Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Salon Amerika yang Sediakan Ruang Khusus untuk Wanita Diserbu Hijabers

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 03 Nov 2015 17:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. New York Post
Jakarta -

Di Indonesia, salon khusus muslimah atau hanya untuk wanita sudah menjamur. Hal tersebut tidak terjadi di beberapa negara yang mayoritas warganya tidak beragama muslim seperti Amerika. Hampir tidak ada rumah kecantikan yang ditujukan hanya untuk wanita sehingga tak ada pria yang diizinkan masuk.

Meski demikian, salah satu salon Amerika baru saja membuka ruangan khusus spesial untuk hijabers. Jadi para wanita berhijab bisa dengan bebas melepas kerudung mereka ketika sedang melakukan perawatan di salon. Rumah kecantikan yang dimaksud adalah Mark Garrison.

Seperti dilansir dari New York Post, salon tersebut baru saja memperkenalkan ruang khusus untuk hijabers yang ingin memanjakan diri mereka. Hal itu tentu menimbulkan reaksi yang positif terutama dari para hijabers. Tak lama setelah buka, salon Mark Garrison kemudian diramaikan oleh banyak wanita berhijab yang ingin melakukan perawatan rambut mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita berbicara dalam bahasa yang sama dan saya memahami kebutuhan mereka. Banyak yang datang dan mereka antusias, kita juga menghormati bila mereka ingin beribadah selama sepuluh menit," tutur hair stylist Dina Hasanovic yang menjadi juru bicara dari Mark Garrison.

Salah satu hijabers yang kini menjadi langganan di salon tersebut adalah Rashid. Ia merupakan seorang muslimah yang taat terhadap agama sehingga tidak pernah membuka jilbabnya di depan lawan jenis yang bukan keluarga. Dengan hadirnya ruang atau lantai khusus muslimah memanjakan diri membuat Rashid merasa senang.

Kesenangannya juga bertambah karena tidak ada biaya tambahan untuk melakukan perawatan di ruang khusus itu. Rashid mengatakan sebelumnya tidak pernah pergi ke rumah kecantikan karena sebagian besar penata rambutnya adalah pria. Ia biasa melakukan perawatan rambut di ruang tamunya oleh teman sang ibunda selama dua tahun terakhir.

Kini ia dengan bebas bisa memanjakan diri ke salon tanpa harus khawatir ada pria melihatnya. Rashid juga mengajak sang ibunda pergi ke rumah kecantikan untuk pertamakalinya. Sedangkan mahasiswa keperawatan dari Kuwait yang datang ke salon Mark Garrison juga mengaku senang dengan adanya rumah kecantikan yang memperhatikan kebutuhan muslimah.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads