Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Dian Pelangi Hingga Zaskia Sungkar Akan Pamer Karya di London, Inggris

Arina Yulistara - wolipop
Sabtu, 13 Feb 2016 09:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Demi mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia di 2020, para desainer hijab berusaha terus meningkatkan eksistensi diri. Tak heran bila semakin banyak desainer busana muslim yang pamer karya di luar negeri. Tidak hanya sang desainer, pelaku fashion lain juga turut berkontribusi di dalamnya.

Salah satunya e-commerce fashion muslim HijUp bersama British Council yang menggandeng lima desainer hijab muda untuk pamer karya di London, Inggris. Kelima perancang yang dimaksud adalah Dian Pelangi, Restu Anggraini, Jenahara, Zaskia Sungkar, dan Vivi Zubedi.

Dian, Zaskia, Restu, dan Jenahara akan tampil di International Fashion Showcase (IFS) yang merupakan bagian dari gelaran London Fashion Week 2016. Sementara Vivi Zubedi akan pamer koleksi lewat trunk show di acara International Fashion Bloggers Meet Up yang juga digelar di London, Inggris. Acara tersebut berlangsung mulai dari 19 sampai 22 Februari 2016.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zaskia sebagai selebriti sekaligus desainer yang terlibat di dalamnya menjelaskan bahwa setiap perancang menghadirkan dua karya terbaiknya dengan tema yang berbeda-beda tapi mewakili elemen-elemen bumi. Mereka mengusung tema Modest Cosmopolist yang mengedepankan filosofi bahwa untuk tumbuh manusia harus kembali ke akar budaya sehingga menghasilkan keseimbangan antara gaya sederhana dan avant-garde.

Putri pasangan Mark Sungkar dan Fanny Bauty itu mengambil elemen angin sehingga busana yang nanti dipamerkan lebih ringan menggunakan material satin tipis dan sutera. Dalam proses pembuatannya, Zaskia juga menyelipkan kain tradisional Indonesia sebagai unsur kebudayaan bangsa ini. Istri aktor Irwansyah itu memilih batik dan songket untuk dipamerkan.

"Tema wind ini sesuai dengan DNA Zaskia Sungkar yang simpel. Gayanya tetap struktural, monokrom, tapi materialnya yang lemas dan ringan. Akan ada kain tradisionalnya juga, aku pakai batik garutan tekniknya cap dan songket," papar Zaskia saat berbincang di kantor British Council, Office 8, Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (12/2/2016).

Baca juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti

Berbeda dengan Dian yang mengekspresikan karakter api. Desainer 25 tahun itu mengatakan elemen api sangat melambangkan Dian Pelangi yang lebih senang bermain dengan nuansa warna berani. Koleksi yang dipamerkan merupakan hasil kerjasama dengan dua lulusan London College of Fashion (LCF) yakni Odette Steele asal Zambia dan Nelly Rose dari Inggris.

Permainan material tie-dye dan motif batik akan terlihat berbeda dalam karya kolaborasi tersebut. Wanita berdarah Palembang itu mengatakan busana yang nanti dipamerkan disesuaikan dengan selera masyakarat Inggris namun kental akan sentuhan Indonesia.

Lain lagi ketika menoleh ke rancangan Restu Anggraini yang identik dengan busana kerja tapi kaya akan dekorasi handmade khas pemilik label 'Etu' itu. Seperti ciri khasnya, Restu lebih bermain dengan detail potongannya.

Restu mengatakan menggunakan teknik smocking, teknik sulaman yang bisa menghasilkan dua pola sekaligus. Wanita yang mengambil sekolah mode di ESMOD Jakarta itu memilih elemen air sehingga dua koleksi yang dipamerkan memiliki palet dasar biru muda.

Sedangkan Jenahara akan merepresentasikan elemen cahaya. Wanita dengan sapaan akrab Jehan itu menampilkan koleksi bernuansa monokrom yang menjadi ciri khasnya. Selain tampil di IFS, pada acara International Fashion Bloggers Meet Up, Vivi Zubedi menggelar trunk show menampilkan beragam jenis abaya. Permainan detail etnik pada busananya akan mampu menyedot perhatian para fashionista.

Kehadiran para desainer tersebut diharapkan Chief Executive Officer HijUp, Diajeng Lestari bisa menginspirasi perancang muda lain agar terus menggali potensi diri untuk segera masuk ke pasar internasional. Ajeng juga mengharapkan karya para desainer dapat mengubah image Islam lebih positif di mata dunia.

"Semoga keikutseetaan kami bisa memicu para desainer lainnya agar bisa memaksimalkan potensi mereka. Kami juga ingin menunjukkan kalau Islam itu agama yang damai dan indah lewat fashion," ujar Ajeng.

(ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads