Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Dian Pelangi Merinding Saat Masuk Daftar Pelaku Mode Berpengaruh Dunia

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 23 Sep 2015 14:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Situs Business of Fashion
Jakarta -

Desainer muda Dian Pelangi tak hanya sukses menginspirasi lewat karyanya tapi juga gaya busananya. Beberapa hijabers muda banyak yang mengidolakan sekaligus meniru padu padan busananya agar mirip wanita 24 tahun itu. Dian tidak hanya dikenal di Indonesia namun juga beberapa negara lain. Bahkan desainer berdarah Palembang ini baru saja masuk ke dalam 500 daftar pelaku fashion paling berpengaruh di dunia.

Ketika berbincang dengan Wolipop, Dian mengaku terkejut saat diberitahukan bahwa dirinya masuk ke dalam daftar 500 pelaku mode paling berpengaruh di dunia versi majalah fashion, Business of Fashion (BoF). Majalah mode yang berbasis di London ini tak hanya memasukkan Dian ke dalam daftar tersebut tapi juga memuatnya untuk sampul.

"Saat dengar kabar itu aku langsung merinding, keringat dingin, ini bukan di Eropa saja ini di dunia. Yang paling surprise aku ada di cover juga, mau nangis benar-benar bangga rasanya. Aku pikir awalnya cuma masuk list itu saja sudah senang tapi di cover juga kan jadi top eight-nya lah itu bersyukur banget," tutur Dian saat dihubungi Wolipop, Rabu (23/9/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sampul majalah BoF, Dian tampil dalam sebuah ilustrasi bersama tujuh tokoh terkenal dunia seperti pendiri Instagram, Kevin Systrom, G-Dragon, Olivier Rousteing, hingga Gigi Hadid. Wajah Dian dibuat dalam ilustrasi mengenakan jilbab pink dan busana hijau-oranye.

Wanita lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta itu mengaku sebelum benar-benar diumumkan menjadi salah satu wanita paling berpangaruh di industri fashion dunia, sebenarnya ia sudah mendapat tawaran wawancara dari BoF sebelum Ramadan 2015. Wawancara tersebut dilakukan melalui email seputar profil, aktivitasnya di dunia maya, serta kariernya sebagai desainer.

Setelah wawancara, ia juga dikirimkan undangan untuk menghadiri pesta perayaan orang-orang yang terpilih sebagai 500 pelaku fashion paling berpengaruh di dunia. Sayangnya saat dikirimkan undangan, Dian tidak terlalu memperhatikannya karena sedang sibuk mempersiapkan koleksi untuk Hari Raya sehingga ia tidak hadir memenuhi pesta tersebut.

Pesta baru digelar malam tadi dan Dian mengaku menyesal tidak bisa datang. "Acaranya tadi malam tapi undangannya sudah dikirim sebelum bulan puasa, itu menyesal banget nggak datang. Kalau tahu ini tingkat dunia pasti aku datang jadwal apa pun akan aku cancel untuk acara ini," papar wanita kelahiran 14 Januari 1991 itu.

Dengan terpilihnya Dian sebagai salah satu hijabers yang masuk ke dalam daftar tersebut, putri pasangan Ir. Djamaloedin dan Hernani itu berharap fashion muslim bisa terus berkembang di dunia. Ia juga bangga karena bisa mewakili wajah wanita muslim di seluruh dunia.

"Aku pikir siapa yang tahu aku, aku belum setinggi itu. Biar bagaimanapun aku bangga karena aku merasa bukan membawa nama Dian Pelangi saja tapi mewakili wanita muslim di seluruh dunia. Ini jadi salah satu bentuk notice ke mereka kalau wanita berhijab bisa go international. Aku harap ke depannya akan ada hijabers lain yang masuk daftar ini karena yang dinilai BoF bukan hanya karyanya saja tapi juga apa yang dilakukan sama orang ini berpengaruh nggak, menggerakan komunitas, menciptakan tren baru, mereka tak hanya menilai dari bisnis dan gaya saja tapi kontribusi ke suluruh dunia," tambah Dian kemudian.

Desainer berdarah Palembang itu menjadi satu-satunya pelaku mode Indonesia yang terpilih untuk edisi 2015. Namun ia menjadi orang Indonesia kedua yang pernah masuk BoF. Di 2014 lalu, pelopor Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana masuk ke dalam daftar tersebut.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads