Berprofesi Sebagai Supir Uber di Mesir, Hijabers Ini Jadi Sorotan
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 05 Agu 2016 10:52 WIB
Jakarta
-
Beberapa wanita bekerja di bidang yang banyak digeluti pria, tidak terkecuali hijabers. Salah satunya adalah Basma Ali. Basma bekerja sebagai supir dari taksi online Uber dan kini menjadi sorotan. Ya, wanita yang sudah konsisten berhijab itu berhasil memecahkan stereotipe gender dengan menjadi supir Uber di Mesir.
Dikutip dari Fustany, Basma berbagi sedikit cerita tentang pengalamannya menjadi supir Uber di Mesir. Sebelum berprofesi sebagai supir Uber, wanita 30 tahun ini merupakan seorang insinyur biomedis. Kemudian ia memutuskan untuk 'mengambil' taksi online sebagai pekerjaan sampingan.
Sebelum benar-benar bekerja full time menjadi supir Uber, Basma mengatakan bahwa awal mula bergabung dengan perusahaan taksi online tersebut karena suaminya mendaftarkan diri dan dia hanya penikmat saja. Namun ia mulai tertarik karena ternyata yang mengambil pekerjaan sampingan sebagai supir Uber bukan orang tidak mampu tapi justru memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi seperti dokter, pengacara, hingga insinyur.
Terinspirasi dari latar belakang 'teman-teman' suaminya yang merupakan supir Uber, Basma mulai mengamati proses kerja dan cara menggunakan aplikasinya. Ibu dua anak itu pun memutuskan untuk turut terjun menjadi supir Uber karena merasa waktunya lebih bebas.
"Ternyata menjadi sangat nyaman ketika seorang ibu bisa memilih jam kerja mereka sendiri dan itu keputusanku untuk memberikan inspirasi kepada wanita lainnya," papar Basma
Basma pun membuat komunitas Uber Ladies Egypt untuk mengumpulkan wanita Mesir lain yang satu profesi dengannya. Setelah memutuskan beralih profesi dari insinyur biomedis menjadi supir Uber, Basma mengaku empat ditentang orangtua. Namun ia berusaha mencoba menjelaskan bagaimana pekerjaannya menjadi supir taksi online membuat waktunya untuk anak lebih banyak.
Basma juga menambahkan kalau sekarang masih banyak wanita yang terpengaruh dengan stereotipe gender sehingga mereka tidak berkembang. Ia ingin menunjukkan bahwa wanita harus maju. Selama wanita melakukan sesuatu yang benar dalam mengembangkan diri mereka dan tidak merugikan orang lain tentu bisa menuju ke jalan kesuksesan.
"Anda tidak harus berpikir apa yang orang katakan dan lakukan apa pun yang membuat kita menjadi lebih berharga. Jangan hanya punya ambisi tapi bagaimana cara mewujudkannya," tambah Basma. (ays/ays)
Dikutip dari Fustany, Basma berbagi sedikit cerita tentang pengalamannya menjadi supir Uber di Mesir. Sebelum berprofesi sebagai supir Uber, wanita 30 tahun ini merupakan seorang insinyur biomedis. Kemudian ia memutuskan untuk 'mengambil' taksi online sebagai pekerjaan sampingan.
Sebelum benar-benar bekerja full time menjadi supir Uber, Basma mengatakan bahwa awal mula bergabung dengan perusahaan taksi online tersebut karena suaminya mendaftarkan diri dan dia hanya penikmat saja. Namun ia mulai tertarik karena ternyata yang mengambil pekerjaan sampingan sebagai supir Uber bukan orang tidak mampu tapi justru memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi seperti dokter, pengacara, hingga insinyur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata menjadi sangat nyaman ketika seorang ibu bisa memilih jam kerja mereka sendiri dan itu keputusanku untuk memberikan inspirasi kepada wanita lainnya," papar Basma
Basma pun membuat komunitas Uber Ladies Egypt untuk mengumpulkan wanita Mesir lain yang satu profesi dengannya. Setelah memutuskan beralih profesi dari insinyur biomedis menjadi supir Uber, Basma mengaku empat ditentang orangtua. Namun ia berusaha mencoba menjelaskan bagaimana pekerjaannya menjadi supir taksi online membuat waktunya untuk anak lebih banyak.
Basma juga menambahkan kalau sekarang masih banyak wanita yang terpengaruh dengan stereotipe gender sehingga mereka tidak berkembang. Ia ingin menunjukkan bahwa wanita harus maju. Selama wanita melakukan sesuatu yang benar dalam mengembangkan diri mereka dan tidak merugikan orang lain tentu bisa menuju ke jalan kesuksesan.
"Anda tidak harus berpikir apa yang orang katakan dan lakukan apa pun yang membuat kita menjadi lebih berharga. Jangan hanya punya ambisi tapi bagaimana cara mewujudkannya," tambah Basma. (ays/ays)
Perawatan dan Kecantikan
Stop Galau! Ini Bedanya Skin Tint, Foundation, dan Cushion, Mana yang Cocok untuk Bukber?
Kesehatan
Jangan Sampai Drop di Tengah Puasa! Ini Rahasia Energi Stabil dari Madu Murni
Perawatan dan Kecantikan
Stop Takut Make Up Crack Saat Lebaran! Ini Solusi Complexion Tahan Lama
Perawatan dan Kecantikan
Stop Makeup Geser Saat Bukber! Ini Foundation Tahan Lama yang Wajib Dicoba
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Koleksi Lebaran Ayu Dyah Andari & Heart Troops Tutup Ramadan Pret-A-Porter
Ramadan Pret-A-Porter 2026, Direktur Ekraf: Perkuat Ekosistem Mode Lokal
Koleksi Heart Troops & Ayu Dyah Andari Hingga Nabila Taqiyyah Hadir di PIK 2
Ramadan Pret A Porter
Ramadan Pret-A-Porter: Koleksi Raya Jenna & Kaia, Kami. & Klamby di PIK 2
Dear Ukhti, Ada Koleksi Pakaian Muslim Kekinian di Ramadan Pret A Porter
Most Popular
1
Anak Pertama, Tengah, atau Bungsu? Fakta Kepribadian Berdasarkan Urutan Lahir
2
Pesona Aurel Hermansyah di Tedak Siten Baby Arash, Makin Langsing & Cantik
3
Sempat Dicap 'Mean Girl', Anak Gwyneth Paltrow Kini Disebut Tukang Bully
4
Ramalan Zodiak 18 Februari: Gemini Muncul Hambatan, Aries Tetap Semangat
5
Potret Jennie BLACKPINK Cantik Effortless Pakai Singlet Putih di New York
MOST COMMENTED











































