Arti Hari Kebangkitan Nasional Bagi Desainer Jenahara dan Ria Miranda
Arina Yulistara - wolipop
Sabtu, 20 Mei 2017 13:03 WIB
Jakarta
-
Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hari di mana rakyat Indonesia memperingati bangkitnya semangat, persatuan, kesatuan, dan nasionalisme dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia pada masa penjajahan. Di era yang sudah serba modern, apa arti Hari Kebangkitan Nasional saat ini?
Detikcom pun bertanya kepada sejumlah tokoh inspiratif Indonesia mengenai makna Hari Kebangkitan Nasional termasuk dua desainer hijab cantik, Jenahara Nasution dan Ria Miranda. Mereka memiliki pandangan berbeda dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional.
Seperti yang diungkapkan Jenahara atau biasa disapa Jehan, arti Hari Kebangkitan Nasional baginya, hari di mana setiap orang perlu melihat apa yang sudah dilakukannya untuk Indonesia. Hari untuk mengingat kalau rakyat Indonesia harus bersatu padu demi memajukan Tanah Air dan tidak saling membedakan satu sama lain. Jehan pun mengingatkan, Indonesia memiliki ragam suka, budaya, dan agama, yang harus terus dilestarikan hingga generasi mendatang.
"Kita hidup berdampingan, memiliki keanekaragaman, itu patut dijaga dan dilestarikan ke anak-cucu kita. Bagiku nggak ada negara yang punya budaya dan suku sebanyak kita makanya aku sangat bersyukur dilahirkan sebagai orang Indonesia. Di Hari Kebangkitan Nasional ingat lagi bagaimana kita bisa berkontrobusi untuk negara ini? Kontribusi nggak usah sesuatu yang besar maknanya lebih terhadap diri kita sendiri, seperti bagaimana kita bisa menjaga nama baik Indonesia lewat diri kita," jelas Jehan saat diwawancara Wolipop di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).
Lalu saat diminta melanjutkan kalimat kampanye "#Indonesiabisakeren kalau...", Jehan pun menyebutkan Indonesia bisa keren kalau rakyatnya mau belajar memahami perbedaan. "#Indonesiabisakeren kalau orang-orangnya mau belajar memahami perbedaan," lanjut putri desainer kondang Ida Royani itu.
Sementara Ria memiliki pandangan yang cukup berbeda. Ia mengatakan Hari Kebangkitan Nasional di mana generasi muda harus bisa menyesuaikan diri lagi dengan budaya yang ada di Indonesia. Ria melihat kini banyak generasi muda yang salah pergaulan dan lebih mengikuti budaya asing.
Sebagai generasi penerus, Ria menyarankan untuk lebih nasionalis dan tidak 'menelan mentah-mentah' budaya asing. Ketika Ria diminta untuk melanjutkan kalimat seperti Jehan, ia pun mengatakan Indonesia bisa keren kalau rakyat dan pemerintahnya tertib dalam hal apa pun.
#Indonesiabisakeren kalau kita bisa hidup teratur dan tertib. Contoh kecilnya kayak mengantre saja kalau teratur bisa membawa perubahan. Itu baru satu hal kecil. Misalnya juga dari pemerintah diminta berpergian nggak pakai kendaraan pribadi tapi kendaraan umum, kalau pemerintah menyediakan angkutan yang nyaman dan tepat waktu pasti bisa membawa perubahan," kata Ria.
(aln/asf)
Detikcom pun bertanya kepada sejumlah tokoh inspiratif Indonesia mengenai makna Hari Kebangkitan Nasional termasuk dua desainer hijab cantik, Jenahara Nasution dan Ria Miranda. Mereka memiliki pandangan berbeda dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional.
Seperti yang diungkapkan Jenahara atau biasa disapa Jehan, arti Hari Kebangkitan Nasional baginya, hari di mana setiap orang perlu melihat apa yang sudah dilakukannya untuk Indonesia. Hari untuk mengingat kalau rakyat Indonesia harus bersatu padu demi memajukan Tanah Air dan tidak saling membedakan satu sama lain. Jehan pun mengingatkan, Indonesia memiliki ragam suka, budaya, dan agama, yang harus terus dilestarikan hingga generasi mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu saat diminta melanjutkan kalimat kampanye "#Indonesiabisakeren kalau...", Jehan pun menyebutkan Indonesia bisa keren kalau rakyatnya mau belajar memahami perbedaan. "#Indonesiabisakeren kalau orang-orangnya mau belajar memahami perbedaan," lanjut putri desainer kondang Ida Royani itu.
Sementara Ria memiliki pandangan yang cukup berbeda. Ia mengatakan Hari Kebangkitan Nasional di mana generasi muda harus bisa menyesuaikan diri lagi dengan budaya yang ada di Indonesia. Ria melihat kini banyak generasi muda yang salah pergaulan dan lebih mengikuti budaya asing.
Sebagai generasi penerus, Ria menyarankan untuk lebih nasionalis dan tidak 'menelan mentah-mentah' budaya asing. Ketika Ria diminta untuk melanjutkan kalimat seperti Jehan, ia pun mengatakan Indonesia bisa keren kalau rakyat dan pemerintahnya tertib dalam hal apa pun.
#Indonesiabisakeren kalau kita bisa hidup teratur dan tertib. Contoh kecilnya kayak mengantre saja kalau teratur bisa membawa perubahan. Itu baru satu hal kecil. Misalnya juga dari pemerintah diminta berpergian nggak pakai kendaraan pribadi tapi kendaraan umum, kalau pemerintah menyediakan angkutan yang nyaman dan tepat waktu pasti bisa membawa perubahan," kata Ria.
(aln/asf)
Elektronik & Gadget
Cari Laptop Gaming dan Kerja? ASUS Gaming V16 RTX 4050 Bisa Jadi Pilihan
Pakaian Pria
Nike Pegasus 5 Khaki, Sepatu Trail Stylish dan Tangguh
Pakaian Pria
Kacamata Lari dari Goodr, 100% Melindungi dari Sinar UVA & UVB Berbahaya
Perawatan dan Kecantikan
Betadine Clear Antiseptic Gel, Solusi Cepat untuk Atasi Luka Ringan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
40 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 untuk Kartu & Bingkisan Lebaran
Buttonscarves Rilis Koleksi Lebaran 2026, Eksplorasi Budaya Mesir dan Maroko
Most Popular
1
Aksi Dua Model Seksi Beda Generasi di Iklan Tas Terbaru Gucci Era Demna
2
Cara Zodiak Habiskan THR, Siapa Paling Boros? (Part 2)
3
Curhat Paapa Essiedu Dapat Ancaman Kematian karena Perankan Severus Snape
4
Sinopsis San Andreas, Film Dwayne Johnson di Bioskop Trans TV Hari Ini
5
Ramalan Zodiak 24 Maret: Leo Jangan Menyerah, Virgo Mulai Ada Hasil
MOST COMMENTED











































