Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pernah Di-bully Saat Remaja, Hijabers Singapura Berprestasi di Kontes Kecantikan

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 30 Nov 2016 17:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: The News Paper
Jakarta - Kisah inspiratif wanita berhijab datang dari berbagai negara. Salah satunya berasal dari sosok hijabers asal Singapura, Farelynn Syazwani Mohamed Farah. Farelynn berhasil menginspirasi wanita muda lainnya lewat kisah hidup yang pernah di-bully hingga menang kontes kecantikan internasional. Seperti apa kisahnya?

Dilansir dari The New Paper Singapura, Farelynn mengaku sering di-bully oleh teman-temannya sejak duduk di bangku sekolah. Ketika ia memasuki sekolah dasar hingga menengah, Farelynn menjadi korban bullying karena penampilannya.

Sebutan 'gendut', 'jelek', hingga 'si kutu' menjadi ejekan sehari-hari yang ditelan Farelynn semasa sekolah. Tidak hanya itu, mereka juga suka melemparkan benda, menjegal kakinya, hingga memasukkan permen karet ke rambut Farelynn. Bahkan saat ia mengalami kecelakaan mobil dan kembali ke sekolah, ada temannya yang bertanya "Kenapa kamu tidak mati saja?"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hinaan tersebut dialaminya hanya karena bentuk tubuhnya yang gemuk. Memasuki usia remaja, berat Farelynn pernah hampir 80 kilogram. Oleh karena itu ia tidak disukai oleh teman-temannya.

Tak tahan dengan ejekan teman-teman sekolahnya kala itu, Farelynn mengaku pernah hampir bunuh diri. Ia juga lebih sering menyendiri agar tidak diganggu terus-menerus. Meski demikian, wanita yang kini berusia 22 tahun itu tidak putus asa.
Pernah Di-<i>bully</i> Saat Remaja, Hijabers Singapura Berprestasi di Kontes KecantikanFoto: The News Paper

Farelynn lalu berusaha membangun kepercayaan dirinya dengan menurunkan berat badan. Setelah lulus dari sekolah menengah di 2009, ia mulai fokus untuk mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat.

Selain mengontrol makanan, Farelynn juga melakukan olahraga dan latihan kardio dengan rutin setiap minggu. Berat badannya berhasil turun hingga 58 kg dan ia pun kini berprofesi sebagai model freelance selama dua tahun terakhir.

Bukan hanya menjadi model lepas, Farelynn juga berusaha membuktikan dengan mengikuti kontes kecantikan internasional. Tak disangka ia berhasil menempati posisi Runner up Miss Singapore Malays International serta dinobatkan sebagai Miss Photogenic 2016.

Baca juga: Kisah Ranya, Hijabers yang Raih Gelar Guru Berbusana Terbaik di Sekolah AS

Farelynn juga memiliki kesempatan untuk terbang ke Los Angeles menjadi salah satu kontestan dalam ajang talent search, iPOP!. Acara tersebut mencari orang-orang berbakat di bidang akting, modeling, hingga musik.

Farelynn berhasil terbang ke Los Angeles mewakili Singapura setelah mengikuti audisi untuk iPOP!. Terdapat 15 orang perwakilan Singapura termasuk Farelynn yang berangkat ke Los Angeles untuk mengikuti ajang pencarian bakat tersebut.

Farelynn mengatakan menjadi model dan mengikuti kontes kecantikan demi bisa membangkitkan rasa percaya dirinya. Ia juga berharap bisa memotivasi wanita lain yang pernah menjadi korban bullying hanya karena penampilan untuk terus mengejar impian mereka.

"Daripada memikirkan masa lalu, saya merasa bisa membantu orang lain yang berada di posisi saya dulu. Modeling kini bisa mengembalikan kepercayaan diri saya, jadi saya ingin menggunakan suara saya untuk memberdayakan dan menginspirasi orang lain," ujarnya.

Wanita yang kini bekerja di bidang perhotelan itu juga memiliki misi untuk menunjukkan bahwa wanita muslim bisa masuk ke dunia modeling tanpa harus memperlihatkan kemolekan tubuhnya.

"Saya ingin orang-orang melihat bahwa wanita muslim itu modis dan berkelas. Mereka bisa berada di catwalk tanpa harus memperlihatkan kulitnya," tambah Farelynn.

Ditambahkannya lagi, menurut Farelynn popularitas yang diraihnya saat ini juga berkat dukungan orangtua dan kerabat dekatnya. Mereka yang selalu ada ketika ia merasa sedang jatuh karena di-bully.

Farelynn pun mengaku kalau hidupnya berubah. Bahkan teman-teman sekolah yang pernah menghinanya dulu kini mengirim pesan maaf melalui Facebook. Ia telah memaafkan teman-temannya itu dan berusaha mengambil hal yang positif dari pengalamannya. Di akhir kata, ia berpesan agar setiap wanita menjadi diri sendiri dan terus mengejar impian mereka tanpa perlu mendengarkan omongan buruk orang lain.

"Moto saya adalah jadi diri sendiri. Bentuk dan ukuran tubuh tidak penting yang penting adalah apa yang Anda inginkan. Ketika saya berjalan di atas panggung, saya ingin orang-orang merasakan kehadiran saya. Bagaimana saya tetap percaya diri dan mengeluarkan aura dalam diri saya," sarannya.

Baca juga: Gaya Hijab Si Manis Wirda Mansur, Putri Yusuf Mansur yang Inspiratif (ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads