Jilbab Halal
Penjelasan MUI Soal Kerudung Bersertifikat Halal
Intan Kemala Sari - wolipop
Rabu, 03 Feb 2016 14:45 WIB
Jakarta
-
Selain makanan dan produk kecantikan, kerudung pun kini bisa diberi legitimasi soal kehalalannya. Seperti yang dikeluarkan oleh brand busana muslim Zoya. Label lokal di bawah naungan PT Shafco ini baru saja menyatakan telah mendapatkan sertifikat halal untuk koleksi kerudungnya.
Sertifikat tersebut resmi diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah melakukan pemeriksaan sejak 2015 lalu. Mengapa perlu sertifikat halal untuk kerudung?
"Tentu saja perlu sebagai umat muslim wajib menjauhi segala sesuatu yang mengandung unsur non-halal. Selain makanan yang kita konsumsi, pakaian serta hijab yang kita gunakan perlu diyakini apakah kita sudah menggunakan hijab yang halal? Tentu harus ada sertifikat jaminan halal yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yaitu MUI," papar Sigit Endroyono selaku creative director PT Shafco saat dihubungi Wolipop, Selasa (2/2/2016).
Lalu bagaimana tanggapan MUI tentang hal ini?
Menanggapi sertifikat halal yang diakui Zoya telah dimilikinya, Kepala Bidang Informasi Halal LPPOM MUI Farid Mahmud, SH., mengatakan akan mengeceknya terlebih dahulu karena kini sudah banyak perusahaan yang mengajukan permohonan untuk mematenkan kehalalannya.
Namun Farid mengatakan belum ada kewajiban untuk setiap produsen memiliki sertifikat halal. Hingga saat ini permohonan tersebut masih dilakukan berdasarkan permintaan produsen terkait.
"Pada dasarnya semua produk konsumsi Indonesia termasuk pangan belum ada kewajiban untuk mendapatkan sertifikat halal jadi mereka yang minta sertifikasi masih sukarela. Namun seiring dengan tuntutan konsumen maka tidak hanya makanan-minuman saja yang minta sertifikat halal tapi juga produk gunaan (selain pangan) banyak yang menghasilkan sertifikat halal," ungkap Farid saat diwawancarai Wolipop melalui telepon, Selasa (2/2/2016).
Tidak hanya kerudung, Farid juga mengungkapkan produsen sepatu, ikat pinggang, tisu, kertas, hingga perusahaan jasa telah mengajukan pendaftaran sertifikat halal ke MUI.
"Ada laundry, dia menyediakan sabun cuci dan airnya terjamin dari (tidak mengandung) najis. Bahkan pabrik kertas terbesar di Indonesia juga mengajukan sertifikasi halal karena kertasnya digunakan untuk kertas Al-Quran," ujarnya.
Farid menilai pengajuan sertifikasi halal untuk produk selain makanan dan minuman sudah mulai marak sejak tiga hingga empat tahun belakangan. Banyak produsen yang mulai memperhatikan kehalalan produknya setelah mencuatnya isu sepatu berbahan kulit babi. Oleh sebab itu, produsen berusaha menghilangkan kekhawatiran konsumennya dengan mendapatkan sertifikat halal dari MUI.
"Konsumen hanya ingin memastikan bahwa meski tidak dimakan bahan-bahannya tidak terkontaminasi najis dan produsen menanggapi itu sebagai kewajiban sesuai syariat Islam," tandasnya. (aln/hst)
Sertifikat tersebut resmi diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah melakukan pemeriksaan sejak 2015 lalu. Mengapa perlu sertifikat halal untuk kerudung?
"Tentu saja perlu sebagai umat muslim wajib menjauhi segala sesuatu yang mengandung unsur non-halal. Selain makanan yang kita konsumsi, pakaian serta hijab yang kita gunakan perlu diyakini apakah kita sudah menggunakan hijab yang halal? Tentu harus ada sertifikat jaminan halal yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yaitu MUI," papar Sigit Endroyono selaku creative director PT Shafco saat dihubungi Wolipop, Selasa (2/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi sertifikat halal yang diakui Zoya telah dimilikinya, Kepala Bidang Informasi Halal LPPOM MUI Farid Mahmud, SH., mengatakan akan mengeceknya terlebih dahulu karena kini sudah banyak perusahaan yang mengajukan permohonan untuk mematenkan kehalalannya.
Namun Farid mengatakan belum ada kewajiban untuk setiap produsen memiliki sertifikat halal. Hingga saat ini permohonan tersebut masih dilakukan berdasarkan permintaan produsen terkait.
"Pada dasarnya semua produk konsumsi Indonesia termasuk pangan belum ada kewajiban untuk mendapatkan sertifikat halal jadi mereka yang minta sertifikasi masih sukarela. Namun seiring dengan tuntutan konsumen maka tidak hanya makanan-minuman saja yang minta sertifikat halal tapi juga produk gunaan (selain pangan) banyak yang menghasilkan sertifikat halal," ungkap Farid saat diwawancarai Wolipop melalui telepon, Selasa (2/2/2016).
Tidak hanya kerudung, Farid juga mengungkapkan produsen sepatu, ikat pinggang, tisu, kertas, hingga perusahaan jasa telah mengajukan pendaftaran sertifikat halal ke MUI.
"Ada laundry, dia menyediakan sabun cuci dan airnya terjamin dari (tidak mengandung) najis. Bahkan pabrik kertas terbesar di Indonesia juga mengajukan sertifikasi halal karena kertasnya digunakan untuk kertas Al-Quran," ujarnya.
Farid menilai pengajuan sertifikasi halal untuk produk selain makanan dan minuman sudah mulai marak sejak tiga hingga empat tahun belakangan. Banyak produsen yang mulai memperhatikan kehalalan produknya setelah mencuatnya isu sepatu berbahan kulit babi. Oleh sebab itu, produsen berusaha menghilangkan kekhawatiran konsumennya dengan mendapatkan sertifikat halal dari MUI.
"Konsumen hanya ingin memastikan bahwa meski tidak dimakan bahan-bahannya tidak terkontaminasi najis dan produsen menanggapi itu sebagai kewajiban sesuai syariat Islam," tandasnya. (aln/hst)
Elektronik & Gadget
Bikin Sejuk Dimanapun Kamu! Intip 3 Rekomendasi Kipas Mini Portable Di Bawah 200 Ribu
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
Vivo iQOO 15: Flagship Baru Super Kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 & Layar 144Hz
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Modest Fashion & Art Trade Show, 9 Negara Satukan Estetika Modest di Turki
Jakarta Modest Summit 2025
Ini Rahasia Brand Modest Damakara & Khaanan Indonesia Tembus Eropa & Amerika
Desainer Vivi Zubedi Kirimkan 300 Busananya untuk Korban Bencana Sumatera
Jakarta Modest Summit 2025
Ini Rahasia di Balik Melonjaknya Penjualan Brand: Afiliator, Bukan Influencer
Jakarta Modest Summit 2025
Trik Ria Ricis Raup Cuan Maksimal dari Affiliate,12 Jam Konsisten Live
Most Popular
1
9 Potret Thalia 'Rosalinda' Tak Menua Bak Vampir, Ini Rahasia Awet Mudanya
2
9 Aktor Drama China Pendek yang Wajah Gantengnya Sering Muncul di HP
3
8 Cara Menyadarkan Teman yang Cinta Buta, Tanpa Merusak Persahabatan
4
Gelar Miss Universe Finland 2025 Dicopot Usai Unggahan Rasis
5
Putih Jadi Warna 2026, Pantone Dihujani Kritik dan Tuduhan Tonedeaf
MOST COMMENTED











































