Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Detail Koleksi Shafira yang Akan Dipamerkan di New York

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 02 Sep 2015 18:48 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Brand busana muslim Shafira ingin terus meningkatkan eksistensinya dengan mengikuti pagelaran busana di luar negeri. Di 2015, label yang telah berdiri selama 26 tahun itu akan pamer koleksi di Couture Fashion Week (CFW), New York. Shafira akan menampilkan 15 koleksi eksklusif terbarunya pada 12 September mendatang di CFW, New York, Amerika.

Koleksi tersebut memiliki sentuhan tradisional dengan menggunakan songket Silungkang, Sumatera Barat. Songket yang tepatnya berasal dari Kota Sawahlunto itu dirancang menjadi busana modern dan elegan berupa dress, tunik, celana palazzo, short jacket, hingga long jacket. Siluetnya tampak feminin namun misterius dengan kombinasi palet hitam dan silver.

Ketika berbincang dengan Wolipop, pimpinan tim desainer dari Shafira, Shetyawan, menjelaskan sedikit mengenai detail koleksi yang nanti akan dipamerkan di negeri Paman Sam itu. Shetyawan mengatakan proses produksi songket menjadi busana modern tidak memiliki kendala yang signifikan, hanya saja pencarian materialnya cukup sulit. Menurutnya, songket umumnya memiliki palet warna terang atau cerah seperti merah marun, oranye, atau krem namun untuk koleksi terbaru Shafira ini dipilih yang palet dasarnya hitam.

Berusaha menyesuaikan selera masyarakat New York, Shetyawan menuturkan kalau busana hitam menjadi favorit di Amerika. Oleh sebab itu, agar karyanya bisa diterima di negara barat maka Shafira memulai langkah untuk mengenalkan songket dengan palet dasar hitam dan silver.

"Ketika kita memutuskan memakai warna hitam itu agak sulit. Aslinya itu songket itu warnanya marun, oranye, pas aku cari warna hitam, cukup sulit. Warna hitam ini sangat couture dan cocok untuk acara evening," jelas Shetyawan di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2015).

Shetyawan melanjutkan, proses pembuatan koleksi yang terinspirasi dari gaya busana masyarakat New York itu menggunakan teknik patchwork atau pengguntingan bahan mengikuti pola. Songket Silungkang yang kaku dan tebal kemudian dikombinasikan dengan material sifon. Menurutnya, perpaduan bahan songket dan sifon membuat penampilan wanita terlihat lebih seimbang.

Seluruh koleksi bertemakan 'When West Meet West' itu ditampilkan dengan nuansa monokrom. Tidak ada warna lain yang diselipkan selain silver dan hitam. Begitu pula penerapan kerudungnya yang dibuat persegi kemudian diaplikasikan secara sederhana agar tidak terkesan heboh.

Sementara itu terdapat detail berupa kristal Swarovski di beberapa bagian busananya yang tentu memberikan sentuhan mewah. Shetyawan mengatakan koleksi ini ditujukan kepada para wanita dengan kelas menengah ke atas karena harganya ditaksir hingga Rp 40 juta.

"Koleksi ini ditujukan untuk wanita menengah ke atas karena harganya sekitar Rp 30 sampai Rp 40 juta. Yang mau pesan juga sistemnya made by order dan perlu nunggu tiga bulan karena songketnya itu ya," ujar Shetyawan sebelum menutup perbincangan.


(ays/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads