Sunsilk Hijab Hunt 2017
Suara Mahasiswa Teknik Perkapalan Pukau Juri Sunsilk Hijab Hunt Surabaya
Rahmi Anjani - wolipop
Minggu, 26 Mar 2017 17:00 WIB
Jakarta
-
Peserta Sunsilk Hijab Hunt 2017 Surabaya berusaha memberikan penampilan terbaiknya di audisi kedua, Minggu (26/3/2017). Salah satu kontestan yang berhasil merebut hati para juri adalah seorang mahasiswi teknik perkapalan bernama Dinda Ajeng Windiana.
Dengan suara beratnya yang cenderung gelap, Dinda menembangkan hits 'Roar' milik Katy Perry. Sambil bernyanyi, wanita setinggi 169 cm itu juga unjuk kebolehannya bermain gitar. Pada kesempatan itu, hadir pula teman-teman Dinda yang didominasi pria untuk memberi dukungan. Sorakan mereka lantas semakin memeriahkan suasana.
Penampilannya pun sukses mengundang pujian dari dua juri tamu, yakni aktris dan presenter Nycta Gina serta pendiri e-commerce HijUp, Diajeng Lestari.
"Suara kamu unik banget. Aku suka," ujar Nycta di ICBC Square Ballroom. Pujian senada juga diberikan Diajeng. Namun ia sedikit mengkritik penampilannya. "Improvisasiya bagus. Tapi sepertinya terasa agak berlebihan jadi kadang kurang enak didengar," ungkap Diajeng.
Dinda lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 20 Desember 1997. Saat ini ia terdaftar sebagai mahasiswi semester 6 jurusan teknik perkapalan Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.
"Aku sebanarnya suka arsitektur. Teknik perkapalan sebenarnya seperti arsitektur juga, cuma yang didesain adalah kapal," kata wanita yang juga hobi melukis itu.
Adapun motivasinya mengikuti Sunsilk Hijab Hunt untuk menambah pengalaman dan mengukur kemampuan bernyanyi. Diakui Dinda, belum pernah ia mengikuti ajang pencarian bakat.
Jika terpilih sebagai pemenang Sunsilk Hijab Hunt 2017, ia bertekad membentuk komunitas hijabers bagi mahasiswi teknik di kampusnya. "Belum ada komunitas seperti ini mengingat jurusan teknik didominasi kaum pria," kata Dinda. (ami/ami)
Dengan suara beratnya yang cenderung gelap, Dinda menembangkan hits 'Roar' milik Katy Perry. Sambil bernyanyi, wanita setinggi 169 cm itu juga unjuk kebolehannya bermain gitar. Pada kesempatan itu, hadir pula teman-teman Dinda yang didominasi pria untuk memberi dukungan. Sorakan mereka lantas semakin memeriahkan suasana.
Foto: Daniel Ngantung |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinda lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 20 Desember 1997. Saat ini ia terdaftar sebagai mahasiswi semester 6 jurusan teknik perkapalan Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.
"Aku sebanarnya suka arsitektur. Teknik perkapalan sebenarnya seperti arsitektur juga, cuma yang didesain adalah kapal," kata wanita yang juga hobi melukis itu.
Foto: Daniel Ngantung |
Jika terpilih sebagai pemenang Sunsilk Hijab Hunt 2017, ia bertekad membentuk komunitas hijabers bagi mahasiswi teknik di kampusnya. "Belum ada komunitas seperti ini mengingat jurusan teknik didominasi kaum pria," kata Dinda. (ami/ami)












































Foto: Daniel Ngantung
Foto: Daniel Ngantung