Didiskualifikasi dari Pertandingan Tinju, Hijabers Ini Malah Jadi 'Pemenang'

Arina Yulistara - wolipop Selasa, 22 Nov 2016 15:35 WIB
Foto: Cair
Jakarta - Sikap diskriminasi masih terus dialami oleh para wanita berhijab di berbagai negara. Meski punya prestasi sekalipun, beberapa pihak masih memandang wanita berhijab dengan 'sebelah mata'. Kini hal kurang menyenangkan dialami oleh hijabers muda asal Oakdale, Amaiya Zafar.

Remaja 16 tahun itu didiskualifikasi dari pertandingan tinju nasional hanya karena penggunaan jilbabnya. Mendapat laporan tersebut, Council on American-Islamic Relations (CAIR) selaku organisasi resmi nasional yang membantu membela hak-hak masyarakat muslim di Amerika serikat, saat ini sedang konsen untuk mengurusnya.

Ya, Amaiya dikeluarkan dari pertandingan di menit-menit terakhir sebelum ia masuk ke dalam ring tinju saat mengikuti kejuaraan nasional Sugar Bert Boxing National Championships, Kissimmee, Florida, Amerika Serikat. Sang ibunda, Sarah O'Keefe-Zafar, yang tidak terima putrinya dikeluarkan hanya karena mengenakan jilbab melapor kepada CAIR.

Baca juga: Berhijab dan Ingin Jadi Atlet Tinju, Amaiya Zafar Jadi Kontroversi

Proses diskualifikasi yang dilakukan terjadi saat Amaiya sudah memakai sarung tinju lalu berjabat tangan dengan salah satu pihak acara. Tak berapa lama kemudian mereka mengatakan kalau ia tidak bisa bertanding karena memakai jilbab.

CAIR National Communications Director Ibrahim Hooper menuturkan bahwa seharusnya semua atlet bisa bertanding tanpa melihat pakaiannya. "Semua atlet harus mampu bersaing dalam olahraga pilihan mereka tanpa menghadapi hambatan berdasarkan kebijakan yang ketinggalan zaman dan diskriminatif," ujar Hooper seperti dikutip dari situs resmi CAIR.

Hooper pun menuntut International Boxing Association (AIBA) dan USA Boxing untuk memberikan kebebasan agama terhadap peraturan seragam saat ini sehingga Amaiya bisa memiliki kesempatan mengenakan jilbab selama kompetisi.

Menurut Hooper, kini banyak organisasi atletik internasional yang telah memodifikasi aturan dan kebijakan mereka untuk memperhitungkan berbagai kebutuhan religius peserta pertandingan. Sebagai contoh, International Weightlifting Federation (IWF) dan the International Federation of Association Football (FIFA) telah menghapuskan larangan pemakaian tutup kepala sebagai simbol agama termasuk penggunaan jilbab.

Hooper berharap ke depannya Amaiya bisa mengikuti pertandingan tinju serupa lainnya tanpa hambatan walaupun mengenakan jilbab. Banyak yang simpati dengan pengeluaran Amaiya dari pertandingan hanya karena berhijab.
Didiskualifikasi dari Pertandingan Tinju, Hijabers Ini Malah Jadi 'Pemenang'Foto: Cair

Bahkan sebagai aksi solidaritas, lawan Amaiya dalam pertandingan tersebut yang kemudian terpilih menjadi pemenang berbagi belt kemenangannya dengan Amaiya. Ia pun turut dinobatkan sebagai pemenang karena membawa nama baik muslim di cabang olahraga tinju.

Baca juga: Cerita Hijabers Hadapi Isu Teroris dan Islamophobia di Amerika


(ays/ays)