sustainable fashion. Salah satu turunannya adalah perkembangan hijab organik yang mulai populer di Indonesia. Kain organik sebenarnya bukan hal yang baru, tapi menyuntikkan tren tersebut ke dalam fashion hijab bisa dibilang sesuatu yang segar.
Apa sebenarnya hijab organik itu?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayana Moon memakai hijab organik. Foto: Instagram/Zayanahijab |
1. Pakai serat kain dari alam tanpa bahan kimia
Kain yang dipakai untuk hijab organik terbuat dari 100% serat alam. Tidak ada kandungan kimia atau kain polyester di dalamnya. Tumbuhan yang dipakai sebagai serat kain tersebut juga seharusnya ditanam secara organik, tanpa pestisida.
2. Jenis kain berbeda-beda
Kain organik memiliki banyak jenisnya, mulai dari katun, linen, hingga wool. Selain dipakai untuk busana, kain organik juga sering dipakai untuk kain sprei seperti kain tencel. Kini, kain tencel pun mulai dipakai sebagai hijab.
3. Biasanya lebih mudah lecek
Salah satu alasan sedikitnya kain organik yang dipakai sebagai hijab adalah teksturnya yang mudah lecek. Contoh kain organik yang bisa dipakai untuk hijab adalah katun, tencel, hingga linen.
Baca juga: Hijab Organik hingga Anti Bakteri, Ini 5 Hijab Lokal yang Inovatif
4. Tak mudah menyerap tinta
Hijab motif atau pattern scarf sedang hits di kalangan hijabers. Namun, untuk membuat pattern scarf menggunakan kain organik cukup menantang. Warna yang tercetak biasanya kurang 'keluar'. Perlu teknologi printing khusus untuk mencetaknya, dan Indonesia belum punya banyak percetakan khusus tersebut.
5. Lebih adem dipakai
Meski mudah lecek, hijab organik sangat nyaman dipakai di kepala. Serat alami membuat kain terasa dingin dan adem. Kain yang nyaman juga tidak membuat telinga terasa 'budek'. Inilah alasan utama hijab organik cocok dijadikan hijab.
6. Lebih ramah lingkungan
Kain yang berasal dari alam tentu saja lebih ramah lingkungan. Sampah organik lebih mudah terurai dibandingkan kandungan kimia. Produksi tanaman secara organik juga berpotensi mengurangi bahan-bahan kimia berbahaya yang berasal dari pupuk kimia.
7. Masih sedikit dijual di Indonesia
Salah satu pemakaian hijab organik. Foto: Instagram/zayanahijab |
Sayangnya, hijab organik masih jarang ditemukan di Indonesia. Selain karena teknologi yang masih terbatas, hijab organik juga belum tentu disukai pasar. Alasannya sudah diungkap di atas, bisa karena mudah lecek atau tidak mudah dibentuk.
8. Anti bakteri dan anti iritasi
Tidak semua kain organik mengandung anti bakteri dan anti iritasi. Kain organik yang memiliki kelebihan ini salah satunya adalah kain dari serat bambu. Di Indonesia, belum banyak yang memakai kain berserta bambu untuk hijab.
Tonton juga video: 'Tetap Stylish dan Up to Date dengan Gaya Hijab Kekinian'
(sil/sil)
Fashion
Mudik Tanpa Koper Besar? Tas Travel 40L Ini Bisa Jadi Solusinya
Hobi dan Mainan
7 Alasan Thule Subterra 2 Bisa Jadi Toiletry Bag Andalan Traveler
Makanan & Minuman
Nasi Putih Langsung Ludes! Sambal Viral Ini Bikin Sahur dan Makan Jadi Nambah Terus
Makanan & Minuman
Bingung Cari Parcel Lebaran yang Berkesan? 2 Hampers Makanan Premium Ini Bisa Jadi Hadiah Spesial Idulfitri!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Berburu Tas ala Gen Z untuk Tampil Estetis Saat Hari Raya di Bazar Rendezvous
8 Warna Hijab yang Bikin Wajah Cerah, Semakin Glowing
Tren Warna Baju Lebaran 2026, Begini Kata Owner Brand Hijab
Baju Lebaran 2026
Tren Baju Lebaran Cheongsam Harga Rp 200 Ribu, Ratusan Koleksi Ludes Terjual
Baju Lebaran 2026
Borong 10 Hijab Hanya Rp 100 Ribu di Bazar Rendezvous Market, Stok Terbatas
Most Popular
1
Calon Istri Atlet NFL Tolak Perjanjian Pra Nikah, Pernikahan Mendadak Batal
2
Model Ini Beri Kalung Darah Menstruasi ke Suami sebagai Simbol Pernikahan
3
Pori-Pori Wajah Terlihat Besar? Ini Cara Menyamakannya Menurut Ahli Kulit
4
Foto: Eileen Gu Bak Malaikat Jatuh dari Langit, Pakai Gaun Bersayap di Paris
5
Ramalan Zodiak Cinta 10 Maret: Cancer Perbaiki Hubungan, Taurus Lebih Bijak
MOST COMMENTED












































Ayana Moon memakai hijab organik. Foto: Instagram/Zayanahijab
Salah satu pemakaian hijab organik. Foto: Instagram/zayanahijab