Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ruba Rosalina, Pemain Rugby Berhijab Pertama di Irlandia

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 06 Apr 2016 17:59 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Ist.
Jakarta - Beberapa wanita berhijab muda memiliki passion di bidang olahraga. Ruba Rosalina Bukhatwa menjadi salah satu yang mempunyai minat tinggi untuk menjadi seorang atlet wanita. Tak hanya sebagai seorang atlet saja tapi juga tetap menggunakan jilbab yang menunjukkan bahwa ia seorang muslim.

Wanita dengan sapaan akrab Rose itu menjadi perbincangan setelah bergabung dan menjalani sesi latihan di Tallaght Women's Rugby Football Club (RFC). RFC kemudian mengirimkan surat permintaan kepada tim rugby nasional Irish Rugby Football Union (IRFU) agar mengizinkan Rose bergabung ke dalam klub karena ia menggunakan jilbab.

Tak disangka IRFU mengizinkan Rose untuk bergabung ke dalam tim rugby tanpa menanggalkan jilbabnya. Mahasiswi Griffith University itu pun menjadi pemain rugby wanita pertama yang berhijab di Irlandia.

Salah satu perwakilan dari di Martina Fitzpatrick, mengatakan terkejut karena IRFU bisa menerima permintaan yang luar biasa dengan memberikan kesempatan kepada Rose untuk masuk ke dalam klub dan bermain menggunakan jilbabnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka (tim IRFU) datang dan kembali dalam beberapa minggu, yang benar-benar mengejutkan mereka mengatakan mengizinkan Rose tetap mengenakan jilbab saat bermain rugby dengan beberapa penyesuaian kecil termasuk memasukkan kerudung ke dalam jersey-nya," tutur Martina seperti dilansir dari Irish News.

Mendapat kesempatan tersebut, Rose merasa sangat senang dan ia tidak keberatan dengan penyesuaian tersebut. Peraturan itu juga dibuat demi keselamatannya tapi tetap menghormati keyakinannya sebagai seorang muslim.

"Saya tidak pernah berpikir IRFU menyetujuianya, jadi Rose kemungkinan mnejadi pemain rugby wanita pertama yang menggunakan jilbab di Irlandia," tambah Martina.

Rose suka bermain rugby sejak kecil. Wanita berdarah Libya itu pun sudah terlihat berbakat di bidang olahraga sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Aksinya dalam olahraga seringkali mendapatkan pujian dari teman-temannya.

"Aku tidak pernah dijauhi ketika bermain dalam olahraga. Ketika aku pergi ke Santry (kota di Irlandia) untuk atletik, di mana aku menembak, menombak, orang-orang terkesan. Aku tidak pernah mendapatkan komentar buruk dalam olahraga, aku suka fakta bahwa aku bisa mewakili Islam dalam olahraga," ujar wanita 18 tahun asal South Dublin itu.


(ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads