Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Hijabers Ini Tuntut Restoran Pizza karena Tak Dilayani dan Dituduh Teroris

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 10 Agu 2015 15:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Banyak hijabers yang masih mengalami hal tidak menyenangkan karena pemakaian jilbabnya. Beberapa masyarakat di negara-negara maju masih ada yang menganut Islamophobia sehingga memandang hijabers dengan sebelah mata. Seperti yang dialami oleh wanita berhijab asal Florida ketika memesan makanan di restoran pizza.

Hakima Benaddi merupakan salah satu muslimah di Florida yang memutuskan berhijab di 2012 silam. Ia bercerita, di hari pertamanya, Hakima sudah mengalami diskriminasi. Sebelum berhijab, ia mendapatkan pelayanan yang sama seperti pelanggan lainnya di salah satu restoran pizza terkenal kawasan Davenport, Amerika. Hakima juga mengaku telah bertahun-tahun menjadi pelanggan dari restoran tersebut.

Di hari pertama ia mencoba berpakaian tertutup dan mengenakan jilbab, Hakima pergi ke restoran pizza yang sama untuk membeli pizza sayuran. Setelah pesanannya tiba, ia terkejut karena isinya tidak sesuai pesanan dan berantakan. Padahal sebelumnya ia tidak pernah bermasalah dengan pelayanannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya terkejut karena benar-benar tidak sesuai dengan pesanan bahkan untuk makanan anjing pun masih tidak pantas," tutur Hakima dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Ibu satu anak itu lalu protes dan minta pengembalian uang. Bukannya dilayani dengan baik, Hakima malah ditertawakan serta diejek karena bahasa Inggrisnya kurang bagus oleh petugas kasir dan manajer restoran pizza tersebut.

Tak hanya itu, Hakima juga dilaporkan ke polisi dengan tuduhan kalau ia adalah teroris yang akan meledakkan restorannya oleh sang manajer. Hakima kemudian masuk penjara walau akhirnya dibebaskan setelah 24 jam di balik jeruji besi. Saat ditangkap, ia juga dipaksa membuka jilbabnya.

"Ketika saya komplain, saya malah di penjara. Itu benar-benar merusak hidup saya," tambah Hakima.

Dengan adanya tuduhan yang masuk ke kepolisian, Hakima mengatakan tidak bisa mendapatkan pekerjaan apa pun selama kurang lebih dua bulan. Ia merasa begitu sedih dan tidak adil kemudian menggugat pihak restoran dengan tuduhan diskriminasi serta menuntut mereka untuk minta maaf.

Lewat dukungan dari Council on American Islamic Relations (CAIR), Florida, Hakima menggugat sang pemilik restoran pizza. Penyidik dari CAIR juga mengatakan bahwa ini tindak kejahatan yang merugikan orang lain.

"Kita perlu memberitahu orang-orang bahwa ini bukan masalah sepele dan memberitahukan mereka (pemilik restoran pizza) kalau ini tidak baik. Ini juga menjadi pelajaran buat wanita muslim lainnya agar bisa berdiri tegak ketika mendapatkan perilaku diskriminasi," ujar Thania Diaz Clevenger, Civil Rights Director dari CAIR Florida.

CAIR Florida adalah organisasi advokasi terbesar yang memiliki misi untuk meningkatkan pemahaman Islam, membuka dialog, melindungi kebebasan hak dari semua orang, memberdayakan muslim Amerika, serta membangun koalisi untuk menegakkan keadilan dan saling menghargai satu sama lain.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads