Berhijab Saat Olahraga, Hijabers Berprestasi Ini Pernah Alami Diskriminasi
Arina Yulistara - wolipop
Senin, 28 Des 2015 16:02 WIB
Jakarta
-
Diskriminasi wanita berhijab masih sering terjadi di beberapa negara. Salah satunya di Toronto, Kanada. Hijabers asal Toronto, Azra Jessa menjadi salah satu wanita muda yang pernah mengalaminya. Hijabers berprestasi ini mengalami tindak diskriminasi ketika berolahraga.
Dilansir dari Haute Hijab, wanita 20 tahun yang bekerja sebagai fotografer lepas itu menceritakan kalau ia pernah mendapatkan penghargaan sebagai Top Athlete ketika duduk di bangku SMA. Penghargaan tersebut ia raih karena Azra sangat aktif dalam berbagai olahraga seperti sepakbola, bola tenis, serta basket.
Tidak hanya keaktifannya di bidang olahraga tersebut tapi juga ia tak pernah kesulitan bergerak ketika melakoninya walaupun mengenakan jilbab. Azra pun hidup berpindah-pindah, lahir di Kanada, pinak ke Amerika Serikat, Belgia, dan kembali ke Toronto, Kanada, karena harus mengikuti pekerjaan orangtuanya.
Selama berdomisili di beberapa negara yang pernah disinggahinya tersebut, Azra mengaku sering mendapatkan peringatan yang berbeda-beda ketika menjalani olahraga favoritnya dengan mengenakan jilbab. Sesekali wasit memintanya memasukkan jilbab ke dalam kaos olahraganya. Selain itu, ia pernah mengalami sikap diskriminasi ketika tinggal di Belgia.
Kala itu wanita yang memutuskan berjilbab sejak berusia tujuh tahun ini masuk ke sekolah internasional di Belgia. Ia pun turut aktif dalam kegiatan olahraga di sekolah tersebut, salah satunya basket. Sayangnya saat pertandingan nasional digelar, Azra tidak diizinkan bergabung dengan tim karena memakai jilbab. Mendengar hal itu, Azra hanya pasrah dan menuruti semua peraturan yang telah dibuat.
"Saya memang senang bermain (basket) tapi jilbab ini lebih penting bagi saya. Jadi saat saya diminta melepasnya tentu saya tidak mau. Saya tidak terlalu memperjuangkan hak-hak saya saat itu karena saya tinggal di Belgia juga tidak lama," cerita Azra.
Meski pernah mengalami sikap diskriminasi namun Azra mengatakan tetap bangga dengan apa yang telah ia lakukan. Jika di Belgia ia pernah menghadapi perilaku tak menyenangkan, lain cerita saat datang ke kota-kota di negara lain seperti London, tak sedikit orang yang memujinya saat berolahraga dengan mengenakan jilbab. Hal tersebut tentu membuatnya semakin bersemangat dan tidak pernah merasa terbebani dengan penggunaan jilbabnya.
Wanita yang kini menjadi mahasiswi Computer Science di Ryerson University itu merupakan salah satu hijabers muda berprestasi. Selain di bidang olahraga, ia telah menuai prestasi di usia 12 tahun dengan menerbitkan buku berjudul 'Ramadhan and Eid-ul-Fitr' yang dijual secara global. Ia juga masuk universitas melalui program beasiswa.
Azra menyarankan kepada hijabers lain di luar sana agar jangan takut untuk berhijab termasuk ketika ingin menjadi atlet. Menurutnya hijab menjadi suatu kebanggaan dan tidak perlu berurusan dengan situasi sulit.
"Anda tidak perlu berurusan dengan situasi yang menyulitkan bila pun harus itu hanya akan membuat kita lebih kuat," ujar Azra.
(aln/aln)
Dilansir dari Haute Hijab, wanita 20 tahun yang bekerja sebagai fotografer lepas itu menceritakan kalau ia pernah mendapatkan penghargaan sebagai Top Athlete ketika duduk di bangku SMA. Penghargaan tersebut ia raih karena Azra sangat aktif dalam berbagai olahraga seperti sepakbola, bola tenis, serta basket.
![]() |
Tidak hanya keaktifannya di bidang olahraga tersebut tapi juga ia tak pernah kesulitan bergerak ketika melakoninya walaupun mengenakan jilbab. Azra pun hidup berpindah-pindah, lahir di Kanada, pinak ke Amerika Serikat, Belgia, dan kembali ke Toronto, Kanada, karena harus mengikuti pekerjaan orangtuanya.
Selama berdomisili di beberapa negara yang pernah disinggahinya tersebut, Azra mengaku sering mendapatkan peringatan yang berbeda-beda ketika menjalani olahraga favoritnya dengan mengenakan jilbab. Sesekali wasit memintanya memasukkan jilbab ke dalam kaos olahraganya. Selain itu, ia pernah mengalami sikap diskriminasi ketika tinggal di Belgia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memang senang bermain (basket) tapi jilbab ini lebih penting bagi saya. Jadi saat saya diminta melepasnya tentu saya tidak mau. Saya tidak terlalu memperjuangkan hak-hak saya saat itu karena saya tinggal di Belgia juga tidak lama," cerita Azra.
Meski pernah mengalami sikap diskriminasi namun Azra mengatakan tetap bangga dengan apa yang telah ia lakukan. Jika di Belgia ia pernah menghadapi perilaku tak menyenangkan, lain cerita saat datang ke kota-kota di negara lain seperti London, tak sedikit orang yang memujinya saat berolahraga dengan mengenakan jilbab. Hal tersebut tentu membuatnya semakin bersemangat dan tidak pernah merasa terbebani dengan penggunaan jilbabnya.
Wanita yang kini menjadi mahasiswi Computer Science di Ryerson University itu merupakan salah satu hijabers muda berprestasi. Selain di bidang olahraga, ia telah menuai prestasi di usia 12 tahun dengan menerbitkan buku berjudul 'Ramadhan and Eid-ul-Fitr' yang dijual secara global. Ia juga masuk universitas melalui program beasiswa.
![]() |
Azra menyarankan kepada hijabers lain di luar sana agar jangan takut untuk berhijab termasuk ketika ingin menjadi atlet. Menurutnya hijab menjadi suatu kebanggaan dan tidak perlu berurusan dengan situasi sulit.
"Anda tidak perlu berurusan dengan situasi yang menyulitkan bila pun harus itu hanya akan membuat kita lebih kuat," ujar Azra.
(aln/aln)
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Fashion
Cari Celana yang Fit di Kaki? 3 Model Ini Wajib Masuk Wishlist di 2026!
Fashion
Nggak Perlu Waktu Lama, Pilihan Hijab Ini Bikin Sat-set dan Masih Jadi Andalan di 2026!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
2
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
3
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
4
Potret Inka Williams Model Bali Pacar Channing Tatum, Beda Usia Jadi Sorotan
5
Park Min Young & Sungjae BTOB Siap Jadi Visual Couple Drakor Adaptasi Dracin
MOST COMMENTED













































