Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2016

Lestarikan Budaya, Peserta Unjuk Bakat Membatik di Sunsilk Hijab Hunt

Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 20 Apr 2016 19:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera
Jakarta - Seorang peserta audisi Sunsilk Hijab Hunt membawa perlengkapan membatik untuk diperlihatkan pada juri di audisi hari pertama di Kampus UIN, Yogyakarta, Rabu (20/4/2016). Peserta bernama Ratna Sari ini memanaskan canting kemudian mulai menunjukkan bakatnya.

Dengan apik ia mulai membatik di atas kain putih yang sudah ditulisi logo Sunsilk Hijab Hunt 2016 dengan pensil sebelumnya. Sambil menyelesaikan karyanya, ia mencanting dengan menyanyikan tembang Jawa.

"Saya memang pecinta batik. Melihat dari ibu dan keluarga saya yang suka membatik juga. Aku awalnya merhatiin orangtua, tapi aku lebih eksplor sendiri untuk motifnya," tutur Ratna Sari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walau belum bisa melihat karyanya jadi dengan sempurna, namun Ratna telah mempersiapkan kain batik lainnya yang sudah hampir jadi dengan desain yang sama. Menurutnya, kain yang hampir jadi itu masih harus memasuki tahap perebusan untuk menghilangkan lilin-lilin yang tersisa.

Wanita yang menekuni dunia batik sejak 2010 ini tak sekadar suka membatik namun juga memberi sosialisasi dan workshop cara membatik ke sekolah-sekolah dan juga instansi. Bahkan beberapa kali ia juga diajak bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Bukan tanpa tantangan melestarikan batik di era modern ini. Menurutnya waktu menjadi salah satu tantangan terberat karena makan waktu lama untuk menyelesaikan satu kain batik hingga selesai sampai tahap pewarnaan. Selain itu, bahannya juga sulit didapatkan dan harganya tidak murah.

"Untuk pemula biasanya aku mengajarkan untuk membatik di kain kecil, atau aku coba buat teknik jumputan. Aku juga ajarkan cara membatik ke teman-temanku. Biasanya untuk anak kecil, aku biarkan mereka berkreasi menggambar tokoh favoritnya, misalnya Doraemon atau Pokemon," jelasnya.

Lewat Sunsilk Hijab Hunt, wanita 23 tahun ini memiliki misi untuk membuat proses membatik lebih menarik dan dicintai bagi orang muda. Ia juga ingin melestarikan batik dan membuatnya terkesan fleksibel dipakai di berbagai acara.

"Fokusnya adalah mengedukasi tentang proses pembuatan batik. Tidak cuma soal batiknya, tapi juga melestarikan orang-orang yang membatik dan mencintai batik," tutupnya. (asf/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads