Noreen Rahman, Hijabers Pertama yang Ikut Lomba Berlayar Keliling Dunia
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 01 Sep 2015 14:13 WIB
Jakarta
-
Kini semakin banyak wanita yang memiliki profesi seperti pria. Beberapa wanita juga melakukan aktivitas yang banyak dilakukan pria, tidak terkecuali hijabers. Noreen Rahman menjadi salah satu wanita berhijab yang melakukan hal tersebut.
Seperti dikutip dari BBC, Noreen menjadi hijabers pertama yang berpartisipasi dalam perlombaan berlayar '10th Clipper Round The World Yacht Race'. Wanita yang berprofesi sebagai guru matematika itu ingin membuktikan bahwa dengan hijab ia juga bisa memiliki prestasi. Ia juga mempunyai harapan agar dapat mematahkan stereotipe negatif tentang wanita berhijab.
"Aku mengenakan jilbab dan aku juga akan selalu beribadah selama perjalanan ini," tutur Noreen dalam wawancara dengan NBC.
Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram
Wanita asal Inggris berusia 32 tahun itu hanya ingin membuktikan bahwa jilbab tidak menghalanginya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan positif. Noreen menjadi salah satu wanita dari 700 partisipan lainnya. Ratusan peserta yang mendaftar dibagi menjadi 12 tim, yang akan menghabiskan waktu sekitar satu tahun bersama untuk traveling keliling dunia menggunakan kapal layar.
Peserta yang berpartisipasi berasal dari 44 negara berbeda. Mereka memulai perjalanan dari St Katharine's Dock, Inggris. Sebagian tim akan melakukan perjalanan pertama sepanjang 6.000 miles ke Rio De Janeiro, Brazil.
Sekitar 40% peserta mengaku tidak memiliki pengalaman berlayar sebelumnya. Selain mempunyai profesi guru seperti Noreen, partisipan lainnya memiliki pekerjaan sebagai dokter, IT, hingga mahasiswa. Rentang usia peserta mulai dari 18 hingga 74 tahun.
Perlombaan ini dibagi menjadi delapan putaran. Noreen yang tergabung dalam tim Inggris akan berlayar melintasi Atlantik untuk putaran pertama. Ia mengatakan sangat antusias dalam mengikuti lomba berlayar tersebut. Ia berharap cara ini bisa menginspirasi wanita berhijab lainnya agar mereka tidak takut untuk mengekspresikan diri.
"Aku adalah wanita Pakistan dan aku ingin memberitahukan kepada anak-anak perempuan kalau mereka tidak harus dibatasi dengan budaya masyarakat. Aku ingin mereka bisa mengambil tantangan dalam hidup tanpa harus meninggalkan jilbab mereka, seperti aku yang mengambil tantangan untuk berlayar di lautan luas," ujar wanita yang berdomisili di Walthamstow, London, Inggris itu, dilansir dari Telegraph.
(aln/aln)
Seperti dikutip dari BBC, Noreen menjadi hijabers pertama yang berpartisipasi dalam perlombaan berlayar '10th Clipper Round The World Yacht Race'. Wanita yang berprofesi sebagai guru matematika itu ingin membuktikan bahwa dengan hijab ia juga bisa memiliki prestasi. Ia juga mempunyai harapan agar dapat mematahkan stereotipe negatif tentang wanita berhijab.
"Aku mengenakan jilbab dan aku juga akan selalu beribadah selama perjalanan ini," tutur Noreen dalam wawancara dengan NBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita asal Inggris berusia 32 tahun itu hanya ingin membuktikan bahwa jilbab tidak menghalanginya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan positif. Noreen menjadi salah satu wanita dari 700 partisipan lainnya. Ratusan peserta yang mendaftar dibagi menjadi 12 tim, yang akan menghabiskan waktu sekitar satu tahun bersama untuk traveling keliling dunia menggunakan kapal layar.
Peserta yang berpartisipasi berasal dari 44 negara berbeda. Mereka memulai perjalanan dari St Katharine's Dock, Inggris. Sebagian tim akan melakukan perjalanan pertama sepanjang 6.000 miles ke Rio De Janeiro, Brazil.
Sekitar 40% peserta mengaku tidak memiliki pengalaman berlayar sebelumnya. Selain mempunyai profesi guru seperti Noreen, partisipan lainnya memiliki pekerjaan sebagai dokter, IT, hingga mahasiswa. Rentang usia peserta mulai dari 18 hingga 74 tahun.
Perlombaan ini dibagi menjadi delapan putaran. Noreen yang tergabung dalam tim Inggris akan berlayar melintasi Atlantik untuk putaran pertama. Ia mengatakan sangat antusias dalam mengikuti lomba berlayar tersebut. Ia berharap cara ini bisa menginspirasi wanita berhijab lainnya agar mereka tidak takut untuk mengekspresikan diri.
"Aku adalah wanita Pakistan dan aku ingin memberitahukan kepada anak-anak perempuan kalau mereka tidak harus dibatasi dengan budaya masyarakat. Aku ingin mereka bisa mengambil tantangan dalam hidup tanpa harus meninggalkan jilbab mereka, seperti aku yang mengambil tantangan untuk berlayar di lautan luas," ujar wanita yang berdomisili di Walthamstow, London, Inggris itu, dilansir dari Telegraph.
(aln/aln)
Home & Living
Bikin Kue Lebaran Anti Gagal! Pentingnya Takaran Bahan yang Tepat dengan Alat Dapur Ini
Home & Living
Tidur Berkualitas Lebih Rileks! Upgrade Kenyamanan dengan Set Perlengkapan Memory Foam
Makanan & Minuman
PediaSure Vanila untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak, Ini Kandungannya
Makanan & Minuman
Usir Rasa Haus di Momen Berbuka dengan ABC Special Grade Melon
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Baju Lebaran 2026
Berburu Tren Baju Lebaran Warna Butter Yellow di Bazar Rendezvous AEON Mall
Baju Lebaran 2026
10 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 dari Brand Lokal, Modelnya Lagi Tren!
Rendezvous Modest Market x BSN, Bazar Lebaran dengan Diskon hingga 70%
Baju Lebaran 2026
Beli Sarimbit Lebaran di Bazar Rendezvous AEON Tanjung Barat, Diskon 70%
Baju Lebaran 2026
Tren Dress Lebaran 2026 di Tanah Abang: Motif Floral & Etnik, Busui Friendly
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 7 Maret: Capricorn Tertekan, Aquarius Kurang Mujur
2
Kulit Breakout Saat Puasa? Bisa Jadi Gara-gara Makanan Ini
3
Intip Potret Febby Rastanty Umrah Perdana dengan Suami di Bulan Ramadan
4
Baju Lebaran 2026
Berburu Tren Baju Lebaran Warna Butter Yellow di Bazar Rendezvous AEON Mall
5
Baju Lebaran 2026
Kata Desainer Denny Wirawan Soal Tren Baju Lebaran Gamis Bini Orang
MOST COMMENTED











































