Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Restu Anggraini Bawa Busana dari Bahan Daur Ulang untuk Show di Melbourne

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 16 Feb 2016 13:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Restu Anggraini akan kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Desainer yang akrab disapa Etu itu menjadi perwakilan Indonesia untuk pamer karya di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016. Etu merupakan desainer pertama yang menampilkan busana muslim di ajang internasional tersebut.

Etu merasa bangga bisa mewakili Indonesia di ajang bergengsi ini. Wanita yang mengambil pendidikan di sekolah mode ESMOD Jakarta selama kurang lebih satu tahun itu akan membawa 12 sampai 16 koleksi busana kerja yang cocok untuk wanita muslim.

Kembali menggunakan bahan ramah lingkungan, kali ini Etu memilih kain ultrasuede yang berasal dari bahan daur ulang sampah plastik. Wanita 28 tahun itu menjelaskan bahwa material yang dipakai untuk merancang koleksi terbarunya merupakan hasil dari daur ulang botol plastik kemudian dibuat menjadi benang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahannya dari botol bekas dan botol itu didaur ulang terus jadi benang dan akhirnya menjadi kain, namanya ultrasuede. Aku di-support sama perusahaan Jepang untuk menggunakan material daur ulang itu," jelas Etu saat diwawancarai Wolipop beberapa hari lalu di bilangan Senopati, Jakarta Selatan.

Dalam setahun belakangan ini, Etu memang berusaha menggunakan material yang ramah lingkungan. Seperti sebelumnya, ia menggunakan material ramah lingkungan Bemberg yang juga diproduksi oleh Jepang. Etu berharap langkahnya ini bisa semakin menyemarakkan eco fashion di Indonesia.

"Kita sebagai orang di balik layar tak hanya berkarya tapi juga memperhatikan bahan yang kita pakai ramah lingkungan apa nggak karena itu dampaknya nanti juga ke masyarakat. Aku ingin mendukung go green soal fashion," tambah wanita pecinta makan daging tersebut.

Etu juga memadukan bahan ultrasuede dengan katun yang dirancang menjadi setelan busana kerja. Potongannya berupa kemeja, celana, dan lebih banyak outerwear untuk musim dingin. Koleksinya akan lebih didominasi dengan ragam luaran dekoratif yang diberikan sentuhan handmade seperti ciri khas rancangannya.

Wanita yang mulai terjun menjadi desainer sejak 2009 lalu itu menampilkan detail handmade berupa kepangan untuk koleksi yang nanti dipamerkan di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016. Akan hadir pula aksen pleats yang dimodifikasi sehingga terlihat lebih unik. Sedangkan warna yang ditampilkan cenderung gelap seperti abu-abu tua juga hitam karena ditujukan untuk busana Fall/Winter 2016.

Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016 diselenggarakan mulai 7 Maret hingga 13 Maret 2016. Etu berangkat sejak 5 Maret dan akan tampil pada 10 Maret 2016. Etu berharap penampilannya di ajang tahunan tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Melbourne, Australia dan mampu meredakan streotipe buruk tentang Islam di Negeri Kanguru itu. (ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads