Lagi-lagi Terjadi, Mahasiswi London Di-bully karena Berhijab Saat Naik Bus
Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 31 Des 2015 10:55 WIB
Jakarta
-
Kasus pelecehan terhadap wanita berhijab masih sering terdengar di beberapa negara, salah satunya Inggris. Pelecehan terjadi tak hanya di jalan tapi juga transportasi umum. Seperti yang dialami oleh Irqa Mohamed, pelajar berusia 20 tahun yang baru saja mengalami tindakan diskriminasi ketika naik bus di London, Inggris.
Irqa mengatakan bahwa ia berencana pergi bersama temannya dan naik bus dari kawasan Islington, London, Inggris. Bus penuh penumpang dan hanya ia yang mengenakan jilbab saat itu. Tanpa disangka penampilannya dengan hijab menarik perhatian pria tak dikenal yang tiba-tiba mendekatinya.
Pria berkulit putih tersebut kemudian melakukan pelecehan kepadanya dengan meludah dan berucap kata-kata rasis di sampingnya. Ketika hal itu terjadi, tak ada penumpang yang membelanya bahkan beberapa orang di dalam bus seolah menertawainya.
"Seorang pria kulit putih meludah padaku di bus dan terus memakiku karena aku berhijab sementara penumpang lain tertawa sembunyi-sembunyi," tulis Irqa di Twitter yang kemudian dihapus olehnya seperti dilansir dari Daily Mail.
Irqa bercerita bahwa pria yang memiliki tubuh lebih besar darinya itu terus memaki menyebut dirinya teroris. Ia pun begitu ketakutan namun tak ada satu pun penumpang yang berusaha membelanya. Mereka hanya diam dan menonton.
Omongan kasar si pria yang belum diketahui identitasnya tersebut baru berhenti setelah teman Irqa naik di pemberhentian bus berikutnya. Temannya meminta dengan tegas agar si pria berhenti melecehkan Irqa.
Setelah turun dari bus, ia pun langsung membuat pengaduan ke British Transport Police (BTP). Irqa melaporkan ciri-ciri pria yang melecehkannya seperti berambut panjang dan nada bicaranya terdengar cadel. Sementara itu, juru bicara dari pihak pengelola transportasi di London, Steve Burton, mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki pelakunya dan tidak mentolerir perilaku rasis apa pun di transportasi umum.
"Kejahatan di transportrasi London masih sering terjadi, tapi kami terus bekerja keras untuk memastikan bahwa semua pelanggan kami dapat melakukan perjalanan dengan nyaman. Kita pun tidak mentoleransi perilaku rasis apa pun yang terjadi di bus kami. Kita juga bekerja dengan polisi untuk menyelediki insiden ini," jelas Steve dikutip dari Metro.
(aln/aln)
Irqa mengatakan bahwa ia berencana pergi bersama temannya dan naik bus dari kawasan Islington, London, Inggris. Bus penuh penumpang dan hanya ia yang mengenakan jilbab saat itu. Tanpa disangka penampilannya dengan hijab menarik perhatian pria tak dikenal yang tiba-tiba mendekatinya.
Pria berkulit putih tersebut kemudian melakukan pelecehan kepadanya dengan meludah dan berucap kata-kata rasis di sampingnya. Ketika hal itu terjadi, tak ada penumpang yang membelanya bahkan beberapa orang di dalam bus seolah menertawainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irqa bercerita bahwa pria yang memiliki tubuh lebih besar darinya itu terus memaki menyebut dirinya teroris. Ia pun begitu ketakutan namun tak ada satu pun penumpang yang berusaha membelanya. Mereka hanya diam dan menonton.
Omongan kasar si pria yang belum diketahui identitasnya tersebut baru berhenti setelah teman Irqa naik di pemberhentian bus berikutnya. Temannya meminta dengan tegas agar si pria berhenti melecehkan Irqa.
Setelah turun dari bus, ia pun langsung membuat pengaduan ke British Transport Police (BTP). Irqa melaporkan ciri-ciri pria yang melecehkannya seperti berambut panjang dan nada bicaranya terdengar cadel. Sementara itu, juru bicara dari pihak pengelola transportasi di London, Steve Burton, mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki pelakunya dan tidak mentolerir perilaku rasis apa pun di transportasi umum.
"Kejahatan di transportrasi London masih sering terjadi, tapi kami terus bekerja keras untuk memastikan bahwa semua pelanggan kami dapat melakukan perjalanan dengan nyaman. Kita pun tidak mentoleransi perilaku rasis apa pun yang terjadi di bus kami. Kita juga bekerja dengan polisi untuk menyelediki insiden ini," jelas Steve dikutip dari Metro.
(aln/aln)










































