Karena Satu Cuitan di Twitter, Hijabers Ini Mundur dari Iklan L'Oreal
Silmia Putri - wolipop
Selasa, 23 Jan 2018 18:49 WIB
Jakarta
-
Baru satu minggu Amena Khan ramai diperbincangkan karena jadi satu-satunya hijabers di kampanye L'Oreal Hair. Kini, ia memilih untuk mundur dari kampanye tersebut hanya karena sebuah cuitan di Twitter pada tahun 2014.
Amena Khan pernah menyindir Israel atas pengeboman Gaza tahun itu. Twit yang sudah dihapus ini diungkit kembali oleh netizen yang menyebut Amena Khan rasis karena hanya membela Palestina. Sikap rasis yang mereka sebut bertentangan dengan kampanye L'Oreal Hair tentang keberagaman.
Sikap ini hampir mirip dengan aksi Amani Al Khatahbeth yang menolak penghargaan dari Revlon karena brand ambassador-nya Gal Gadot. Bedanya, Amani menolak penghargaan itu karena Gal Gadot mendukung serangan Israel terhadap Palestina sedangkan para Islamophobia ini mengkritik L'Oreal karena Amena Khan pernah menyindir Israel di akun Twitter-nya.
Merespon aksi bertubi-tubi tentang twit itu, Amena Khan pun memutuskan mundur dari kampanya L'Oreal. Hal ini ia sampaikan langsung di Instagram-nya. "Saya menyesali isi twit saya di tahun 2014 dan saya memohon maaf untuk siapapun yang merasa terluka oleh twit itu," ujarnya.
"Dengan penuh penyesalan, saya memutuskan mundur dari kampanye L'Oreal karena perbincangan yang sedang hangat bisa mengurangi dampak positif dari kampanye tersebut," tegasnya. Postingannya di Instagram ini mengundang hampir 2000 komentar pro kontra.
Permohononan maaf Amena Khan tak menutup protes netizen. Banyak followers muslimnya yang merasa Amena Khan tidak perlu meminta maaf dengan isi twit itu. Mereka menganggap mengkritik kekejaman suatu negara bukanlah hal yang rasis.
Kembali membawa namaGalGadot, sebuahakun diTwitter menyindir kenapaAmenaKhan yang menyindir Israel satu kali saja diTwitter harus meminta maaf, sementaraGalGadot yang telah membantu serangan bom keGaza tidak meminta maaf? Pergolakan ini masih terus berlangsung di media sosial hingga saat ini.
Amena Khan pernah menyindir Israel atas pengeboman Gaza tahun itu. Twit yang sudah dihapus ini diungkit kembali oleh netizen yang menyebut Amena Khan rasis karena hanya membela Palestina. Sikap rasis yang mereka sebut bertentangan dengan kampanye L'Oreal Hair tentang keberagaman.
Sikap ini hampir mirip dengan aksi Amani Al Khatahbeth yang menolak penghargaan dari Revlon karena brand ambassador-nya Gal Gadot. Bedanya, Amani menolak penghargaan itu karena Gal Gadot mendukung serangan Israel terhadap Palestina sedangkan para Islamophobia ini mengkritik L'Oreal karena Amena Khan pernah menyindir Israel di akun Twitter-nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan penuh penyesalan, saya memutuskan mundur dari kampanye L'Oreal karena perbincangan yang sedang hangat bisa mengurangi dampak positif dari kampanye tersebut," tegasnya. Postingannya di Instagram ini mengundang hampir 2000 komentar pro kontra.
Permohononan maaf Amena Khan tak menutup protes netizen. Banyak followers muslimnya yang merasa Amena Khan tidak perlu meminta maaf dengan isi twit itu. Mereka menganggap mengkritik kekejaman suatu negara bukanlah hal yang rasis.
Kembali membawa namaGalGadot, sebuahakun diTwitter menyindir kenapaAmenaKhan yang menyindir Israel satu kali saja diTwitter harus meminta maaf, sementaraGalGadot yang telah membantu serangan bom keGaza tidak meminta maaf? Pergolakan ini masih terus berlangsung di media sosial hingga saat ini.
(sil/sil)Notice the double standard.
— Areeb Ullah (@are_eb) January 22, 2018
Gal Gadot: Ex Israeli soldier who openly supported the IDF's 2014 war in Gaza that killed 2,200 Palestinians. Not forced to apologise
Amena Khan: Muslim woman who tweeted support for Palestinian children killed in Gaza 2014. Forced to apologise.











































