HIJUP Akan Buka Toko Busana Muslim Pertama di London
Silmia Putri - wolipop
Kamis, 22 Mar 2018 18:58 WIB
Jakarta
-
Geliat fashion hijab semakin besar. Setelah beberapa desainer hijab Indonesia melenggang di acara fashion bergengsi luar negeri, kini giliran e-commerce hijab Indonesia yang akan membuka toko busana muslim pertama di London, Inggris.
Keberanian HIJUP sebagai pioner e-commerce hijab di Indonesia ini bukanlah tanpa strategi. Sejak tahun 2016, pinangan tersebut sudah datang dari pemilik modest fashion e-commerce Haute Elan yang bertempat di London.
"Tahun 2016, Haute-Elan sudah mengajak untuk bergabung. Hanya karena ada beberapa kendala, baru tahun ini bisa terwujud. Setelah resmi mengakusisi e-commerce itu, HIJUP juga akan membuka toko offline di Oxford Street, London," ungkap Chief of Community Officer (CCO) HIJUP Hanna Farid, kepada Wolipop pada acara media gathering hari Kamis (22/03/2018) di kantor HijUp Jakarta Selatan.
Menurut Hanna, permintaan busana modest di London ternyata cukup besar. Kendalanya bukan karena tidak ada peminat, tapi karena ketersediaan barang yang kurang. Tentunya ini menjadi kesempatan untuk Indonesia mengenalkan produk hijabnya di benua Eropa.
"Alasan utama kami mengambil keputusan ini, karena kotanya adalah London. Menurut kaca mata kami, London jadi salah satu pusat fashion dunia. Ketika kita bisa menyentuh kota itu, semoga saja Indonesia bisa mencapai tujuan untuk menjadi kiblat modest fashion dunia," tutur Hanna Faridl.
Tentunya proyek ini tidak datang tanpa kendala. Ada beberapa 'PR' yang masih dikerjakan, salah satunya adalah masalah ukuran baju. Produk Indonesia rata-rata belum memiliki ukuran standar internasional. Banyak brand lokal yang membuat busana dengan ukuran yang kecil sesuai ukuran tubuh orang Indonesia. Hal ini harus disesuaikan lagi.
"Jadi tidak semua brand kita bawa ke London. Tentu akan ada kurasi terlebih dahulu. Mulai dari size yang harus mengikuti standar, sampai kualitas jahitan dan bahannya," ungkap Hanna.
Sementara itu, pihak Haute-Elan pun memberikan gambaran tren dan selera pasar masyarakat Eropa untuk penjualan busana muslim di sana. Berbeda dengan perkiraan, ternyata permintaan produk terbanyak jatuh pada abaya.
"Kita selama ini mengira orang Eropa senang yang busana yang lebih modern, tapi ternyata salah. Justru permintaan terbesar muslim di sana adalah abaya. Penyebabnya bisa karena produk abaya sulit ditemukan di sana, sementara busana modest lainnya seperti kemeja atau celana bisa didapatkan di toko ritel biasa," ujar Hanna.
Peresmian toko tersebut akan dilaksanakan di pertengahan Mei 2018. Sebelum toko tersebut dibuka, HIJUP lebih dulu akan membuka toko di Malaysia. Pemilihan tanggal yang cukup tepat, mengingat Ramadhan yang akan tiba di bulan yang sama. Seperti apa dampak gebrakan ini? Kita tunggu saja kabar selanjutnya. (sil/kik)
Keberanian HIJUP sebagai pioner e-commerce hijab di Indonesia ini bukanlah tanpa strategi. Sejak tahun 2016, pinangan tersebut sudah datang dari pemilik modest fashion e-commerce Haute Elan yang bertempat di London.
Foto: dok. Instagram/HijUp |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hanna, permintaan busana modest di London ternyata cukup besar. Kendalanya bukan karena tidak ada peminat, tapi karena ketersediaan barang yang kurang. Tentunya ini menjadi kesempatan untuk Indonesia mengenalkan produk hijabnya di benua Eropa.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
"Alasan utama kami mengambil keputusan ini, karena kotanya adalah London. Menurut kaca mata kami, London jadi salah satu pusat fashion dunia. Ketika kita bisa menyentuh kota itu, semoga saja Indonesia bisa mencapai tujuan untuk menjadi kiblat modest fashion dunia," tutur Hanna Faridl.
Tentunya proyek ini tidak datang tanpa kendala. Ada beberapa 'PR' yang masih dikerjakan, salah satunya adalah masalah ukuran baju. Produk Indonesia rata-rata belum memiliki ukuran standar internasional. Banyak brand lokal yang membuat busana dengan ukuran yang kecil sesuai ukuran tubuh orang Indonesia. Hal ini harus disesuaikan lagi.
"Jadi tidak semua brand kita bawa ke London. Tentu akan ada kurasi terlebih dahulu. Mulai dari size yang harus mengikuti standar, sampai kualitas jahitan dan bahannya," ungkap Hanna.
Sementara itu, pihak Haute-Elan pun memberikan gambaran tren dan selera pasar masyarakat Eropa untuk penjualan busana muslim di sana. Berbeda dengan perkiraan, ternyata permintaan produk terbanyak jatuh pada abaya.
"Kita selama ini mengira orang Eropa senang yang busana yang lebih modern, tapi ternyata salah. Justru permintaan terbesar muslim di sana adalah abaya. Penyebabnya bisa karena produk abaya sulit ditemukan di sana, sementara busana modest lainnya seperti kemeja atau celana bisa didapatkan di toko ritel biasa," ujar Hanna.
Peresmian toko tersebut akan dilaksanakan di pertengahan Mei 2018. Sebelum toko tersebut dibuka, HIJUP lebih dulu akan membuka toko di Malaysia. Pemilihan tanggal yang cukup tepat, mengingat Ramadhan yang akan tiba di bulan yang sama. Seperti apa dampak gebrakan ini? Kita tunggu saja kabar selanjutnya. (sil/kik)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
Istri Ceraikan Suami Usai Lihat Bukti Perselingkuhan Dari Promosi di TikTok
2
Potret Menyentuh Pengantin Wanita yang Tampil Botak di Hari Pernikahan
3
Katy Perry Pamer Liburan Tahun Baru Bareng Justin Trudeau, Beri Kecupan Manis
4
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
5
Sinopsis Cabin Fever 3: Patient Zero di Bioskop Trans TV
MOST COMMENTED












































Foto: dok. Instagram/HijUp
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop