Esra Alhamal, Mahasiswi S-3 Berdarah Arab yang Traveling ke-21 Negara

Arina Yulistara - wolipop Kamis, 02 Mar 2017 16:11 WIB
Foto: Situs resmi Designer Esra
Jakarta - Beberapa wanita populer di dunia maya karena hobinya traveling, seperti Elsa Alhamal. Ya, wanita 29 tahun ini dikenal berkat hobinya traveling ke berbagai negara. Tidak hanya itu, ia merupakan traveler berhijab yang sudah berpergian ke-21 negara bahkan terkadang melakukan solo traveling.

Elsa bercerita kalau ia memang hobi traveling. Mahasiswi S-3 ini pun berbagi sedikit tentang pengalamannya berhijab saat melakukan perjalanan ke berbagai negara. Di tengah maraknya Islamophobia, Elsa mengaku tidak takut untuk pergi ke sejumlah negara minoritas muslim walaupun sempat sebelumnya merasa khawatir akan hal tersebut. Ia pun merasa bisa mewakili wajah seorang muslimah yang baik ketika berkunjung ke negara minoritas.

"Ketika Anda menggunakan scarf maka merepresentasikan wanita muslim. Untuk itu Anda harus bisa menjadi sosok yang baik ketika berada di beberapa negara agar meninggalkan kesan dan pesan yang lebih baik," ujar Elsa seperti dilansir dari Independent.
Esra Alhamal, Mahasiswi S-3 Berdarah Arab yang Traveling ke-21 NegaraFoto: Situs resmi Designer Esra

Wanita yang lahir di Arab dan kini sudah tujuh tahun berdomisili di Inggris itu menuturkan bahwa terkadang ia mengubah gaya jilbabnya menjadi lebih urban dengan memanfaatkan topi agar tidak terlalu menarik perhatian saat sedang merasa tak aman. Sedangkan pada umumnya ia biasa memakai jilbab menutup leher. Topik Islamophobia yang santer menjadi perbincangan masyarakat dunia memang cukup mengganggu dan membuatnya resah namun tidak meredupkan semangat Elsa untuk menjelajahi dunia.

Meski maraknya Islamophobia terutama setelah Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45, pemilik blog wisata bernama DesignerEsra itu tetap berpergian ke negara-negara yang sedang diselimuti pergolakan akan penggunaan atribut agama di muka umum. Seperti saat ia berangkat ke Paris, Elsa mengaku di Prancis sejak terjadi lonjakan Islamophobia. Belum lagi teror bom di Paris yang sempat mengguncang Prancis.

"Awalnya saya khawatir karena saya pergi dua minggu setelah serangan di Paris. Saya berharap orang-orang tidak akan marah ketika mereka melihat saya. Ternyata benar, semua orang sibuk masing-masing dan tidak melihat mereka marah, semua orang ramah dan tersenyum kepada saya. Itu (traveling pakai jilbab) benar-benar baik-baik saja di tengah kondisi yang seperti ini," paparnya lagi.
Esra Alhamal, Mahasiswi S-3 Berdarah Arab yang Traveling ke-21 NegaraFoto: Situs resmi Designer Esra

Dengan memakai jilbab, Elsa berhasil mengelilingi 21 negara termasuk solo traveling ke Qatar, Iran, Spanyo, Sri Lanka, Norwegia, dan Kroasia. Walaupun tidak memiliki kendala namun beberapakali ia mengalami sedikit masalah karena penggunaan jilbabnya.

"Seperti waktu di Sri Lanka. Sri Lanka bagus, tidak ada yang membuat saya merasa berbeda kecuali ketika saya ingin pergi ke kuil tidak bisa masuk karena berhijab. Tapi itu karena orang-orang harus menunjukkan kepala mereka sebagai tanda penghormatan," ujar Elsa.

Elsa menambahkan kalau dirinya suka akan toleransi umat beragama di berbagai negara minoritas. Ia pun berharap toleransi ini akan terus berjalan dengan baik sehingga semua masyarakat dunia bisa menyatu.

"Saya tidak mengharapkan orang mengubah peraturan hanya untuk jilbab tapi saya harap mereka bisa bersikap toleran," tambahnya.

(ays/ays)