Laporan dari Melbourne
Foto: Ketika Dian Pelangi Berbagi Inspirasi dengan Hijabers Australia
Alissa Safiera - wolipop
Minggu, 19 Mar 2017 15:42 WIB
Melbourne
-
Agenda Wardah Fashion Journey mempertemukan dua desainer lokal, Dian Pelangi dan Barli Asmara kepada para blogger, desainer, hingga penari balet berhijab di Australia dalam suasana yang hangat di Kota Melbourne, tepatnya di The Botanical Restaurant, Domain Road, Minggu (19/3/2017).
Menjalin tali silaturahmi menjadi agenda utama perhelatan yang disponsori oleh label kosmetik kecantikan ini. Di samping itu, para blogger, influencer hingga entrepreneur berhijab di sini pun saling bertukar pandangan dan inspirasi.
"Saling berbagi inspirasi. Kita ingin ikatan persaudaraan untuk sesama muslimah semakin kuat. Tidak hanya hubungan di Australia tapi juga seluruh dunia, semoga silaturahmi ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tapi ke depannya terus berlanjut," ujar Dian.
Di antara yang datang, hadir remaja cantik berdomisili di Sydney, Stephanie Kurlow. Ia bukan remaja biasa, gadis 15 tahun ini adalah seorang penari balet dengan mimpi yang besar, yaitu menjadi penari balet profesional berhijab pertama di dunia.
Stephanie Kurlow bicara soal pengalamannya sempat di-bully setelah memutuskan berhijab dan menari balet. Ia juga mengungkap inspirasinya untuk berani bermimpi walau sebagai minoritas.
"Ibu saya adalah pendukung terbesar saya hingga sampai seperti sekarang ini. Kami seperti sahabat. Yang terpenting adalah melakukan apa yang benar-benar kamu sukai, bukan melakukan hal yang seharusnya kamu lakukan karena permintaan orang lain," tutur Stephanie kepada Wolipop.
Tak hanya Stephanie, ada pula hijabers lain asal Sydney bernama Delina pemilik label high-street 'It's Delina' dengan modestwear bergaya edgy. Pemilik Hijab House, salah satu retailer modestwear terbesar di Sydney, Syasya Mus pun turut hadir sebagai tamu, ada pula blogger Subhi Bora, dari situs The Modest Bride.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini juga diisi dengan acara membuat rangkaian bunga sebagai mahkota, tutorial hijab dan bincang-bincang santai.
"Kami di sini mencari inspirasi, dan kalian adalah inspirasi bagi kami," tutup Barli. (asf/hst)
Menjalin tali silaturahmi menjadi agenda utama perhelatan yang disponsori oleh label kosmetik kecantikan ini. Di samping itu, para blogger, influencer hingga entrepreneur berhijab di sini pun saling bertukar pandangan dan inspirasi.
Foto: Alissa Safiera |
"Saling berbagi inspirasi. Kita ingin ikatan persaudaraan untuk sesama muslimah semakin kuat. Tidak hanya hubungan di Australia tapi juga seluruh dunia, semoga silaturahmi ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tapi ke depannya terus berlanjut," ujar Dian.
Di antara yang datang, hadir remaja cantik berdomisili di Sydney, Stephanie Kurlow. Ia bukan remaja biasa, gadis 15 tahun ini adalah seorang penari balet dengan mimpi yang besar, yaitu menjadi penari balet profesional berhijab pertama di dunia.
Foto: Alissa Safiera |
Stephanie Kurlow bicara soal pengalamannya sempat di-bully setelah memutuskan berhijab dan menari balet. Ia juga mengungkap inspirasinya untuk berani bermimpi walau sebagai minoritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Noor Aldy |
Tak hanya Stephanie, ada pula hijabers lain asal Sydney bernama Delina pemilik label high-street 'It's Delina' dengan modestwear bergaya edgy. Pemilik Hijab House, salah satu retailer modestwear terbesar di Sydney, Syasya Mus pun turut hadir sebagai tamu, ada pula blogger Subhi Bora, dari situs The Modest Bride.
Foto:Dok. Noor Aldy |
Pertemuan yang berlangsung hangat ini juga diisi dengan acara membuat rangkaian bunga sebagai mahkota, tutorial hijab dan bincang-bincang santai.
"Kami di sini mencari inspirasi, dan kalian adalah inspirasi bagi kami," tutup Barli. (asf/hst)











































Foto: Alissa Safiera
Foto: Alissa Safiera
Foto: Dok. Noor Aldy
Foto:Dok. Noor Aldy