Usai Pulang Umrah, Soraya Larasati Belajar Jadi Orang yang Lebih Baik

Intan Kemala Sari - wolipop Senin, 07 Des 2015 11:34 WIB
Soraya Larasati (Dok. Wolipop)
Jakarta - Ada banyak pengalaman tak terlupakan saat pergi umrah ke Tanah Suci bagi aktris dan presenter Soraya Larasati. Wanita 29 tahun ini mengaku mendapatkan banyak hal-hal berharga saat melakukan wisata rohani tersebut, salah satunya adalah ia bisa belajar menjadi orang yang lebih baik lagi.

Pertamakali pergi umrah pada 2010 silam, wanita yang akrab disapa Laras ini bisa dibilang masih jauh dari pemahaman mengenai agama lantaran tidak ada yang membimbingnya. Maka dari itu ia menguatkan tekad untuk pergi umroh meskipun sendirian dan bermahramkan oleh keluarga lain.

Terlebih lagi keinginannya pergi ke rumah Allah itu terbilang mepet. Dia tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus visa dan pergi saat bulan Ramadan yang biayanya otomatis dua kali lipat dari perjalanan umrah biasa. Tetapi ia tak mempermasalahkan hal tersebut, karena dengan dirinya pergi umrah perlahan-lahan membuat dirinya banyak berubah menjadi pribadi yang lebih berkhasanah.

"Perubahanku setelah pulang umrah memang tidak terlihat secara fisik saat itu juga karena waktu itu aku belum berhijab. Tapi yang aku rasakan adalah tujuan hidupku juga jadi berubah dan tersadar atas perbuatan yang aku lakukan selama ini," tuturnya saat berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu.

Laras menceritakan, hal yang berubah dari dirinya adalah dalam hal pekerjaan dan pendapatan. Dulu, mayoritas pendapatannya saat syuting dihabiskan untuk berbelanja dan mengisi waktu yang tidak berguna. Tetapi kini ia sadar dan belajar memperbaiki dirinya.

"Sekarang aku jadi lebih ikhtiar dalam menjalani hidup karena dikasih kesempatan sama Allah. Jadi harus maksimal ibadahnya dan tahu tujuan hidup seperti apa," lanjutnya lagi.

Selepas pergi umrah, ibu satu anak ini sadar bahwa dirinya harus lebih fokus dan konsisten lagi baik dalam bekerja, maupun beribadah. Tak jarang Laras menjalankan puasa Senin-Kamis serta memperbanyak ibadah sunah sehingga ia bisa menjalankan ibadah sekaligus memahaminya.

Jika ditilik lebih dalam, perubahan yang dialami wanita kelahiran 1986 ini bisa berpengaruh bagi lingkungan sekitar hingga ke tingkat yang lebih luas. Dikatakan oleh Dirjen Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil, seseorang yang baru pulang umrah atau haji biasanya lebih religius dan sabar.

"Bisa membuat seseorang berkepribadian lebih baik, atau biasa disebut haji mabrur," ujarnya saat menjadi pembicara Forum Kajian Hasanah BNI Syariah di Gedung Tempo Pavilion 1, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Laras menambahkan, ibadah umrah yang dijalani pada waktu itu murni atas kemauannya sendiri. Tidak ada paksaan dari siapapun termasuk dari orangtuanya karena tujuannya pergi umrah tak lain adalah menepis rasa penasarannya mengenai ibadah yang dilakukannya serta memohon doa kepada Allah atas segala harapan dan permasalahannya.

"Dulu niatku untuk umrah memang sudah menggebu-gebu, daripada uangku dihabiskan untuk jalan-jalan mending untuk ibadah saja. Aku ngerasa selama ini ikhtiarku belum sempurna jadi selama 9 hari umrah jadi ladang introspeksi diriku. Alhamdulillah sekarang masih belajar jadi muslimah yang lebih baik sekaligus tetap ikhtiar dan memaknai hidup," tandasnya.

(int/eny)