Cara Terbaik Menyimpan dan Merawat Jilbab Kesayangan Kamu agar Awet
Rista Adityaputry - wolipop
Rabu, 26 Jul 2017 16:49 WIB
Jakarta
-
Bagi muslimah yang dalam kesehariannya selalu memakai jilbab, cara perawatan yang benar penting diketahui agar koleksi jilbab kamu tahan lama. Bagaimana caranya?
Pakar fashion dan editor in chief majalah muslimah Temi Sumarlin, mengatakan bahwa perawatan jilbab perlu hati-hati. Jenis bahan yang berbeda membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Kerudung dengan detail payet atau manik-manik juga perlu dirawat secara khusus.
"Meskipun kini sudah ada mesin pencucian berteknologi tinggi, bahan hijab yang halus atau dengan detail mote dan payet sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Apalagi yang materialnya satin atau silk," saran Temi, saat ditemui di acara peluncuran mesin cuci hijab series dari Aqua Japan, Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017),
Saran Temi lagi, jilbab sebaaiknya dicuci menggunakan air dingin dan deterjen yang lembut agar tekstur kainnya tidak cepat berubah. Saat mengeringkan pun tidak perlu dengan tenaga yang kuat. Cukup peras dengan ringan dan dijemur di bawah sinar matahari.
Untuk penyetrikaan, Temi menyarankan untuk selalu mengatur suhu rendah atau medium. Apalagi untuk jenis kain tertentu, seperti cerutti, silk, atau satin, setrika sebaiknya juga disetel pada suhu rendah.
Bagaimana dengan penyimpanannya? Apakah perlu cara khusus juga? Menurut desainer label Temiko ini, ia selalu menyimpan jilbab kesayangannya dengan cara digantung, tidak dilipat atau ditumpuk di lemari.
"Hijab itu lebih baik digantung. Jadi kalau punya hanger celana yang ada penjepitnya, lebih baik dipakaikan dengan hanger itu sehingga bentuknya tidak akan cepat rusak, terus kita jadi tahu motif hijab yang kita miliki sehingga mudah saat melakukan mix and match," tambahnya.
Dibandingkan dengan hanger khusus jilbab yang bertumpuk, Temi memang lebih suka menggunakan hanger celana karena melihat kebiasaan wanita yang cenderung terburu-buru di pagi hari dan kerap mengambil jilbab sembarangan. Ini akan membuat jilbab menjadi lebih berantakan.
Temi menyarankan untuk menggantungnya dengan cara dilipat dua kali, jangan berkali-kali. Cara ini untuk meminimalisir garis lipatan yang terbentuk dan membuat jilbab tampak tak rapi ketika dipakai. (hst/hst)
Pakar fashion dan editor in chief majalah muslimah Temi Sumarlin, mengatakan bahwa perawatan jilbab perlu hati-hati. Jenis bahan yang berbeda membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Kerudung dengan detail payet atau manik-manik juga perlu dirawat secara khusus.
Ilustrasi wanita berhijab. Foto: Thinkstock |
"Meskipun kini sudah ada mesin pencucian berteknologi tinggi, bahan hijab yang halus atau dengan detail mote dan payet sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Apalagi yang materialnya satin atau silk," saran Temi, saat ditemui di acara peluncuran mesin cuci hijab series dari Aqua Japan, Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017),
Saran Temi lagi, jilbab sebaaiknya dicuci menggunakan air dingin dan deterjen yang lembut agar tekstur kainnya tidak cepat berubah. Saat mengeringkan pun tidak perlu dengan tenaga yang kuat. Cukup peras dengan ringan dan dijemur di bawah sinar matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan penyimpanannya? Apakah perlu cara khusus juga? Menurut desainer label Temiko ini, ia selalu menyimpan jilbab kesayangannya dengan cara digantung, tidak dilipat atau ditumpuk di lemari.
Ilustrasi wanita berhijab. Foto: Thinkstock |
"Hijab itu lebih baik digantung. Jadi kalau punya hanger celana yang ada penjepitnya, lebih baik dipakaikan dengan hanger itu sehingga bentuknya tidak akan cepat rusak, terus kita jadi tahu motif hijab yang kita miliki sehingga mudah saat melakukan mix and match," tambahnya.
Dibandingkan dengan hanger khusus jilbab yang bertumpuk, Temi memang lebih suka menggunakan hanger celana karena melihat kebiasaan wanita yang cenderung terburu-buru di pagi hari dan kerap mengambil jilbab sembarangan. Ini akan membuat jilbab menjadi lebih berantakan.
Temi menyarankan untuk menggantungnya dengan cara dilipat dua kali, jangan berkali-kali. Cara ini untuk meminimalisir garis lipatan yang terbentuk dan membuat jilbab tampak tak rapi ketika dipakai. (hst/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Bedak Sering Nempel Nggak Rata? Coba Ganti Puff Kamu Ke Pilihan Produk Ini
Pakaian Pria
Nggak Zaman Pakai Celana Ketat! Celana Wide Pants Jadi Andalan Cowok Indonesia Biar Tetap Santai Tapi Keren
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Kusam & Belang? 2 Body Scrub Ini Bisa Bikin Kulit Auto Cerah, Halus, dan Wangi Seharian!
Hobi dan Mainan
Biar Nggak Salah Nada Lagi! 3 Capo Gitar Ini Jadi Solusi Gitaris Pemula
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Brand Hijab Buttonscarves hingga Benang Jarum Gelar Amal Saat Ramadan
Viral Pria Jahit Sendiri 30 Baju Lebaran, Penampilannya Ziarah Jadi Sorotan
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
Most Popular
1
Pesona Tian Xiwei di Drama China Where the Mask Ends, Visualnya Memukau
2
Potret Olla Ramlan Olahraga Aerial Hoop, Pakai Busana Backless Serba Hitam
3
Potret Pernikahan Keturunan Konfusius ke-46 dengan Sosialita yang Jadi Sorotan
4
Viral Cucu Eks Presiden Korsel Bongkar Skandal Keluarga Lewat Webtoon Domba
5
Viral Aktris Thailand Ngaku Dilecehkan Petugas Medis Saat Sesak Napas
MOST COMMENTED












































Ilustrasi wanita berhijab. Foto: Thinkstock
Ilustrasi wanita berhijab. Foto: Thinkstock