Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pengalaman Aktris Cantik Jerman Pertamakali Coba Pakai Hijab

Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 22 Okt 2015 12:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images, Ist.
Jakarta - Ketika World Hijab Day atau event tertentu, beberapa wanita non-muslim tertantang untuk mencoba mengenakan jilbab seharian. Beberapa dari mereka memiliki pengalaman serta cerita yang berbeda-beda setelah mencoba mengenakan untuk pertamakalinya. Aktris cantik asal Jerman, Ava Celik, juga mempunyai cerita sendiri saat pertamakali mengenakan jilbab karena tuntutan film.

Ava yang kala itu memainkan peran sebagai seorang gadis muslim dalam film terbarunya diminta memakai jilbab. Ini menjadi pengalaman pertamanya mengenakan hijab dengan busana tertutup selama syuting.

Wanita 25 tahun itu mengatakan mengenakan jilbab menjadi salah satu pengalaman yang menarik. Ia merasa ada ketenangan tersendiri saat memakainya walaupun ketika syuting banyak orang di sekelilingnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika aku memakai jilbabku dan melihat wajahku begitu polos, perasaanku mulai aneh. Mungkin karena persiapan untuk peran ini ya tapi aku memiliki ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya," tutur Celik saat kepada koran Bild dilansir dari On Islam.

Celik juga menuturkan bahwa ia berkaca hingga berkali-kali menatap wajahnya yang dibalut jilbab. Ia tidak mengerti perasaannya ada yang berbeda daripada saat mengenakan kostum film lainnya.

Celik sedang bermain dalam serial yang diproduksi oleh saluran televisi Jerman, ZDF. Ia berperan sebagai Sevda, seorang siswa SMA berhijab yang tinggal di Berlin. Film tersebut berkisah tentang seorang siswi muslim yaitu Sevda --diperankan oleh Celik-- memiliki batasan-batasan tersendiri saat pergi sekolah.

Siswi tersebut memiliki otak yang cerdas dengan latar belakang orangtua tidak beragama. Namun gadis ini secara sukarela memilih hidup sebagai seorang muslimah. Ia juga mempunyai batasan-batasan tersendiri dalam hidupnya, seperti tidak ingin berdampingan dengan anak laki-laki juga tidak mengikuti pelajaran olahraga.

Guru dalam film itu kemudian memberikan perlakuan khusus untuk menghormati iman Sevda. Film ini ingin memberikan edukasi kepada masyarakat Jerman kalau hijab bukanlah lambang penindasan. Film ini menggambarkan bagaimana wanita muslim bisa hidup normal dan tanpa tekanan.

Berasarkan data pemerintah, Jerman memiliki penduduk muslim sekitar 3,8 hingga 4,3 juta jiwa. Itu berarti sekitar lima persen warganya muslim. Sedangkan total jumlah penduduk Jerman sekitar 82 juta orang.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads