Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sukses Pamer Karya di London, Anniesa Hasibuan Akan Fashion Show di New York

Intan Kemala Sari - wolipop
Sabtu, 29 Agu 2015 16:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta - Desainer muslimah pendatang baru Anniesa Hasibuan sukses menggelar peragaan busananya di London pada Maret lalu. Seolah ingin mengulang kembali kesuksesannya, bulan September mendatang ia akan terbang ke Amerika untuk memamerkan karya terbarunya di acara New York Couture Fashion Week yang bertempat di The Crown Plaza Times Square.

Wanita 28 tahun itu mengatakan, awalnya ia sama sekali tidak ada rencana untuk memamerkan karyanya di kancah Internasional karena baru saja kembali dari London. Namun tawaran untuk mengisi salah satu ajang bergengsi itu tiba -tiba saja datang.

"Saya ditawari untuk fashion show di Amerika sekitar tiga bulan lalu. Saya pikir ini adalah kesempatan bagus dan tidak semua orang bisa merasakannya," ujar Anniesa saat konferensi pers di Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desainer yang memiliki ciri khas busana glamour penuh payet itu akan membawakan karya terbarunya yang bertajuk Sasikirana yang dalam bahasa Sansekerta memiliki arti terang bulan. Meski tetap mendesain kaftan ala Timur Tengah sebagai identitas rancangannya, namun kali ini ia akan memadukannya dengan unsur kebudayaan Indonesia khususnya Jawa Tengah.

"Kenapa saya pilih tema Sasikirana karena sesuai dengan ciri khas fashion saya, yaitu nuansa emas yang terkesan mewah dan elegan. Saya juga akan mengaplikasikan kain batik khas Jawa Tengah pada busana rancangan saya," lanjutnya.

Kain batik yang dimaksud adalah Batik Prada, yakni batik yang mendapat sentuhan unik berupa lapisan warna keemasan. Rencananya, ada sekitar 15 busana yang didominasi oleh kaftan-kaftan mewah yang akan ditampilkan di New York, namun Anniesa masih belum ingin menunjukkannya karena masih dalam proses persiapan.

Untuk membuat ke-15 gaun tersebut, wanita asli Sumatera Utara itu menghabiskan waktu yang terbilang cukup singkat, yakni hanya tiga bulan. Hal itu sudah mencakup proses mendesain, pemilihan bahan, produksi, hingga finishing secara keseluruhan.

(itn/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads