Pria Kaya Ini Rela Bayar Miliaran Rupiah Demi Bela Para Wanita Berhijab
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 02 Sep 2016 17:07 WIB
Jakarta
-
Siapa yang rela membayar hingga miliaran Rupiah hanya untuk orang-orang tak dikenal? Pria kaya ini sanggup melakukannya. Seorang pengusaha asal Prancis, Rachid Nekkaz, secara sukarela membayar untuk muslimah-muslimah yang didenda karena penggunaan jilbab mereka.
Pengusaha real estate itu berusaha membela para wanita berhijab bukan karena alasan agama. Menurutnya hijab merupakan pilihan dan hak setiap wanita. Aturan yang melarang wanita berhijab sama saja menghina wanita muslim.
Kini Nekkaz sedang memperjuangkan wanita muslim terkait pelarangan burkini di pantai-pantai Prancis. Pria berdarah Arab itu merasa miris dengan munculnya aturan tersebut. Salah satu cara untuk menentangnya sekaligus membela muslimah atas kebebasannya dengan membayarkan denda.
"Begitu saya dengar Prancis tidak menghormati kebebasan fundamental, saya langsung mengeluarkan cek saya tanpa ragu," papar Nekkaz seperti dilansir dari Telegraph.
Sudah tiga kali Nekkaz membayar denda masing-masing sebesar 38 euro atau sekitar Rp 560 ribuan untuk muslimah yang ditangkap karena menggunakan burkini di pantai-pantai sekitar Cannes, Prancis. Sebelum pelarangan burkini yang baru diresmikan pertengahan 2016 lalu, Nekkaz sudah sering membela banyak muslimah yang juga didenda karena menggunakan jilbab dan burqa di tempat umum.
Bulan lalu Nekkaz bahkan terlihat berjalan dengan wanita bercadar dengan pakaian serba hitam di Locarno, Swiss. Pria 44 tahun itu sengaja melakukannya untuk menentang peraturan baru yang melarang wanita mengenakan cadar yang biasa dipakai wanita muslim.
Nekkaz kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dikenakan denda. Dengan mudah, pengusaha yang meraup keuntungan melalui properti itu membayar polisi tanpa harus meminta sang wanita melepas burqanya. Nekkaz menuturkan kalau ia akan berjuang terus membela para wanita berhijab.
"Sekali saya tidak setuju, saya akan berjuang sampai mati untuk memberikan kemungkinan kepada orang-orang ini (wanita berhijab) dalam mengekspresikan opini atau pakaian yang mereka pilih. Itu adalah kebebasan. Itu masalah prinsip," tegas pria kelahiran 9 Januari 1972 itu.
Sejak 2010, Nekkaz telah membela muslimah dengan membayarkan denda mereka hanya karena memakai jilbab di tempat umum. Prancis menjadi negara pertama yang melarang cadar dipakai di publik dan menular ke berbagai negara bagian barat. Melihat hal tersebut, Nekkaz pun menyiapkan dana demi membantu para muslimah agar tetap berjuang dengan jilbab mereka.
Hingga saat ini, Nekkaz telah mengeluarkan biaya sekitar 245 ribu Euro atau Rp 3,6 miliar untuk denda dan pembayaran hukum terkait peraturan larangan berhijab. Ia sudah membela 1.165 wanita di Prancis, 268 Belgia, 2 Belanda, dan 1 Swiss. Tak heran bila ia dijuluki sebagai 'Zorro for the Niqab'.
Aksi Nekkaz membela para hijabers juga didukung oleh sang istri, Cecile Le Roux. Maka dari itu, pria yang juga terjun di dunia politik tersebut semakin mudah melanjutkan langkah-langkahnya.
Terkait dengan pelarangan burkini, peraturan itu memicu banyak ejekan dan kecaman dari dalam maupun luar Prancis. Nekkaz pun mengatakan kalau burkini memang sedikit berbeda dengan pakaian renang pada umumnya tapi bukan berarti sebuah kesalahan bila wanita menggunakannya. Apakah ketika biarawati Katolik menggunakan pakaiannya ke pantai maka akan ditangkap polisi juga?
"Ini skandal. Ini seperti mengatakan bahwa Anda tidak diizinkan menjadi seorang muslim di Prancis! Ini semacam politik, jenis keputusan yang tidak menghormati kebebasan-kebebasan fundamental untuk masyarakat Islam," tambahnya.
Nekkaz tahu bahwa kini ia seperti dalam pertempuran panjang dengan peraturan Prancis. Meski demikian ia mengaku tidak akan menyerah dan siap membayar apa pun yang memang diperlukan.
"Saya bisa membayar dua, tiga, atau empat juta Euro tanpa masalah untuk membela mereka," pungkasnya. (ays/ays)
Pengusaha real estate itu berusaha membela para wanita berhijab bukan karena alasan agama. Menurutnya hijab merupakan pilihan dan hak setiap wanita. Aturan yang melarang wanita berhijab sama saja menghina wanita muslim.
Kini Nekkaz sedang memperjuangkan wanita muslim terkait pelarangan burkini di pantai-pantai Prancis. Pria berdarah Arab itu merasa miris dengan munculnya aturan tersebut. Salah satu cara untuk menentangnya sekaligus membela muslimah atas kebebasannya dengan membayarkan denda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah tiga kali Nekkaz membayar denda masing-masing sebesar 38 euro atau sekitar Rp 560 ribuan untuk muslimah yang ditangkap karena menggunakan burkini di pantai-pantai sekitar Cannes, Prancis. Sebelum pelarangan burkini yang baru diresmikan pertengahan 2016 lalu, Nekkaz sudah sering membela banyak muslimah yang juga didenda karena menggunakan jilbab dan burqa di tempat umum.
![]() |
Bulan lalu Nekkaz bahkan terlihat berjalan dengan wanita bercadar dengan pakaian serba hitam di Locarno, Swiss. Pria 44 tahun itu sengaja melakukannya untuk menentang peraturan baru yang melarang wanita mengenakan cadar yang biasa dipakai wanita muslim.
Nekkaz kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dikenakan denda. Dengan mudah, pengusaha yang meraup keuntungan melalui properti itu membayar polisi tanpa harus meminta sang wanita melepas burqanya. Nekkaz menuturkan kalau ia akan berjuang terus membela para wanita berhijab.
"Sekali saya tidak setuju, saya akan berjuang sampai mati untuk memberikan kemungkinan kepada orang-orang ini (wanita berhijab) dalam mengekspresikan opini atau pakaian yang mereka pilih. Itu adalah kebebasan. Itu masalah prinsip," tegas pria kelahiran 9 Januari 1972 itu.
Sejak 2010, Nekkaz telah membela muslimah dengan membayarkan denda mereka hanya karena memakai jilbab di tempat umum. Prancis menjadi negara pertama yang melarang cadar dipakai di publik dan menular ke berbagai negara bagian barat. Melihat hal tersebut, Nekkaz pun menyiapkan dana demi membantu para muslimah agar tetap berjuang dengan jilbab mereka.
Hingga saat ini, Nekkaz telah mengeluarkan biaya sekitar 245 ribu Euro atau Rp 3,6 miliar untuk denda dan pembayaran hukum terkait peraturan larangan berhijab. Ia sudah membela 1.165 wanita di Prancis, 268 Belgia, 2 Belanda, dan 1 Swiss. Tak heran bila ia dijuluki sebagai 'Zorro for the Niqab'.
Aksi Nekkaz membela para hijabers juga didukung oleh sang istri, Cecile Le Roux. Maka dari itu, pria yang juga terjun di dunia politik tersebut semakin mudah melanjutkan langkah-langkahnya.
Terkait dengan pelarangan burkini, peraturan itu memicu banyak ejekan dan kecaman dari dalam maupun luar Prancis. Nekkaz pun mengatakan kalau burkini memang sedikit berbeda dengan pakaian renang pada umumnya tapi bukan berarti sebuah kesalahan bila wanita menggunakannya. Apakah ketika biarawati Katolik menggunakan pakaiannya ke pantai maka akan ditangkap polisi juga?
"Ini skandal. Ini seperti mengatakan bahwa Anda tidak diizinkan menjadi seorang muslim di Prancis! Ini semacam politik, jenis keputusan yang tidak menghormati kebebasan-kebebasan fundamental untuk masyarakat Islam," tambahnya.
Nekkaz tahu bahwa kini ia seperti dalam pertempuran panjang dengan peraturan Prancis. Meski demikian ia mengaku tidak akan menyerah dan siap membayar apa pun yang memang diperlukan.
"Saya bisa membayar dua, tiga, atau empat juta Euro tanpa masalah untuk membela mereka," pungkasnya. (ays/ays)
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
5 Tren Sneakers yang In dan Out di 2026 untuk Referensi Belanja Sepatu Baru
2
Viral Verificator
Viral! Pria Australia Nikahi Wanita Sumsel, Mahar Fantastis Rp 10 Miliar
3
5 Gaya Melania Trump di Pesta Tahun Baru, Gaun Bling-bling Jadi Sorotan
4
Ramalan Zodiak 4 Januari: Aries Banyak Peluang, Taurus Jangan Putus Asa
5
Viral Verificator
Bukan Mobil Mewah, Viral Pengantin Ini Sunmori Naik Vespa Usai Akad Nikah
MOST COMMENTED












































