Tidak Warna-warni, Ini Tips Berbusana Saat Umrah dari Dian Pelangi

Arina Yulistara - wolipop Kamis, 17 Des 2015 10:39 WIB
Foto: Instagram Dian Pelangi
Jakarta - Tak sedikit wanita muda yang ingin selalu terlihat menarik perhatian saat berpergian termasuk ketika pergi melakukan perjalanan umrah. Beberapa dari mereka memikirkan setelan busana yang akan dipakai selama beribadah di Tanah Suci agar tetap terlihat stylish saat diunggah ke media sosial.

Menurut desainer busana muslim sukses Dian Pelangi, umrah bertujuan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah Anda. Oleh sebab itu, ia menyarankan tidak memikirkan padu padan busana untuk umrah agar ibadah lebih maksimal.

"Jangan pikirin bajunya mau mix and match kayak apa. Mungkin kalau di Indonesia bisa matching-in kerudungnya terserah mau warna-warni tapi kalau umrah nggak perlu menghabiskan waktu buat mikirin itu. Cukup bawa baju hitam atau putih saja, dan kerudung instan. Tidak usah terlalu banyak coba berbagai gaya karena saat ihram kita pakai putih atau hitam saja," jelas Dian saat dihubungi Wolipop pada awal Desember kemarin.

Wanita lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta itu juga mengingatkan agar memilih busana dengan material spandex atau jersey supaya tidak mudah kotor dan kusut saat beribadah. Pakai busana ternyaman selama umrah begitu pula pilihan kerudungnya.

Hindari menggunakan jarum terlalu banyak yang akan merepotkan Anda saat beribadah. Dian pun menyarankan untuk menggunakan jilbab instan dengan material katun atau spandex yang mudah diaplikasikan dan tidak cepat berkeringat.

"Apalagi kalau umrah Maret sampai Agustus mendingan cari aman saja. Jangan sampai penampilan kita nggak nyaman. Tapi jangan juga diartikan berarti kalau ketemu Allah biasa saja pakaiannya sedangkan ke pesta glamour. Tujuannya biar ibadahnya khusyuk," tambah wanita berdarah Palembang itu.

Tidak lupa diingatkan Dian untuk menggunakan syal pendek dengan warna mencolok baik di leher maupun pergelangan tangan agar mudah dikenali saat pergi bersama keluarga. Ketika Anda salat berpisah dengan suami atau keluarga pria, syal akan memudahkan Anda untuk saling menemukan di tengah ribuan orang yang sedang umrah. Syal digunakan hanya sebagai penanda saja bukan pelengkap penampilan.

Intinya busana yang simpel dan tidak menarik perhatian akan lebih nyaman digunakan selama umrah. Hal tersebut juga diakui oleh aktris cantik yang kini sudah berhijab, Soraya Larasati. Wanita 29 tahun itu mengatakan umrah bertujuan meningkatkan keimanannya. Maka dari itu ia memilih busana yang simpel dan tidak merepotkan. Bahkan menurutnya satu busana bisa dipakai hingga tiga kali ganti.

"Baju nggak perlu banyak-banyak karena di sana keringetan tapi kering nggak lembab. Ternyata satu baju juga bisa tiga kalai pakai. Warnanya putih dan hitam saja jadi nggak repot pas di sana," ujar Soraya saat berbincang dengan Wolipop beberapa hari lalu.

Soraya juga kembali menegaskan tujuannya pergi umrah hanya untuk beribadah bukan berlibur atau belanja. Oleh karena itu, Soraya menyarankan agar tidak banyak memikirkan hal lain di luar ibadah.

Setuju dengan pernyataan Soraya, pakar sosiolog Imam Prasodjo mengatakan bahwa umrah memang seharusnya memiliki tujuan memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah seseorang bukan hanya sebagai pelengkap gaya hidup atau senang-senang. Bila tujuan tersebut berubah maka Anda tidak akan merasakan manfaat yang signifikan.

"Nanti jadinya bukan pahala yang didapat tapi hanya wisata keagamaan yang saya khawatirkan jauh dari pahala. Itu kurang baik," tutur Imam saat berbincang beberapa waktu lalu di Kajian Hasanah BNI Syariah di Tempo Pavilion 1, Jakarta Selatan.

Direktur utama BNI Syariah Dinno Indiano menambahkan, perjalanan spiritual seperti umrah saat ini memang tidak lagi dimanfaatkan masyarakat muslim untuk meningkatkan ibadah tapi sebagai tren gaya hidup. Hal ini yang cukup disesalkan Dinno karena banyak orang pergi ke Tanah Suci tapi tidak mendapatkan manfaat spiritual untuk diri sendiri.

Berangkat dari situ, ia kini tengah berusaha membuat program yang akan mengedukasi para calon peserta umroh dan haji agar menghasilkan manfaat kebajikan bagi diri sendiri dan orang lain. "Mudah-mudahan kita bisa membuat bekal lebih baik, terencana, dan terfasilitasi," pungkasnya.

(aln/eny)