Sunsilk Hijab Hunt 2016
Foto: 5 Peserta Sunsilk Hijab Hunt Tampil dengan Kain Khas Banjarmasin
Intan Kemala Sari - wolipop
Sabtu, 16 Apr 2016 14:37 WIB
Jakarta
-
Ajang pencarian ikon muslimah berbakat Sunsilk Hijab Hunt 2016 digelar di Banjarmasin hari ini, Sabtu (16/4/2016). Para hijabers tampil dengan gayanya masing-masing, mulai dari yang bergaya feminin, colorful, hingga tampil dengan kostum menari lengkap dengan atributnya.
Banyak pula di antara mereka yang tampil dengan busana khas Banjarmasin, yakni baju sasirangan. Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan yang terbuat dari proses pewarnaan rintang dengan corak yang khas. Mereka pun bangga dan ingin menunjukkan kebudayaan Banjarmasin di hadapan banyak orang. Siapa saja?
1. Tiara Meyriani
Peserta kelahiran 1999 ini mengenakan atasan sasirangan dengan dominasi warna kuning dan hijau. Ia memadankannya dengan rok panjang serta hijab berwarna senada. Hijabnya dikreasikan sedemikian rupa agar terlihat tidak monoton.
2. Ana Saidatunissa
Ana merupakan peserta yang juga tampil dengan baju sasirangan berupa outer warna ungu. Ia mengaku sering menggunakan sasirangan bahkan untuk pergi ke kampus sekalipun. Gadis 19 tahun ini akan menampilkan seni tari dan menyanyi.
3. Alfina
Gadis yang berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini mengenakan sasirangan dari kain sutra dengan motif gagatas gelombang nuansa cokelat dan kuning. Ia melengkapi penampilannya dengan kalung yang dibentuk menjadi headpiece dan dilingkarkan di atas kepala.
4. Elfira Maulida
Gamis panjang berwarna hijau toska menjadi pilihan gadis 18 tahun ini dalam berbusana. Ia melapisinya dengan bolero sasirangan berwarna cokelat tua yang senada dengan gamis yang dikenakannya. Elfia pun sering mengenakan sasirangan untuk pergi ke acara-acara di sekolahnya.
5. Alma Lutvia
Kain sasirangan digunakan Alma sebagai pelengkap kostum tarinya. Kostum tersebut biasa disebut dengan 'sabuk sasirangan'. Tampil dengan gamis hitam, Alma mengatakan sebenarnya kostum tari tersebut menggunakan celana, tetapi ia memodifikasinya agar terlihat lebih sopan.
(int/hst)
Banyak pula di antara mereka yang tampil dengan busana khas Banjarmasin, yakni baju sasirangan. Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan yang terbuat dari proses pewarnaan rintang dengan corak yang khas. Mereka pun bangga dan ingin menunjukkan kebudayaan Banjarmasin di hadapan banyak orang. Siapa saja?
1. Tiara Meyriani
![]() |
Peserta kelahiran 1999 ini mengenakan atasan sasirangan dengan dominasi warna kuning dan hijau. Ia memadankannya dengan rok panjang serta hijab berwarna senada. Hijabnya dikreasikan sedemikian rupa agar terlihat tidak monoton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Ana merupakan peserta yang juga tampil dengan baju sasirangan berupa outer warna ungu. Ia mengaku sering menggunakan sasirangan bahkan untuk pergi ke kampus sekalipun. Gadis 19 tahun ini akan menampilkan seni tari dan menyanyi.
3. Alfina
![]() |
Gadis yang berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini mengenakan sasirangan dari kain sutra dengan motif gagatas gelombang nuansa cokelat dan kuning. Ia melengkapi penampilannya dengan kalung yang dibentuk menjadi headpiece dan dilingkarkan di atas kepala.
4. Elfira Maulida
![]() |
Gamis panjang berwarna hijau toska menjadi pilihan gadis 18 tahun ini dalam berbusana. Ia melapisinya dengan bolero sasirangan berwarna cokelat tua yang senada dengan gamis yang dikenakannya. Elfia pun sering mengenakan sasirangan untuk pergi ke acara-acara di sekolahnya.
5. Alma Lutvia
![]() |
Kain sasirangan digunakan Alma sebagai pelengkap kostum tarinya. Kostum tersebut biasa disebut dengan 'sabuk sasirangan'. Tampil dengan gamis hitam, Alma mengatakan sebenarnya kostum tari tersebut menggunakan celana, tetapi ia memodifikasinya agar terlihat lebih sopan.
(int/hst)















































