Mona Shindy, Kapten Angkatan Laut Berhijab Pertama di Australia
Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 16 Des 2015 16:03 WIB
Jakarta
-
Banyak wanita yang bisa menjadi pemimpin tidak terkecuali hijabers. Contoh nyatanya adalah Mona Shindy yang merupakan Kapten Angkatan Laut berhijab pertama di Australia. Tidak hanya menjadi seorang kapten, Mona juga Kepala Penasihat Islam Angkatan Laut, serta teknisi. Di luar profesinya tersebut, wanita asal Mesir itu merupakan ibu dari tiga orang anak.
Mona mengambil gelar sarjana teknik senjata untuk kapal perang ketika usianya masih 23 tahun. Setelah lulus, ia pun langsung memutuskan bekerja di kapal dan kini telah berdedikasi selama 26 tahun.
Tidak mudah bagi Mona untuk menjalani kariernya sebagai seorang pemimpin, teknisi, dengan menggunakan hijab. Banyak yang tak menyangka serta heran dengan pilihan profesi Mona untuk bekerja di kapal perang.
Beragam suka dan duka dilaluinya terutama saat menjadi kapten HMAS Canberra dan menguji rudal di Pasifik. Ia tidak tidur di atas kasur yang nyaman tapi harus bisa menyesuaikan keadaan. Hal ini menjadi risiko dari pekerjaannya. Mona pun mengatakan tak hanya dirinya saja tapi banyak insinyur wanita yang bekerja lebih keras untuk membuktikan bahwa dia benar-benar berkompeten.
"Banyak insinyur wanita di lingkungan kerja yang harus benar-benar bekerja lebih keras dari lainnya untuk membuktikan bahwa Anda berkompetensi dan bisa berkontributor nyata untuk tim," jelas Mona seperti dilansir dari The Daily Telegraph.
Belum lagi ketika bulan Ramadan. Mona mengaku perlu menjelaskan kepada para letnan muda agar menyisihkan makanan untuknya karena ia berpuasa. Namun tak semua orang menggubrisnya dengan baik. Beberapa dari mereka tidak peduli dengan Mona. Bahkan terkadang ia hanya disisakan beberapa kaleng tuna untuk buka puasa.
Ketika mendapatkan prilaku kurang menyenangkan dari rekan kerjanya, Mona tidak marah. Hal itu justru memicunya untuk bisa lebih baik lagi di tempat kerja.
"Daripada marah saya mencoba bergabung dengan mereka, melakukan dengan profesional apa yang harus dilakukan, dan mendapatkan hasil terbaik. Pada akhirnya orang-orang akan menghormati itu," tambahnya.
Tantangan yang dihadapi Mona tak hanya seputar lingkungan kerja tapi juga sebagai seorang ibu. Pekerjaannya tersebut menuntut Mona untuk jarang di rumah. Ia biasanya pulang setiap dua bulan hingga enam bulan sekali.
"Enam bulan untuk seorang ibu dan dua anak merupakan pengorbanan yang sangat siginifikan," pungkasnya.
Meski demikian, Mona mengatakan suami tetap mendukung kariernya. Oleh sebab itu, ia tetap berusaha menjadi istri sekaligus ibu yang baik untuk putra dan putrinya tercinta yang berusia 20, 18, serta 11 tahun.
(aln/aln)
Mona mengambil gelar sarjana teknik senjata untuk kapal perang ketika usianya masih 23 tahun. Setelah lulus, ia pun langsung memutuskan bekerja di kapal dan kini telah berdedikasi selama 26 tahun.
Tidak mudah bagi Mona untuk menjalani kariernya sebagai seorang pemimpin, teknisi, dengan menggunakan hijab. Banyak yang tak menyangka serta heran dengan pilihan profesi Mona untuk bekerja di kapal perang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak insinyur wanita di lingkungan kerja yang harus benar-benar bekerja lebih keras dari lainnya untuk membuktikan bahwa Anda berkompetensi dan bisa berkontributor nyata untuk tim," jelas Mona seperti dilansir dari The Daily Telegraph.
Belum lagi ketika bulan Ramadan. Mona mengaku perlu menjelaskan kepada para letnan muda agar menyisihkan makanan untuknya karena ia berpuasa. Namun tak semua orang menggubrisnya dengan baik. Beberapa dari mereka tidak peduli dengan Mona. Bahkan terkadang ia hanya disisakan beberapa kaleng tuna untuk buka puasa.
Ketika mendapatkan prilaku kurang menyenangkan dari rekan kerjanya, Mona tidak marah. Hal itu justru memicunya untuk bisa lebih baik lagi di tempat kerja.
"Daripada marah saya mencoba bergabung dengan mereka, melakukan dengan profesional apa yang harus dilakukan, dan mendapatkan hasil terbaik. Pada akhirnya orang-orang akan menghormati itu," tambahnya.
Tantangan yang dihadapi Mona tak hanya seputar lingkungan kerja tapi juga sebagai seorang ibu. Pekerjaannya tersebut menuntut Mona untuk jarang di rumah. Ia biasanya pulang setiap dua bulan hingga enam bulan sekali.
"Enam bulan untuk seorang ibu dan dua anak merupakan pengorbanan yang sangat siginifikan," pungkasnya.
Meski demikian, Mona mengatakan suami tetap mendukung kariernya. Oleh sebab itu, ia tetap berusaha menjadi istri sekaligus ibu yang baik untuk putra dan putrinya tercinta yang berusia 20, 18, serta 11 tahun.
(aln/aln)
Elektronik & Gadget
Headphone Bone Conduction Wireless, Tetap Dengar Musik Tanpa Menutup Telinga!
Perawatan dan Kecantikan
Embryolisse Lait-Creme Concentre, Miracle Cream 6-in-1 yang Jadi Rahasia Makeup Flawless!
Perawatan dan Kecantikan
Pilihan Lip Tint dari 3CE untuk Silaturahmi Saat Lebaran, Bibir Cantik, Fresh, dan Tahan Lama Seharian!
Elektronik & Gadget
SanDisk Phone Drive USB, Solusi Tambah Storage HP Android yang Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
8 Amalan Lailatul Qadar yang Bisa Dilakukan Wanita Saat Haid
Baju Lebaran 2026
7 Inspirasi Baju Tunik Lebaran 2026 yang Kece dan Modis
Baju Lebaran 2026
Baju Lebaran Diskon 50% di GlamLocal Ramadan Grand Metropolitan Mall Bekasi
40 Ucapan Lebaran Bahasa Inggris untuk Parcel Lebaran, Simple tapi Bermakna
Jenna Kaia & Bath & Body Works Kolaborasi Hadirkan Modest Wear dan Aroma Mewah
Most Popular
1
Aurelie Moeremans Bagikan Foto Usai Lahiran, Tetap Cantik Tanpa Makeup
2
Gaun Rusak hingga Jatuh di Tangga, 5 Momen Oscars yang Nyaris Jadi Malapetaka
3
Serum Microneedling Viral di TikTok, Dokter Ungkap Risikonya
4
Foto: Koleksi Michael Kors Fall 2026, Tonggak Penting Karier Sang Desainer
5
Sinopsis Backtrace, Film Sylvester Stallone di Bioskop Trans TV
MOST COMMENTED











































