Hijabers Cantik Asal Estonia Ungkap Alasannya Jadi Muallaf
Silmia Putri - wolipop
Selasa, 26 Jun 2018 11:05 WIB
Jakarta
-
Memutuskan untuk memeluk agama baru tentu bukanlah perkara mudah. Terlebih jika agama jadi sesuatu yang asing di lingkungan hidup kita, seperti yang dialami hijabers cantik asal Estonia, Eslimah.
Eslimah dikenal sebagai selebgram hijab berdarah Estonia yang kini tinggal di Qatar. Ia aktif mengunggah konten tentang fashion dan traveling di akun Youtube dan Instagram-nya.
Beberapa waktu lalu, ia bercerita tentang alasannya memeluk agama Islam. Ia memutuskan untuk bercerita setelah banyak orang bertanya padanya, karena Eslimah berasal dari negara terpencil yang tak mengenal Islam.
"Aku tumbuh di lingkungan tanpa agama. Orang tuaku tidak pernah menceritakan kehidupan sebelum kelahiran, atau sesudah kematian. Sangat mungkin untuk tinggal seumur hidup di Estonia tanpa pernah memikirkan Tuhan," tutur Eslimah di akun Youtube-nya.
Baca juga: Kisah Wanita Amerika yang Mualaf Setelah Diberikan Jus oleh Seorang Pria
Suatu hari, Eslimah yang masih berusia 15 tahun sedang melakukan tanning di ruangan khusus. Ia berkenalan dengan dua perempuan Jerman bernama Elizabeth dan Annalise yang mengaku muallaf. Di sana Eslimah baru tahu ada istilah 'pindah agama', karena yang ia tahu Islam adalah sesuatu yang jauh dan berasal dari Arab.
Di sana pula ia melihat Elizabeth dan Annlise memakai hijab setelah selesai tanning. Kemudian Elizabeth mengajak Eslimah ke rumahnya, dan secara spontan Eslimah mengiyakan. Di rumah Elizabeth, Eslimah diberi sebuah buku anak-anak tentang Islam. Eslimah pun membawanya pulang.
Seperti hidayah yang datang perlahan, Eslimah kembali dipertemukan dengan wanita yang sedang belajar Alquran di airport saat sedang transit. Ia berkenalan dengan Felicia yang sedang membawa Alquran. Saat transit dalam 5 jam itu, Eslimah antusias dan mencoba ikut membaca tulisan Arab itu.
Kala itu, ada temannya yang juga baru memeluk agama Kristen. Di sana, ia mulai bertanya-tanya tentang agama. Dari temannya itu, ia mengaku agama Kristen maupun Yahudi tidak bisa menjawab pertanyaannya tentang kehidupan.
Ia mulai berpikir tentang apa tujuan hidup, seperti apa kehidupan setelah kematian, kemudian muncul keyakinan bahwa seharusnya ada satu pencipta semua itu. Agama lain menyebutkan banyak Tuhan, dan Islam hanya punya satu Tuhan. Dia pun merasa butuh untuk mempelajari lebih dalam.
Eslimah mengalami kesulitan mempelajari Islam di Estonia. Pernah ia bertemu dengan kelompok umat muslim dari Rusia di Estonia, tapi mereka tidak bisa berkomunikasi karena perbedaan bahasa. Sampai akhirnya, ada Islamic Center dibangun di Estonia dan ia belajar di sana.
Tak mudah bagi Eslimah untuk memutuskan memeluk Islam meski sudah mempercayai Tuhan. Hingga suatu hari, sahabatnya Matthew meninggal dunia. Itu pertama kalinya ia melihat orang terdekatnya meninggal.
"Instingku mengatakan aku harus mendoakannya, tapi aku tidak tahu cara mendoakannya. Akhirnya aku ingat punya booklet dari Islamic Center untuk salat. Di sana aku salat untuk pertama kalinya dalam 25 menit," terang Eslimah.
Baca juga: Cerita Hijrah Iska, Hijabers Mantan Anak Punk yang Punya Tato di Wajah
Eslimah meyakini kematian sahabatnya menyimpan pesan besar untuknya. Saat itulah ia kembali menemui gurunya di Islamic Center. Sang guru mengatakan jika dirinya sudah percaya tiada Tuhan selain Allah, maka ia sudah menjadi muslim.
Meski sulit mengenalkan agama kepada keluarganya, meski dirinya masih enggan mengaku muslim, dari sanalah Eslimah tidak pernah meninggalkan salat hingga sekarang. Kini, ia menjadi sosok muslimah yang dicintai banyak orang dan menjadi bagian dari 0,04% warga Estonia yang menganut agama Islam. (sil/sil)
Eslimah dikenal sebagai selebgram hijab berdarah Estonia yang kini tinggal di Qatar. Ia aktif mengunggah konten tentang fashion dan traveling di akun Youtube dan Instagram-nya.
Beberapa waktu lalu, ia bercerita tentang alasannya memeluk agama Islam. Ia memutuskan untuk bercerita setelah banyak orang bertanya padanya, karena Eslimah berasal dari negara terpencil yang tak mengenal Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kisah Wanita Amerika yang Mualaf Setelah Diberikan Jus oleh Seorang Pria
Suatu hari, Eslimah yang masih berusia 15 tahun sedang melakukan tanning di ruangan khusus. Ia berkenalan dengan dua perempuan Jerman bernama Elizabeth dan Annalise yang mengaku muallaf. Di sana Eslimah baru tahu ada istilah 'pindah agama', karena yang ia tahu Islam adalah sesuatu yang jauh dan berasal dari Arab.
Di sana pula ia melihat Elizabeth dan Annlise memakai hijab setelah selesai tanning. Kemudian Elizabeth mengajak Eslimah ke rumahnya, dan secara spontan Eslimah mengiyakan. Di rumah Elizabeth, Eslimah diberi sebuah buku anak-anak tentang Islam. Eslimah pun membawanya pulang.
Eslimah, muallaf dari Estonia. Foto: Instagram/Eslimah |
Seperti hidayah yang datang perlahan, Eslimah kembali dipertemukan dengan wanita yang sedang belajar Alquran di airport saat sedang transit. Ia berkenalan dengan Felicia yang sedang membawa Alquran. Saat transit dalam 5 jam itu, Eslimah antusias dan mencoba ikut membaca tulisan Arab itu.
Kala itu, ada temannya yang juga baru memeluk agama Kristen. Di sana, ia mulai bertanya-tanya tentang agama. Dari temannya itu, ia mengaku agama Kristen maupun Yahudi tidak bisa menjawab pertanyaannya tentang kehidupan.
Ia mulai berpikir tentang apa tujuan hidup, seperti apa kehidupan setelah kematian, kemudian muncul keyakinan bahwa seharusnya ada satu pencipta semua itu. Agama lain menyebutkan banyak Tuhan, dan Islam hanya punya satu Tuhan. Dia pun merasa butuh untuk mempelajari lebih dalam.
Eslimah mengalami kesulitan mempelajari Islam di Estonia. Pernah ia bertemu dengan kelompok umat muslim dari Rusia di Estonia, tapi mereka tidak bisa berkomunikasi karena perbedaan bahasa. Sampai akhirnya, ada Islamic Center dibangun di Estonia dan ia belajar di sana.
Tak mudah bagi Eslimah untuk memutuskan memeluk Islam meski sudah mempercayai Tuhan. Hingga suatu hari, sahabatnya Matthew meninggal dunia. Itu pertama kalinya ia melihat orang terdekatnya meninggal.
"Instingku mengatakan aku harus mendoakannya, tapi aku tidak tahu cara mendoakannya. Akhirnya aku ingat punya booklet dari Islamic Center untuk salat. Di sana aku salat untuk pertama kalinya dalam 25 menit," terang Eslimah.
Baca juga: Cerita Hijrah Iska, Hijabers Mantan Anak Punk yang Punya Tato di Wajah
Eslimah meyakini kematian sahabatnya menyimpan pesan besar untuknya. Saat itulah ia kembali menemui gurunya di Islamic Center. Sang guru mengatakan jika dirinya sudah percaya tiada Tuhan selain Allah, maka ia sudah menjadi muslim.
Meski sulit mengenalkan agama kepada keluarganya, meski dirinya masih enggan mengaku muslim, dari sanalah Eslimah tidak pernah meninggalkan salat hingga sekarang. Kini, ia menjadi sosok muslimah yang dicintai banyak orang dan menjadi bagian dari 0,04% warga Estonia yang menganut agama Islam. (sil/sil)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
2
Viral! Pasutri Rela Terjang Hutan dan Ancaman Harimau demi Sekolah Terpencil
3
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
4
Ramalan Zodiak 8 Januari: Cancer Introspeksi Diri, Leo Harus Belajar Mandiri
5
Sosok Callum Turner, Tunangan Dua Lipa yang Diisukan Jadi James Bond
MOST COMMENTED












































Eslimah, muallaf dari Estonia. Foto: Instagram/Eslimah