Sunsilk Hijab Hunt 2016
Eksplor Lombok, Dhini Aminarti & Peserta Sunsilk Hijab Hunt Kunjungi Desa Sade
Yudhistira Amran Saleh - wolipop
Minggu, 03 Apr 2016 16:09 WIB
Jakarta
-
Eksplor Lombok, Dhini Aminarti & Peserta Sunsilk Hijab Hunt Kunjungi Desa Sade
Para peserta audisi Sunsilk Hijab Hunt dan juri audisi Dhini Aminarti dan juara 2 Sunsilk Hijab Hunt 2015 Ninda Putri Laili masih terus mengeksplor Lombok. Menjelang sore, mereka mengunjungi Desa Sade.
Saat tiba di sana, beberapa masyarakat sekitar tampak menyambut ke-20 peserta serta kedua juri ini dengan keramahan. "Mba Dhini mau difoto dong," ucap salah seorang pengunjung Desa Sade di Desa Adat Sade, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (3/4/2016).
Tanpa sungkan, isteri dari Dimas Seto pun tampak meladeni permintaannya. Selanjutnya mereka memasuki Desa Sade yang rumahnya terbuat dari anyaman bambu dengan atapnya yang menggunakan daun kelapa.
"Rumah kami disini itu dinamakan Bale Tani. Bale itu rumah dan Tani pekerjaan. Orang tua kami itu petani. Orang tua kami juga penenun. Kemudian hasil panennya itu tidak dijual tapi disimpan di lumbung padi," terang sang pemandu bernama Noer.
Noer juga mejelaskan bahwa bahan baku pembuatan rumah di Desa Sade tidak satu pun ada yang beli. "Nama atap rumah ini rumput alang-alang. Ini semuanya tidak beli. Semua ngambil di hutan," jelas Noer.
Kemudian, juri dan para peserta audisi lalu dibawa menuju lebih dalam lagi ke Desa Sade. Dan berhenti di tempat pengintal.
"Apa kabarnya ibu?" tanya Dhini kepada nenek berusia 80 tahun bernama Ina Soel.
Sang nenek pun menjawab bahwa dirinya pegal-pegal. Dhini lalu ditawari oleh Soel sebuah kain.
"Ini harganya Rp 150 ribu," ungkap Soel.
Dhini pun lalu membeli kain tersebut. Usai dari Desa Sade, juri dan peserta langsung menuju ke Hotel Novotel untuk pengumuman pemenang Sunsilk Hijab Hunt 2016 Lombok yang akan melaju ke babak voting. (yds/kik)
Para peserta audisi Sunsilk Hijab Hunt dan juri audisi Dhini Aminarti dan juara 2 Sunsilk Hijab Hunt 2015 Ninda Putri Laili masih terus mengeksplor Lombok. Menjelang sore, mereka mengunjungi Desa Sade.
Saat tiba di sana, beberapa masyarakat sekitar tampak menyambut ke-20 peserta serta kedua juri ini dengan keramahan. "Mba Dhini mau difoto dong," ucap salah seorang pengunjung Desa Sade di Desa Adat Sade, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (3/4/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah kami disini itu dinamakan Bale Tani. Bale itu rumah dan Tani pekerjaan. Orang tua kami itu petani. Orang tua kami juga penenun. Kemudian hasil panennya itu tidak dijual tapi disimpan di lumbung padi," terang sang pemandu bernama Noer.
Noer juga mejelaskan bahwa bahan baku pembuatan rumah di Desa Sade tidak satu pun ada yang beli. "Nama atap rumah ini rumput alang-alang. Ini semuanya tidak beli. Semua ngambil di hutan," jelas Noer.
Kemudian, juri dan para peserta audisi lalu dibawa menuju lebih dalam lagi ke Desa Sade. Dan berhenti di tempat pengintal.
"Apa kabarnya ibu?" tanya Dhini kepada nenek berusia 80 tahun bernama Ina Soel.
Sang nenek pun menjawab bahwa dirinya pegal-pegal. Dhini lalu ditawari oleh Soel sebuah kain.
"Ini harganya Rp 150 ribu," ungkap Soel.
Dhini pun lalu membeli kain tersebut. Usai dari Desa Sade, juri dan peserta langsung menuju ke Hotel Novotel untuk pengumuman pemenang Sunsilk Hijab Hunt 2016 Lombok yang akan melaju ke babak voting. (yds/kik)











































