Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kontroversi Kencan 'Four Sixes', Pria dengan 4 Kriteria Ini Disebut Ideal

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 15 Jul 2026 12:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Kencan Pertama
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Ten kencan baru bernama Four Sixes ramai di media sosial. Tren ini memicu perdebatan karena dianggap menetapkan standar pasangan pria yang terlalu tinggi dan tidak realistis.

Konsep Four Sixes menyebut pria ideal harus memenuhi empat syarat sekaligus: tinggi badan 6 kaki (sekitar 183 cm), berpenghasilan enam digit per tahun, memiliki perut six-pack, dan ukuran alat kelamin setidaknya 6 inci (15 cm).

Sekilas terdengar seperti daftar kriteria pasangan impian. Namun, banyak yang menilai tren ini lebih merupakan bahan perdebatan di media sosial daripada benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jeanne Sullivan Billeci, pelatih hubungan dan pendiri The Soul Mate Coach, menilai Four Sixes lebih cocok disebut sebagai istilah yang sengaja dibuat viral di TikTok.

"Menurut saya ini bukan tren kencan yang benar-benar nyata. Ini lebih seperti istilah yang sengaja dibuat untuk memancing perdebatan dan membuat algoritma media sosial terus berjalan," ujarnya, seperti dikutip dari Vice.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, tren tersebut muncul di tengah budaya kencan modern yang semakin dipenuhi standar tidak realistis, fenomena ghosting, dan minimnya hubungan yang autentik. Menurut Billeci, sebagian orang menetapkan syarat fisik dan finansial yang sangat spesifik sebagai bentuk perlindungan diri setelah berkali-kali mengalami kekecewaan dalam hubungan.

"Menentukan syarat yang sangat spesifik terasa lebih mudah dikendalikan dibanding harus membuka diri, mengenal seseorang lebih dalam, lalu berisiko ditolak," katanya.

Meski begitu, Billeci menilai mayoritas orang sebenarnya tidak mencari pasangan berdasarkan empat syarat tersebut. Banyak yang justru lebih mengutamakan karakter seperti baik hati, bertanggung jawab, saling menghormati, dan punya tujuan hidup.

Ia mengingatkan bahwa media sosial sering kali hanya menampilkan pendapat-pendapat ekstrem karena lebih mudah menarik perhatian.

"Pendapat yang ekstrem jauh lebih cepat menyebar dibanding pandangan yang lebih seimbang," ujarnya.

Billeci juga menyoroti bahwa banyak orang kini lebih mengejar chemistry instan dibanding kecocokan jangka panjang. Padahal, menurutnya, hubungan yang dibangun dari persahabatan dan kesamaan nilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

"Chemistry yang kuat belum tentu berarti benar-benar cocok. Hubungan yang berawal dari persahabatan biasanya memiliki peluang sukses lebih besar. Ketika seseorang menerima kita apa adanya, hubungan pun terasa lebih sehat," tutupnya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads