Atlet Voli Pantai Berhijab Ini Malah Berterima Kasih Pasca Dikritik Haters
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 19 Agu 2016 17:50 WIB
Jakarta
-
Beberapa wanita berhijab 'turun' ke Olimpiade 2016 mewakili negaranya. Salah satunya Doaa Elghobashy, hijabers asal Mesir yang bertanding di cabang olahraga voli pantai. Doaa menjadi sorotan karena merupakan hijabers pertama yang menjadi atlet voli pantai berhijab dalam kompetisi olahraga dunia yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brazil itu.
Bagaimana tidak, penampilan wanita 19 tahun itu tampak kontras dengan tim voli pantai dari negara lainnya yang bertanding mengenakan bikini. Bikini memang menjadi seragam yang umumnya dipakai para atlet voli pantai. Sedangkan Doaa menggunakan celana panjang, baju lengan panjang, ditambah jilbab.
Penampilan Doaa menarik perhatian banyak orang. Haters pun mulai berdatangan. Banyak pihak yang mengkritik aksinya di Olimpiade 2016. Menuai banyak kritikan tidak membuat Doaa sedih malah berterima kasih akan hal tersebut karena membuat dirinya menjadi populer.
"Untuk orang-orang yang tidak setuju dengan apa yang aku lakukan (di Rio) aku menghormati pendapat Anda. Tapi coba katakan padaku sebelum menilaiku, apa yang sudah Anda capai dalam hidup? Khususnya bagi Anda yang mencaci aku? Terima kasih karena Anda telah membuatku terkenal tapi aku lebih berterima kasih kepada Tuhan bahwa banyak orang yang membelaku," ujar Doaa melalui akun Facebook pribadinya.
Selain 'berterima kasih' dengan para haters, Doaa juga mengucapkan banyak terima kasih pada keluarga serta teman-temannya. "Aku ingin berterima kasih kepada semua orang yang sudah mendukungku dan mengetahui seberapa keras kerja timku untuk mengejar mimpi terbesar kami," tambah wanita kelahiran 8 November 1996 itu.
Doaa bertanding voli pantai bersama rekannya Nada Moawad yang tidak mengenakan jilbab. Mereka kalah melawan Jerman, Italia, dan Kanada. Meski demikian, Doaa merupakan wanita pertama yang lolos ke Olimpiade dari negara mereka setelah memenangkan African Volleyball Confederation's Continental Cup di Abuja pada April lalu. (ays/ays)
Bagaimana tidak, penampilan wanita 19 tahun itu tampak kontras dengan tim voli pantai dari negara lainnya yang bertanding mengenakan bikini. Bikini memang menjadi seragam yang umumnya dipakai para atlet voli pantai. Sedangkan Doaa menggunakan celana panjang, baju lengan panjang, ditambah jilbab.
![]() |
Penampilan Doaa menarik perhatian banyak orang. Haters pun mulai berdatangan. Banyak pihak yang mengkritik aksinya di Olimpiade 2016. Menuai banyak kritikan tidak membuat Doaa sedih malah berterima kasih akan hal tersebut karena membuat dirinya menjadi populer.
"Untuk orang-orang yang tidak setuju dengan apa yang aku lakukan (di Rio) aku menghormati pendapat Anda. Tapi coba katakan padaku sebelum menilaiku, apa yang sudah Anda capai dalam hidup? Khususnya bagi Anda yang mencaci aku? Terima kasih karena Anda telah membuatku terkenal tapi aku lebih berterima kasih kepada Tuhan bahwa banyak orang yang membelaku," ujar Doaa melalui akun Facebook pribadinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doaa bertanding voli pantai bersama rekannya Nada Moawad yang tidak mengenakan jilbab. Mereka kalah melawan Jerman, Italia, dan Kanada. Meski demikian, Doaa merupakan wanita pertama yang lolos ke Olimpiade dari negara mereka setelah memenangkan African Volleyball Confederation's Continental Cup di Abuja pada April lalu. (ays/ays)












































